3
Nama Diusulkan ke Mendiknas
Laporan: Budi H Rarumangkay
MANADO,
Sulutlink. Meski belum final
karena hasil Pemilihan Calon
Rektor (Pilcarek) Unsrat, masih
akan diusulkan ke Mendiknas di
Jakarta, namun yang pasti,
kandidat Prof DR Donald Rumokoy
SH 'masih perkasa”. Setidaknya,
dari hasil pemilihan putaran
pertama hingga kedua, Dekan
Fakultas Hukum Unsrat ini unggul
dalam perolehan suara. Pemilihan
yang berlangsung di Aula
Rektorat Unsrat lantai 4 itu
sendiri hanya diikuti oleh 109
anggota senat dari total yang
berhak memberikan hak suaranya
sebanyak 110 orang. Prosesi
pemilihan yang dimulai sekitar
pukul 10.30 wita , Kamis (10/04)
itu sendiri berlangsung a lot
dan seru.
Dalam putaran pertama (6 calon),
Rumokoy unggul sebanyak 45 suara.
Disusul dua kandidat perempuan
masing-masing; Prof Dr Ellen
Kumaat sebanyak 34 suara. Dan
Prof Dr dr Sarah Warouw sebanyak
20 suara, kemudian Prof Dr dr
Butje Moningka 4 suara, Prof Dr
Ir Dolfie Mokoagouw 4 suara dan
terakhir Prof Dr Ir Alex Masengi
2 suara.
Setelah itu, dijaring 3 nama
untuk maju dalam putaran kedua;
mereka adalah Rumokoy, Kumaat
dan Warouw. Pun saat
“dikerubuti” para Srikandi
Unsrat ini, Rumokoy tetap unggul
dengan mengantongi suara
sebanyak 51 disusul Kumaat
sebanyak 41 dan terkahir Warouw
sebanyak 17 suara.
Sementara itu, dalam pembacaan
berita acara hasil penjaringan
calon, penjabat Rektor Unsrat
Prof Dr Ir Lucky Sondakh, dalam
keterangannya memberikan
kesempatan kepada ketiga calon
Rektor untuk menyampaikan
keluhan atau aspirasi sebelum
berita acara dikirim ke
Depdiknas, Senin (14/10) pekan
depan. Sondakh mengatakan, jika
dalam pemilihan yang berlangsung
dianggap masih ada masalah, maka
pihaknya masih membuka peluang
bagi calon Rektor untuk
memberikan asporasinya.
"Rencananya
paling lambat hari Senin pekan
depan, berita acara tersebut
akan diantar langsung ke Jakarta
untuk diserahkan ke Mendiknas.
Jadi jika didapati masih ada
masalah, silahkan menyampaikan,"
kata Sondakh. Dalam kesempatan
itu, dia mengaku gembira karena
proses pemilihan telah
berlangsung dengan baik dan
lancar. “Saya pribadi sangat
gembira karena pemilihan ini
sudah selesai dan berjalan
dengan baik. Dan jika tidak ada
halangan, maka dalam waktu dekat
ini hasil pemilihan akan
diserahkan langsung ke Depdiknas,
dan saya berharap pemerintah
dapat menghormati hasil
pemilihan ini yang sudah
dijalankan secara
demokrasi,”katanya menjawab
wartawan usai pemilihan.

Menyikpai hasil tersebut,
Gubernur Drs Sinyo Harry
Sarundajang dari Hanoi Vietnam
melalui Drs Roy Tumiwa Kepala
Biro Pemerintahan dan Humas,
menyampaikan salam hangat
sekaligus apresiasi yang
setinggi-tingginya dibarengi
dengan ucapan terima kasih
kepada segenap civitas akademika
Universitas Sam Ratulangi atas
terlaksananya pemilihan Rektor
Universitas Sam Ratulangi yang
berlangsung demokratis, tertib,
aman dan lancar.
Disamping itu,
Gubernur juga menghimbau kepada
seluruh civitas akademika Unsrat
agar menerima dengan jiwa dan
semangat besar hasil dari
pemilihan rektor Unsrat dan
senantiasa menjaga suasana
kondusif di lingkungan kampus
Unsrat yang sama-sama kita
cintai serta mengajak seluruh
civitas akademika untuk
bergandengan tangan memajukan
dan membangun Sulawesi Utara
kedepan.
Sementara itu, Irjen Depdiknas
Muhamad Sofyan yang juga hadir
dalam Pilcarek Ulang ini, dalam
keterangannya juga berpendapat
pelaksanaan Pilrek ulang di
Unsrat sudah berjalan dengan
baik dan lancar. Karena itu,
pihaknya mengucapkan terima
kasih kepada penjabat Rektor
Unsrat dan panitia pelaksana
yang telah berupaya dan berusaha
menjalankan amanat yang telah
dikeluarkan Mendiknas Bambang
Sudibyo.
Hanya saja, untuk kelanjutan
proses penjaringan ini, dari
ketiga nama yang akan dikirim ke
pusat, nantinya akan ditetapkan
satu nama untuk memimpin Unsrat
empat tahun ke depan.
Mekanismenya tetap diserahkan ke
pemerintah pusat melalui
Mendiknas, dan akan diteruskan
ke Presiden.”Mekanismenya tidak
berubah, dan tetap seperti
biasanya. Jadi, keputusan tetap
di pusat,”ujar Sofyan.
Menanggapi pernyataan Sofyan,
pihak Rumokoy berharap agar
suara terbanyak di Pilrek
tersebut tetap menjadi
pertimbangan pemerintah pusat,
sebelum nantinya memutuskan
siapa Rektor Unsrat nantinya.
"Kita sudah menjalankan dengan
demokratis, jadi pemerintah
pusat juga harus demokratis.
Suara terbanyak, itulah kiranya
yang harus disepakati, karena
itu menjadi suara terbanyak
anggota senat sebagai forum
normatif tertinggi di Unsrat.
Jangan diterjemahkan
sepotong-potong, kerena jika
yang dilantik yang nomor dua
atau tiga, berarti itu pemaksaan
kehendak,”tegas anggota Senat
utusan Fakultas Hukum yang juga
PD I Fakultas Hukum, Rafli
Pinansang SH.
Sementara itu, Kumaat yang turut
dimintai keterangan mengatakan
kalau penjaringan ini sudah baik.
Namun demikian, ketika
disinggung peluang menjabat
Rektor Unsrat, Kumaat dengan
merendah menyebut masalah itu
diserahkan sepenuhnya ke Tuhan
dan pemerintah pusat. "Kalau
sudah dikehendaki, pasti tidak
akan lari ke mana," katanya.
Hadir juga dalam acara
penjaringan calon Rektor Unsrat
kemarin, selain Irjen Depdiknas,
juga Sesdirjen Dikti Depdiknas,
dan tim dari Komisi X DPR RI
yang datang khusus untuk
melakukan pemantauan.
Berikut
Perolehan Suara Kandidat:
1.
Prof Dr Donald Rumokoy SH MSi :
45 Suara
2.
Prof Dr Ellen Kumaat DEA : 34
Suara
3.
Prof Dr dr Sarah Warouw SpAK :
20 Suara
4.
Prof Dr dr Butje Moningka SpAK :
4 Suara
5.
Prof Dr Ir Dolfie Mokoagouw MSi
: 4 Suara
6.
Prof Dr Ir Alex Masengi Msi : 2
Suara
1.
Prof Dr Donald Rumokoy SH Msi :
51 Suara
2.
Prof Dr Ellen Kumaat DEA : 41
Suara
3. Prof Dr dr
Sarah Warouw SpAK : 17 Suara