|
Jangan Dramatisir Masalah
Depot Pertamina Bitung
Laporan: Budi H Rarumangkay
MANADO, Sulutlink.
Polemik keberadaan Depot Logistik Pertamina Bitung yang
telah dieksekusi Pengadilan Negeri (PN) Bitung, pekan
lalu, terus mengemuka. Tak pelak, Gubernur Drs Sinyo
Harry Sarundajang (SHS) angkat bicara. Kepada sejumlah
wartawan, Senin (02/06), mantan Irjen Depdagri tersebut
memastikan keberadaan Depot Pertamina tetap di Sulut.
Penegasan ini dikatakannya menyusul tersiar kabar Depot
akan dipindahkan ke Provinsi Gorontalo.
“Jangan
dramatisir masalah Depot Pertamina Bitung,”katanya.
Gubernur menjelaskan,
pemerintah provinsi Sulut saat ini sedang merintis
tercapainya solusi terbaik, berkaitan sengketa hukum
atas kepemilikan lahan depot Bitung. Pemerintah daerah
menurutnya, telah mempertemukan pihak pertamina serta
ahli waris yang memenangkan gugatan kepemilikan lahan
depot Bitung, untuk membicarakan kompensasi pembayaran
ganti rugi yang bisa disepakati kedua belah pihak.
Lebih jauh Gubernur menilai,
berjalannya proses eksekusi atas lahan depot Bitung
beberapa waktu lalu, akibat tidak berjalannya komunikasi
yang baik antara Pertamina dan ahli waris. Karena itu
pihaknya akan berupaya untuk menjembatani komunikasi
kedua belah pihak, dengan harapan bisa tercapai
kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan yang ada.
Ditegaskannya, masyarakat
tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan hengkangnya
Depot Pertamina dari Sulut. Karena Pertamina sendiri,
sejauh ini belum berpikir untuk melakukan langkah
tersebut.
“Saya
berharap Pertamina dan Ahli waris bisa segera mencapai
kata sepakat terkait sengketa lahan depot Bitung. Agar
Pertamina bisa berkonsentrasi kembali pada tugas
utamanya menjamin kelancaran distribusi BBM di daerah
ini.”katanya lagi sembari menambahkan kemungkinan Depot
hanya akan berpindah tempat tapi tetap di Sulut dan
bukan di Provinsi Gorontalo.
Gubernur bersama unur
muspida Sulut sendiri direncanakan pada Selasa (03/06)
akan bertolak menuju Kota Cakalang untuk membicarakan
masalah ini dengan pihak-pihak terkait.
Diketahui, polemik Depot
Pertamina Bitung ini juga ikut ditanggapi sejumlah
anggota dewan Sulut. Bahkan Wakil Ketua Dewan Sulut
Arthur Kotambunan, menegaskan agar para pimpinan
Pertamina harus diganti. Alasannya, kebijakan Pertamina
dengan menghentikan distribusi BBM selama 6 jam di Sulut
pada tanggal 30 Mei 2008 lalu, telah mengorbankan
masyarakat banyak.
|