Berita Sulut, 15 April, 2008


Coelacanth Manado Sedot Minat Jepang

Gubernur Ajak AMF Bekerjasama Dengan Unsrat

Laporan: Budi H Rarumangkay

 

MANADO, Sulutlink. Kunjungan Gubernur Sulut Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS) ke Jepang 11-15 April 2008 dalam rangka pameran Ikan Coelacanth (Raja Laut) dan “Mini Symposium on Sustainable and Conservation Fiesheries” telah membuka mata warga Jepang, bahwa di perairan Sulut, hidup jenis ikan yang berumur 35 juta tahun. Setelah membuka pameran di pintu utama Aquamarine Fukushima (AMF), SHS diwawancarai TV NHK Jepang. Gubernur berharap AMF serta para ahli ikan Jepang bisa bekerjasama dengan Indonesia khususnya dari Unsrat untuk meneliti misteri yang tersembunyi pada ikan Coelacanth.

Demikian keterangan resmi Drs Roy Tumiwa Kepala Biro Pemerintahan dan Hubmas Pemprov Sulut pada sulutlink, Selasa (15/04). Menariknya dalam pameran tersebut, direktur AMF Mr Yoshitaka Abe, memberikan penghargaan pada pemerintah provinsi Sulut.”Penghargaan tersebut merupakan apresiasi Jepang atas Sulut,”jelas Tumiwa.
 

Lebih menarik lagi, kata Tumiwa, berita tentang kunjungan gubernur bersama Dra Marietha Kuntag Asisten II, Kadis Pariwisata Edwin Silangen SE, Dekan Fakultas Perikanan Unsrat Prof Ir KW Alex Masengi, tim ahli gubernur Ir P Astony Angmalisang dan Ir Ixcel Masengi tersebut ikut diberitakan dalam salah satu harian di Jepang.
 

Dituturkan, Ikan Coelancanth Manado di pamerkan melalui kotak kaca berteknologi canggih sehingga keliatan hidup di AMF yang juga termasuk 10 Aquarium terbesar di Jepang. Dalam kunjungan ke negara Sakura ini, tak lupa rombongan gubernur menghadiri Fetival Nasi Goreng bersama para mahasiwa asal Indonesia di Tokyo University of Marine Science and Technology.
 

Dalam acara sesi dialog bersama tersebut, SHS menjadi Keynote Speaker yang menjelaskan berbagai potensi Sulut serta pelaksanaan WOC 2009,”kata Tumiwa.

 

Selanjutnya pada tanggal 13 April 2008 rombongan Gubernur diundang mengunjungi Aquarium terbesar di Tokyo (Kasai Sea Life Park). Sekadar informasi pada bulan Maret ditempat ini juga dilaksanakan pameran ikan Coelacanth dengan menghadirkan seluruh potensi kelautan Sulut. Pameran tersebut dihadiri 73 ribu pengunjung.