KONSEP menjadikan manado
Kota Belanja pertama kali saya
dengar dari Wakil Walikota Manado
saat ini Abdi Buchari, kala itu
dirinya belum lama menjabat sebagai
kepala biro ekonomi setda provinsi
menggantikan Drs Albert Pontoh.
Jawaban tersebut dilontarkan, ketika
disordorkan pertanyaan soal adanya
keraguan jiika Boulevard kedepan
akan menjadi “Kawasan mati” yang
bukan menjadi surga bagi pebisnis
dibidang retail, namun hanya menjadi
“Sentra kedai kopi” bahkan ada yang
lebih parah lagi anggapan saat itu
yang sangat optimis dalam tiga tahun
kedepan kawasan yang saat itu
sementara dibangun hanya akan
menjadi tempat kost mewah.
Lantas
apa jawaban Abdi yang saat itu
miliki kapasitas sebagai ekonom dan
menjadi rerkomendasi untuk mencari
statement oleh beberapa wartawan
bidang ekonomi, dirinya justru
memberikan argument yang justru
sangat bertolak belakang dari
anggapan kebanyakan waktu
itu.“Jangan melihat kondisi saat ini,
namun kegiatan retail terkait dengan
investasi proses tersebut butuh
waktu,”ujarnya saat itu.
Bahkan
dirinya mengatakan kedepan kawasan
bisnis yang saat itu sementara
dibangun, bukan tidak mungkin
menjadi surga bagi para “Tukang
shopping” di Asia.
Analisisinya waktu itu justru tidak
terlalu megharapkan pasar dan pelaku
usaha di kawasan tersebut hanya
berasal dari Sulawesi Utara, namun
bagaimana kedepan “Boulevard” Bukan
hanya menjadi Transit untuk shopping
namun lebih dari itu ,menjadi
kawasan wisata belanja melebihi
kawasan kawasan lain di belahan asia.
Dan
memang jika kita mencoba untuk kilas
balik akan anggapan tersebut,
sepertinya saat ini sudah menjadi
kenyataan, sebab harus diakui
Boulevard bukan hanya menjadi
sekedar kawasan bisnis, namun lebih
dari itu dengan pembenahan, keunikan
dan sistim sentralisasi yang
diterapkan, Bolevard sudah menjadi
ancaman bagi kawasan kawasan bisnis
yang terkenal.
“
Ngapain
ke Singapura, di Boulevard Aja”…
kata lugas dan polos tersebut saya
simak dari salah seorang bapak akhir
pekan lalu pada salah satu kawasan
perbelanjaan di Boulevard. Dengan
menjinjing kantong plastic besar
bertuliskan salah satu merek
terkenal, bapak yang mengenaakan
Stelan kemeja rapi, dengan gantungan
seperti tanda peserta secara spontan
meneriakan ke salah satu rekannya
disertai dengan senyum kegembiraan.
Setelah
ditelusuri ternyata kelompok orang
yang berdialek Jawa baru usai
mengikuti salah satu kegiatan yang
dilaksanakan oleh salah satu
perusahaan yang bergerak dibidang
otomotif dan langsung singgah di
kawasan belanja tersebut. Dari
gambaran tersebut mungkin menjadi
satu penilaian rill kalau Manado
khususnya Boulevard sudah menjadi
satu kawasan yang diperhitungkan.
Dan memang siapa yang tidak kenal
dengan Singapura yang menjadi salah
satu Negara wisata belanja terbaik
di Dunia, bahkan dengan tawaran
“Surga belanja” tidak pelak di
Indonesia saja kalangan pejabat baik
ekeskutif maupun legislative
cenderung menjatuhkan pilihan untuk
“Katanya’ Studi banding ke Negeri
Singa tersebut.
Apalagi
Orchard Road salah satu pusat
perbelanjaan terkemuka di Singapura,
selain sudah memiliki reputasi
sampai ke seantero jagad raya ini,
kawasan tersebut juga telah menjadi
idola para turis dan warga Singapura
untuk “Cuci mata” dan berbelanja,
tetapi sekaligus juga menjadi
kawasan untuk bersantai dan melepas
penat setelah seharian sibuk
beraktivitas. (*) -(Penulis
adalah Wartawan Harian lokal.)