|
|
Berita Sulut, 15 April, 2008
Termasuk
316 Paket Rehab Gedung Sekolah
116
Miliar Dana BOS Sulut Aman !
Laporan
: Budi H Rarumangkay
MANADO, Sulutlink. Ini berita
menggembirakan bagi pengembangan
mutu pendidikan di Sulut. Betapa
tidak, daerah kita merupakan
satu-satunya di seluruh provinsi di
Indonesia yang dana rehabilitasi
bangunan sekolah khusus SMP tidak
ditarik pusat. Bahkan menurut Kadis
Diknas Sulut Drs Djouhari Kansil,
juga dana Bantuan Operasional
Sekolah (BOS) SD sampai SMU untuk
tahun anggaran 2008 ini, aman.
Demikian keterangan resminya pada
sejumlah wartawan, Selasa (15/04).
“Ini
keuntungan besar bagi daerah kita,
karena dananya sudah turun duluan
sehingga tidak ditarik pusat.
Besaran bantuan tersebut sebanyak Rp
40 juta untuk setiap sekolah SMP. Di
Sulut ada sekitar 316 paket bantuan
rehabilitasi gedung,”kata Kansil.
Selain
itu terang Kansil, dana Bantuan
Operasional Sekolah (BOS) anggaran
tahun 2008 ini, kemungkinan besar
tidak akan dipotong pusat menyusul
turunnya kebijakan nasional soal
efisiensi anggaran sebesar 15 %.
Diketahui, dana BOS tahun ini untuk
Sulut sebesar Rp 116 miliar. Untuk
penyaluran triwulan I, II sebesar Rp
40 miliar sudah dicairkan ke
masing-masing sekolah penerima
bantuan.
“Ini
setelah Hearing Departemen
Pendidikan Nasional dengan Komisi X
–DPR-RI,”ungkap Kansil.
Menyinggung soal temuan Badan
Pemeriksa Keuangan (BPK) yang
dipublikasikan instansi ini, jelas
Kansil, akan ditindaklanjutinya.
Setiap sekolah penerima harus lebih
dulu memberikan laporan
pertanggungjawaban penyalurannya
baru kemudian mendapat bantuan
lanjutan. Jika tidak, bantuannya
akan dipending.
Dalam
temuan BPK tahun anggaran 2006-2007
lalu diketahui, penyaluran dana DAK
sebesar Rp 250 juta setiap sekolah
di beberapa kabupaten dan kota se
Sulut, tidak sesuai Petunjuk Teknis
(Juknis). Begitu juga dengan 14
sekolah yang belum
mempertanggungjawabkan bantuannya
sebesar Rp 1.6 miliar. Termasuk
temuan Rp 4.9 miliar yang tidak
sesuai ketentuan.
“Ya,
sekolah penerima harus lebih dulu
memberikan laporan
pertanggungjawaban penyaluran
sebelumnya baru bisa menerima
bantuan lanjutannya. Jumlah sekolah
di Sulut sebanyak
407.891
dari SD sederajat sampai SMU
sederajatnya,”jelasnya.
Diterangkan Kansil, khusus dana BOS
ini sudah ada surat dari pusat yang
masuk Senin (14/04). Dimana dalam
surat tersebut dicantumkan, dana BOS
yang tidak dipotong adalah untuk
kegiatan prioritas seperti;
Percepatan Penuntasan Wajar,
yakni; Dana BOS (Bos Tunai dan BOS
Buku), Sarana dan prasarana Wajar
(SD, SMP satu atap, RKB SMP,
Laboratorium SMP, Perpustakaan dan
Pusat Sumber Belahar SD).
Peningkatan Akses dan Mutu
Pendidikan Menengah: USB SMA dan
SMK, RKB SMA dan Perpustakaan,
Laboratorium dan Workshop SMA/SMK).
Peningkatan Akses dan
Mutu
Pendidikan Tinggi :
Laboratorium baru PT, pembangunan
gedung lain yang berorientasi
peningkatan mutu. Penyediaan
Beasiswa :Beasiswa miskin bagi
siswa dan mahasiwa, beasiswa lain
untuk semua jenjang. Peningkatan
kualitas dan kesejahteraan pendidik/tenaga
pendidikan:Tunjangan profesi,
tunjangan fungsional, tunjangan
akhir masa bhakti.
Sedangkan kegiatan yang terkena
efisiensi (Pemotongan) adalah: -
Bukan kegiatan prioritas RKP-
Kegiatan yang tidak berpengaruh
terhadap IKK Renstra Departemen-
Kegiatan yang masih dapat ditunda
pelaksanaannya – Kegiatan yang tidak
mengganggu kinerja unit kerja
bersangkutan dan Kegiatan yang
diblokir atau dibintang DJA yang
kecil peluang pencairannya.
Sementara latar belakang
pemberlakuan kebijakan ini menurut
Kansil, berdasarkan; Surat Menkeu
nomor S-I/MK.02/2008 tanggal 2
Januari 2008, Penyesuaian
Pengehmatan Belanja Negara dalam
memperhitungkan; Prioritas RKP 2008
dan Karakteristik Kementiran dan
Lembaga, kemudian, Penundaan APBN
15% yang telah dikuatkan oleh Dirjen
Anggaran melalui surat nomor
340/AG/2008 tanggal 15 Februari 2008
mengenai penetapan SAPSK, serta
kesepakatan antara pemerintah dengan
Panggar tanggal 26 Maret 2008
tentangan pengurangan anggaran 10%
setiap KL.
“Selain
itu, surat dari Bupati dan Walikota
se Sulut ke pusat. Kemudian, Pemprov
Sulut juga akan menyurati pusat
besok, (Rabu 15/04). Prinsipnya,
bagaimana mempertahankan anggaran
yang sasarannya menyentuh siswa dan
mahasiswa miskin serta tunjangan
guru di Sulut,”terang Kansil.
|