Berita Sulut, 28 April, 2008


Ngapain ke Singapura, di Boulevard Aja”

Catatan: Jelly ‘ching’ Siwy
 

KONSEP menjadikan manado Kota Belanja pertama kali saya dengar dari Wakil Walikota Manado saat ini Abdi Buchari, kala itu dirinya belum lama menjabat sebagai kepala biro ekonomi setda provinsi menggantikan Drs Albert Pontoh. Jawaban tersebut dilontarkan, ketika disordorkan pertanyaan soal adanya keraguan jiika Boulevard kedepan akan menjadi “Kawasan mati” yang bukan menjadi surga bagi pebisnis dibidang retail, namun hanya menjadi “Sentra kedai kopi” bahkan ada yang lebih parah lagi anggapan saat itu yang sangat optimis dalam tiga tahun kedepan kawasan yang saat itu sementara dibangun hanya akan menjadi tempat kost mewah.

 

Lantas apa jawaban Abdi yang saat itu miliki kapasitas sebagai ekonom dan menjadi rerkomendasi untuk mencari statement oleh beberapa wartawan bidang ekonomi, dirinya justru memberikan argument yang justru sangat bertolak belakang dari anggapan kebanyakan waktu itu.“Jangan melihat kondisi saat ini, namun kegiatan retail terkait dengan investasi proses tersebut butuh waktu,”ujarnya saat itu.

 

Bahkan dirinya mengatakan kedepan kawasan bisnis yang saat itu sementara dibangun, bukan tidak mungkin menjadi surga bagi para “Tukang shopping” di Asia.

 

Analisisinya waktu itu justru tidak terlalu megharapkan pasar dan pelaku usaha di kawasan tersebut hanya berasal dari Sulawesi Utara, namun bagaimana kedepan “Boulevard” Bukan hanya menjadi Transit untuk shopping namun lebih dari itu ,menjadi kawasan wisata belanja melebihi kawasan kawasan lain di belahan asia.
 

Dan memang jika kita mencoba untuk kilas balik akan anggapan tersebut, sepertinya saat ini sudah menjadi kenyataan, sebab harus diakui Boulevard bukan hanya menjadi sekedar kawasan bisnis, namun lebih dari itu dengan pembenahan, keunikan dan sistim sentralisasi yang diterapkan, Bolevard sudah menjadi ancaman bagi kawasan kawasan bisnis yang terkenal.
 

Ngapain ke Singapura, di Boulevard Aja”… kata lugas dan polos tersebut saya simak dari salah seorang bapak akhir pekan lalu pada salah satu kawasan perbelanjaan di Boulevard. Dengan menjinjing kantong plastic besar bertuliskan salah satu merek terkenal, bapak yang mengenaakan Stelan kemeja rapi, dengan gantungan seperti tanda peserta secara spontan meneriakan ke salah satu rekannya disertai dengan senyum kegembiraan.

 

Setelah ditelusuri ternyata kelompok orang yang berdialek Jawa baru usai mengikuti salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh salah satu perusahaan yang bergerak dibidang otomotif dan langsung singgah di kawasan belanja tersebut. Dari gambaran tersebut mungkin menjadi satu penilaian rill kalau Manado khususnya Boulevard sudah menjadi satu kawasan yang diperhitungkan. Dan memang siapa yang tidak kenal dengan Singapura yang menjadi salah satu Negara wisata belanja terbaik di Dunia, bahkan dengan tawaran “Surga belanja” tidak pelak di Indonesia saja kalangan pejabat baik ekeskutif maupun legislative cenderung menjatuhkan pilihan untuk “Katanya’ Studi banding ke Negeri Singa tersebut.
 

Apalagi Orchard Road salah satu pusat perbelanjaan terkemuka di Singapura, selain sudah memiliki reputasi sampai ke seantero jagad raya ini, kawasan tersebut juga telah menjadi idola para turis dan warga Singapura untuk “Cuci mata” dan berbelanja, tetapi sekaligus juga menjadi kawasan untuk bersantai dan melepas penat setelah seharian sibuk beraktivitas. (*) -(Penulis adalah Wartawan Harian lokal.)