Headlines News
Ekonomi Boleh Lesu Tapi Dana Kampanye Jalan Terus

Sulutlink. Ekonomi Amerika Serikat boleh saja belum pulih. Hutang AS masih belum menumpuk. Tapi, Dana Pemilu tidak tanggung-tanggung. Untuk pencalonan presiden dari Partai Republik di AS saja sudah menghabiskan dana kampanye sekitar US $ 50 juta atau sekitar 450 Miliar rupiah. Ini belum dihitung dari pihak partai Demokrat. Dan yang terbesar nanti adalah pertarungan di final antara Republik dan Demokrat, tahun ini.
Menurut The Center for Responsive Politics, perkiraan belanja kampanye para calon presiden bakal menelan dana sekitar US 6 Miliar, atau sekitar atau sekitar 56 triliun rupiah.
Berbeda dengan Inggris. Dana kampanye partai untuk pemilu 2010 hanya sekitar US$ 49 juta. Angka itu jauh lebih rendah 26% ketimbang realisasi 2005. Menurut Executive Director Transparancy International (TI) Inggris Chandrashekhar Krishnan, setiap dana yang digelontorkan para pendonor itu akan berkonsekuensi terhadap timbal balik tertentu.
Menurut Executive Director TI India Anupama Jha, dana ilegal sekitar US$ 2 miliar diperkirakan bakal habis untuk memenangkan Uttar Pradesh pada pemilihan tahun ini. Dana ilegal itu berasal dari donasi setiap perusahaan. Kabarnya, setiap perusahaan menyumbangkan 5% profitnya untuk dana kampanye. "Keuntungannya, siapa yang menyumbang dana, bisa mengontrol para politisi," ujarnya, seperti dilansir CNN, Kamis (26/1).
Lain lagi dengan Brasil salah satu negara Amerika Latin yang pertumbuhan ekonomi cukup tinggi. Belanja kampanye mereka mencapai US$ 2 miliar. Executive Director TI Brazil Claudio Weber Abramo menyebut, nyaris 99,04% dana yang dihabiskan di Sao Paulo kala itu disumbang oleh para pengusaha. (berbagai sumber)