Berita Sulut, 14 April, 2008


Kinerja Management Bank Sulut Disorot

Torang Pe Bank Terancam Turun Peringkat

MANADO, Sulutlink. Ini patut menjadi perhatian serius pengelola management Torang Pe Bank -Bank Sulut. Sebab menurut pakar ekonomi Badi Buchari SE yang juga sebagai Wakil Walikota Manado, saat ini kinerja Bank Sulut tidak menarik sama sekali, sebab dominan pada ritel banking atau kredit konsumtif. Nah, bagaimana bangkit untuk maju ? Buchari pada sulutlink, Jumat (11/04) mengatakan, Bank Sulut harus mampu berperan sebagai institusi perbankan yang bisa menarik investor untuk membeli obligasi.

Untuk menuju menjadi Bank Devisa katanya, Bank Sulut, harus mampu membina sektor perekonomian jika ingin tingkatkan peringkat dari bank non devisa menjadi bank devisa. “Ingat, resiko turun peringkat menjadi bank perkreditan rakyat jika Bank Sulut tidak meningkatkan modal,”katanya.

Menurutnya, dalam era global sekarang ini, perbankan memang diharuskan harus lebih jeli dalam memberikan kredit. Namun jika ingin meningkatkan peringkat Bank Sulut harus mampu membina sektor perekonomian dengan sehat agar kinerjanya dilirik oleh sektor swasta dan tentunya tertarik membeli obligasi.

Kendati Buchari mengakui figur dewan di reksi saat ini sudah bagus, namun keputusan tertinggi berada pada pemilik saham mayoritas yakni Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. “Nah, syarat menjadi bank devisa harus memiliki modal distor di atas Rp 150 milyar, sementara modal distor Bank Sulut saat ini hanya di kisaran Rp 70 hingga 80 miliar. Kondisi ini mengharuskan dewan direksi berkerja maksimal, di antaranya mengusulkan penambahan modal distor pemegang saham,”katanya lagi.

Solusi lain terang Buchari yang sebelumnya mantan Kepala Biro Ekonomi Pemprov Sulut itu, jika pemegang saham belum mampu menambah modal, maka, Bank Sulut harus mampu menarik investor swasta untuk menambah modalnya. “Dengan modal di bawah Rp 100 miliar, Bank Sulut terancam turun peringakat menjadi bank perkereditan rakyat,”katanya lagi mengingatkan.