Berita Sulut, 11 April, 2008


Setelah GOC Hanoi, SHS Ikuti Coelacanth Exhibition Tokyo

Gubernur Menerima Hasil GOC 2008 Hanoi

Laporan: Budi H Rarumangkay

 

MANADO, Sulutlink. Pelaksanaan Konferensi Global Laut, Pesisir dan Pulau Kecil ke 4 - (The 4th Global Conference on Oceans, Coasts, and Islands-GOC 2008) di Hanoi Vietnam, resmi ditutup, Kamis (10/04). Seperti yang telah diagendakan sebelumnya, hasil GOC 2008 ini akan dibawa ke WOC 2009 untuk didiskusikan sehingga akan merupakan masukan dalam pembahasan agenda kelautan dunia yang diadopsi oleh negara-negara yang hadir dan menandatangani kesepakatan WOC 2009.
 

Dalam lanjutan laporan tim ahli (DR Wiske Rotinsulu, DR Donald Pokatong, DR Wiske Rotinsulu) yang diterima sulutlink Kamis (10.04) sore menyebutkan, Gubernur Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dalam sambutan diacara penutupan menyatakan, menyambut baik hasil GOC 2008 untuk di bawa dan dibahas di WOC 2009. Hasil GOC 2008 merupakan bahan masukan yang sangat bermanfaat dan berharga terutama bagi persiapan penyusunan action plan dan draft Manado deceleration on oceans. Gubernur juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Global Forum on Oceans, Coasts and Islands, Prof. Dr. Biliana Cicin-Sain dan panitia GOC 2008 serta pemerintah Vietnam yang mengorganisir konferensi ini dan yang telah memberikan dukungan terhadap WOC 2009 sejak awal dicetuskannya ide konferensi dunia kelautan ini. Sebagai tuan rumah WOC 2009, Gubernur Sulawesi Utara juga mengundang semua peserta konferensi untuk menghadiri WOC 2009 di Manado Sulawesi Indonesia.
 

Bahkan secara ekplisit, dalam sambutan penutupnya, Direktur Global Forum Prof. Dr. Biliana Cicin-Sain menyatakan bahwa WOC 2009 di Manado mendapat dukungan penuh dari Global Forum. Direktur Global Forum ini juga mengajak seluruh peserta GOC untuk mendukung penyelenggaran WOC baik secara teknis maupun financial. Beliau menyerukan organisasi/lembaga donor untuk mengalokasikan dana mereka untuk membantu persiapan dan terselenggaranya WOC 2009 di Manado. Keterlibatan Global Forum terhadap penyelenggaraan WOC memang telah di mulai sejak kunjungan direktur Global Forum ini ke Manado Mei 2007. Global Forum akan membantu persiapan pembuatan action plan dan draft Manado decleration on Oceans.
 

GOC 2008 ini ditutup juga dengan seruan yang mengajak para peserta konferensi untuk segera melakukan aksi untuk mengelola laut secara terpadu dan lestari untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang sebagai implementasi hasil konferensi (call for action: challenge to conference participants) oleh Lorraine Ridgeway, Department of Fisheries and Oceans, Canada yang juga merupakan salah seorang ketua UNICOPOLOS (United Nations Open-ended Informal Consultativ Process on Oceans and the Law of the Sea).

 

Walaupun telah ditutup secara resmi hari ini, Kamis 10 April, peserta konferensi diajak untuk mengikuti field trip di Halong Bay 11 April. Halong Bay merupakan salah satu World Heritage Site yang terletak di wilayah Utara Timur Vietnam di teluk Tonkin.

 

Disela-sela kegiatan The 4th Global Conference on Oceans, Coasts, and Islands-(GOC) 2008, Hanoi Vietnam Gubernur Sulawesi Utara melakukan informal meeting dengan high-level/eminent participants diantara-nya dengan Prof. Dr. Biliana Cicin-Sain yang juga merupakan ketua panitia GOC 2008 dan direktur Global Forum, Dr. Ibrahim Thiauw, UNEP dan Dr. Chu Hoi Nguyen, Kementrian Pertanian dan Pembangunan Desa Vietnam (ketua panitia lokal GOC 2008). Dalam pertemuan-pertemuan tersebut, mereka menyatakan dukungan terhadap WOC 2009. Prof. Dr. Biliana Cicin-Sain menyatakan bahwa network Global Forum yang terdiri dari lembaga-lembaga donor dan NGO internasional seperti World Bank, Global Environment Facility, World Oceans Network, UNDP, dll mendukung terlaksananya WOC 2009 di Manado. Dr. Ibrahim Thiauw, UNEP juga menyatakan bahwa UNEP mendukung penuh dan berpartisipasi dalam persiapan penyelenggaraan WOC ini. Salah satu direktur UNEP juga meyakinkan Gubernur Sulawesi Utara bahwa eminent persons UNEP dan PBB sedang di upayakan untuk menghadiri WOC 2009. Ramainya dukungan yang mengalir terhadap pelaksanaan WOC dari peserta GOC 2008 memberikan semangat dan kebanggaan yang luar biasa dari Gubernur Sulawesi Utara dan rombongan panitia lokal SULUT (Assisten 2, Dra. M Kuntag, Kadis Budpar Drs. Edwin Silangen, Kadis Perikanan dan Kelautan, Ir. X. Lalu, Dra. Shelley Sondakh, Dr. Wiske Rotinsulu, Dra Hannah Managi, MA, Dr. Desy Mantiri, Dr. Donald Pokatong dan Dr. Johny Tasirin).

 

Mendahului kegiatan hari terakhir GOC 2008, Gubernur Sulawesi Utara, S. H. Sarundajang diwawancarai oleh pers media centre GOC. Sebagai salah satu ‘orang penting’ (high level participant) yang diundang menghadiri GOC tersebut, Gubernur Sulawesi Utara dimintakan untuk memberikan statement mengenai GOC dan kaitannya dengan WOC 2009. Pada kesempatan tersebut Gubernur Sulawesi Utara menyambut baik terselenggaranya GOC 2009 sebagai salah satu upaya masyarakat dunia yang kebanyakan di wakili oleh LSM internasional dunia dalam upaya mengimplementasikan pengelolaan ekosistem laut dan pesisir secara terpadu. Gubernur juga sangat gembira menerima hasil GOC yang nantinya akan diserahkan pada acara penutupan yang akan berlangsung sore harinya. Wawancara tersebut telah ditayangkan secara elektronik di lihat di website-nya Global Forum pada www.globaloceans.org. Video clip wawancara gubernur dan high-level/eminent participants ini ditayangkan pada acara penutupan GOC 2008

 

2 tema terakhir yang dibicarakan pada penutupan GOC (Global Oceans Conference) 2008 adalah Governance of Marine Areas Beyond National Jurisdiction dan Overarching Cross-Cutting Issues secara plenary di ruang utama GOC. Sesi Governance of Marine Areas Beyond National Jurisdiction dipimpin oleh Ms. Gabriele-Goettsche-Wahnli, UNDOALES, Mary Seet-Cheng, Dubes Singapura untuk Panama dan Kuba dan Dr. Hoang Ngoc Giao dari Universitas Nasional Hanoi. Sesi ini intinya membicarakan tata kelola laut yang berada di luar wilayah suatu negara yang ditinjau dari beberapa perspektif diantaranya pemerintah negara berkembang, regional dan industri oleh 8 pemakalah yang berasal dari pemerintah dan LSM . Sedangkan sesi selanjutnya Overarching Cross-Cutting Issues yang membicarakan juga isu ‘hangat’ lainnya di bidang kelautan. 5 pemakalah membicarakan topik capacity building strategy/action plan on ocean governance; compliance and enforcement; dan long-term media strategy to advance oceans agenda. Ke-2 sesi plenary ini diakhiri dengan diskusi/tanya jawab secara interaktif oleh peserta dan pemakalah.
 

Laporan hasil diskusi dan rekomendasi konferensi yang berlangsung sejak tanggal 7 April yang terdiri dari 7 topik dipresentasikan oleh masing-masing POKJA di penutupan acara. Ke-7 topik tersebut adalah:

  1. Oceans, Climate, and Small Island Developing States

  2. Ecosystem Management and Integrated Coastal and Ocean Management

  3. Fisheries and Aquaculture: Sustainability and Governance

  4. Halting loss of biodiversity and representative networks of marine protected areas

  5. Oceans, climate and security

  6. Governance of marine areas beyond national jurisdiction

  7. Overarching cross-cutting issues

Ke-7 POKJA ini telah bekerja jauh sebelum penyelenggaraan GOC 2008. Prof. Dr. Indroyono Susilo dan Dr. Tonny Wagey merupakan anggota dan pemimpin POKJA Ecosystem Management and Integrated Coastal and Ocean Management

 

Rombongan Gubernur sendiri tulis Wiske dalam journal laporan terakhirnya menyebutkan, usai GOC 2008 Hanopi Vietnam, Gubernur didampingi Asisten II Dra Marietha Kuntag dan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Edwin Silangen SE melanjutkan perjalanan menuju Jepang selama 4 hari untuk mengikuti Selakan exhibition di Tokyo, Jepang yang di selenggarakan oleh Aquamarine Fukushima.