Berita Sulut, 14 April, 2008


Diciduk Karena Memiliki Senpi dan Sajam

Menguak Jejak Corneles Worang

Laporan: Budi H Rarumangkay

 

Corneles Worang (44) atau lebih dikenal dengan sapaan Eles, Anggota Dewan Minahasa Utara (Minut), anak mantan Walikota Adminsitratif Bitung,WA Worang, yang juga sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Manado Mina perusahaan perikanan, membuat geger warga Sulut. Dia ditahan aparat Polda Sulut, Kamis (10/04) terkait kepemilikan berbagai jenis Senjata Api (Senpi) dan Senjata Tajam (Sajam) secara ilegal. Banyak orang terkesima, kaget dan heran, tidak percaya. Betapa tidak, pembawaannya sehari-harinya luwes, tenang, kalem dan mudah bergaul dengan siapa saja. Mulai dari kelas bawah hingga atas, dia dikenal sebagai lelaki sopan itu ternyata menyimpan misteri.

 

Nah, bagaimana hingga dirinya diketahui memiliki Senpi dan Sajam tersebut? Dalam penuturan Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs Bekto Suprapto yang ikut turun langsung mengamankan Corneles dari rumahnya dibilangan Desa Kauditan Dusun IV Kecamatan Kauditan Minahasa Utara, sejujurnya sepak terjang Corneles sudah diundes sejak dua bulan lalu. Kemudian disusul penemuan senjata api jenis Shoot Gun buatan Amerika oleh nelayan Aer Tembaga beberapa waktu lalu, memaksa aparat Polda terus memfokuskan penyelidikannya atas diri Corneles.
 

“Temuan ini atas berkat kerjasama aparat TNI/Polri dan masyarakat,”terang Bekto yang terjun langsung bersama Komandan Lanud Sam Ratulangi Letkol Pnb Bambang Wijanarko, Dandim Bitung Letkol Inf Echsan Sutardji, Kapoltabes Manado kombes Pol Bambang Sugeng, Wakapolres Minut Kompol Jantje Lantu.

 

Dalam pengrebekan di rumah pribadinya sekitar pukul 10.30 wita, Corneles anggita dewan dari Partai Persatuan Daerah (PPD) itu terlihat begitu tenang, bahkan raut wajahnya tidak menampakan sesuatu yang “wah”. Pun saat aparat menggali salah satu ruangan dibagian dapurnya, dia terkesan dingin. Ayah dua anak dan suami dari Maya Lengkong ini sesekali hanya menerawang keluar jendela saat rombongan Kapolda menginterogasinya.

 

Alhasil dari pnggrebekan itu, didapati 17 jenis barang bukti terdiri dari senjata laras panjang, senjata laras pendek, amunisi, satu buah peti besi. Dan yang paling gres adalah senjata model 88 12 GA buatan Maverick USA no seri MV38654E yang biasa digunakan oleh pasukan elit Indonesia. Meski memudian Corneles menunjukan surat kepemilikan senjata api jenis pistol merk MLX-XVI-SR kaliber 9 milimeter bernomor Polisi BPSPK/2998-ai/XI/2007 tertanggal 8 november 2007 yang ditandatangani Kabaintelkam Mabes Polri, Irjen Saleh Saaf, namun 3 senjata api laras pendek tidak dilengkapi surat sah. Kemudian, surat polisi BPSG/4576/III/2002 jenis revolver gas merk DH-5 kaliber 5 milimeter ternyata sudah kadaluarsa sejak 2007 lalu.

 

Saat ini Corneles sudah ditahan di Mapolda Sulut di jalan Bethesda Manado. Sementara untuk memeriksa seorang anggota dewan, tentu Polda harus mengantongi Surat Ijin Pemeriksaan (SIP) dari Gubernur selaku pembina Parpol di Provinsi Sulut. “SIP sudah ditandatangani oleh Gubernur dari Hanoi seseaat sebelum bertolak ke Jepang dan sudah di faks,”kata Sekdaprov Sulut Drs Robby Mamuaja seraya menambahkan, proses SIP sementara dilakukan oleh Biro Hukum Pemprov Sulut.

 

Diketahui, 10 tahun belakangan ini, usaha export Ikan Kayu Corneles sedang naik daun. Ikan Kayu tersebut dikirimnya melalui pesanan dari Philipina dan Singapore. Banyak orang menduga, sejumlah barang ilegal yang disita aparat tersebut, dibelinya saat melakukan transaksi jual-beli ikan dengan pengusaha Philipina dan Singapore. Namun Alvian Rattu SH kuasa hukum Corneles mengatakan supaya dalam pemeriksaan atas kliennya harus tetap menggunakan asa praduga tak bersalah. “Inikan masih dalam pemeriksaan, jadi kita tunggu saja hasilnya,”katanya. Namun terlepas dari semua itu, kita patut angkat jempol atas kinerja aparat Polda Sulut yang sudah begitu antisipasi terhadap keamanan di Sulut. (Baca berita terkait: Anggota Dewan Minut Ditahan Polda Sulut,red).