Belasan Ormas Sulut Desak Aparat Penjarakan Habib Rizieg !
Laporan: Budi H Rarumangkay
MANADO, Sulutlink. Insiden kekerasan yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) terhadap aksi damai
Alansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di tugu monas Jakarta, Minggu (01/06) lalu, terus menuai kecaman dari berbagai penjuru nusantara. Bahkan kecaman serupa juga datang dari belasan Organisasi Masyarakat (Ormas) di Bumi Nyiur Melambai yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan untuk Indonesia Satu (AKIS). Melalui penggagas aksi damai ini, Benny Ramdhany, Panglima Banser Sulut, mereka mendesak agar ketua FPI segera ditangkap dan dipenjarakan.
“Saya mohon doa dari rekan-rekan, setelah pernyataan sikap dan tuntutan kita ini disampikan, ketua FPI Habib Rizieq sudah ada dalam penjara,” tegas Ramdhany saat bersama-sama belasan pasukan ormas AKIS ketika mendatangi Mapolda Sulut di jalan Bethe3sda Manado, Panglima Banser Sulut, Benny Rhamdani, Rabu (04/06).
Menurut dia, apa yang dilakukan FPI, bukan hanya mencederai demokrasi, tetapi telah menodai Islam, sebab Islam tak pernah mengajarkan kebencian kepada orang lain dan Islam tak pernah mengajarkan kekerasan sebagai penyelesaian masalah. “Sebagai konsekuensi tindakan FPI, kami minta kepada Polisi untuk menangkap para pelaku kekerasan di Monas dan Polisi juga harus segera menangkap Habib Rizieq yang notabene biang kerok dari segala persoalan yang mencoba memecah bela bangsa,”kecamnya.
Dari pantauan wartawan, sedikitnya ada 6 orang perwakilan demonstran yang diterima Wakapolda Sulut, Kombes Pol Paulus E Kalangi. Melalui Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Benny Bella pada wartawan mengatakan, aspirasi dari AKIS telah diterima Polda Sulut. Wakapolda meminta agar peristiwa di Jakarta, tak membawa dampak negatif di Sulut. “Kami minta situasi kondusif di Sulut tetap dipelihara. Kita jangan sampai terprovokasi,” jelas Bella.
Sementara, dalam selebaran yang dibagikan, AKIS menilai FPI telah mencoreng Pancasila sebagai ideologi yang memayungi kebebasan, keadilan dan semangat persatuan bangsa dan lebih khususnya mencoreng citra dan nama besar Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam.
AKIS juga menyampaikan pernyataan mereka lewat Polda Sulut antara lain mengutuk keras aksi kekerasan yang dilakukan FPI dan Laskar Islam kepada AKKBB beberapa waktu lalu, menuntut pemerintah dan aparat penegak hukum agar segera membubarkan FPI, Laskar Islam dan organisasi pendukung lainnya yang mengatas namakan agama untuk melakukan tindakan kekerasan dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Menuntut lembaga kepolisian untuk menangkap dan segera menetapkan tersangka peristiwa kekerasan 1 Juni 2008 di kompleks Monumen Nasional Jakarta dan tangkap dan adili ketua FPI sebagai dalang pelaku tindakan kekerasan yang mengatas namakan agama.
Berikut sejumlah Ormas yang melakukaan aksi demo damai tersebut: GP Ansor Sulut, IPNU Sulut, IPPNU Sulut, Pagar Nusa, Banser Sulut, PMII cabang Manado, Nahdatul Thulab, PMKRI cabang Manado, HMI-MPO cabang Manado, LMND cabang Manado, WALHI Sulut, UpLink Manado, LBH Manado, BEM STAIN Manado dan BEM Unv Dela Salle Manado.