Berita Sulut, 5 April, 2008


Menuju Manado Adipura 2008

Laporan: Budi H Rarumangkay

 

MANADO, Sulutlink. Salut ! Mungkin ini kata paling pantas ditujukan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dalam upaya mempertahankan Piala Adipura yang diraih tahun 2007 lalu. Betapa tidak, berbagai pemantapan terus dilakukan di lapangan menuju Manado Adipura 2008 yang direncanakan akan diserahkan pada bulan Juni 2008 nanti. Penataan tersebut bisa dilihat di sejumlah tempat-tempat strategis yang menjadi pokok penilaian untuk meraih Adipura. Hal ini bisa dilihat di pusat kota, terminal, sepanjang bantaran DAS Tondano, pemukinan, drainase, taman kota hingga hutan kota.
 

Diakui Sekertaris Kota (Sekot) Manado Ir Vicky Lumentut, Piala Adipura bukan saja menjadi lambang keberhasilan suatu kota dalam menata lingkungannya, tetapi lebih dari itu merupakan tuntutan menuju Kota Modern. Apalagi kedepan ada beberapa agenda yang menjadi prioritas di Manado, seperti pelaksanaan Wolrd Ocean Conference (WOC) 2009 dan Manado Kota Pariwisata Dunia (MKPD) 2010.

 

Menurutnya, mempertahankan piala tentunya lebih sulit daripada merebut. Karenanya dengan melibatkan seluruh stakeholders hingga ke tataran Kepala Lingkungan (Pala) di 9 kecamatan yang ada di Manado, tentunya harapan untuk meraih kembali kebanggaan tersebut akan dicapai. “Dukungan masyarakat paling penting dalam hal ini, sebab Piala Adipura bukan milik siapa-siapa melainkan merupakan persembahan warga kota sendiri,”katanya pada sulutlink Jumat (04/04).

 

Diketahui, saat ini pemantauan dan pemantapan lapangan kian gencar dilakukan mengingat tim pemantau Piala Adipura akan selesai turun lapangan hingga pertengahan April ini. Karenanya, tak jarang Lumentut harus turun sendiri ke lapangan hingga ke lokasi TPA Sumompo. “Saat ini kondisi TPA Sumompo sudah lebih baik dari kemarin. Begitu juga dengan kondisi pusat kota, drainane, bantaran sungai dan beberpa lokasi pemukiman padat,”terangnya.

 

Demikian juga lokasi sepanjang jalan Piere Tendean Boulevard yang dijadikan sebagai areal Boulevard on Busines (BonB), pun pusat kota pasar 45 disulap sedemikian rupa sehingga jika berada di lokasi tersebut, nuansa budaya tetap melekat. Areal pusat kota atau Taman Kesatuan Bangsa (TKB) kini dijadikan untuk tempat pagelaran seni dan budaya. Warga kota pun terlihat bersemangat. Mereka terus bergeliat membantu menyukseskan berbagai program Pemkot Manado. “Piala Adipura 2008 harus berada di tangan kita,”pungkas Walikota Jimmy Rimba Rogi Ssos yang diaminkan Wakil Walikota Abdi Buchari SE.