Muntahkan Lahar Dingin
Soputan Kembali
Meletus !
Laporan: Budi H
Rarumangkay
AMURANG, Sulutlink.
Soputan, gunung berapi yang terletak di
Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), sepertinya
tidak pernah berhenti berulah. Kali ini, Soputan
memuntahkan lahar dingin yang disertai
semburan
debu ditambah gempa kecil yang tidak beraturan,
sejak Kamis (05/06) pukul 23.30 wita hingga Jumat
(06/06). Tak pelak kondisi tidak menentu ini membuat
warga disekitarnya kuatir. Apalagi sebagian wilayah
Amurang telah ditutupi semburan debu.
Menurut Sandy Manengkey,
pengawas pos Gunung Soputan yang terletak di Desa
Maliku Kecamatan Amurang Timur, kekuatan gempa yang
terjadi hingga kini belum bisa terdeteksi,
penyebabnya di sekitar gunung masih ditutupi kabut
tebal. Namun terangnya, semburan lahar dingin dan
debu secara kontinyu akan terus berlangsung.
Sementara itu, di sejumlah Desa dan Kecamatan di
Minsel terus dihujani debu dan lahar dingin. Kondisi
ini, tentunya mengancam masyarakat dengan timbulnya
penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
Pemerintah Kabupaten
Minsel sendiri melalui Kabag Humas Andre Winowatan
kepada sejumlah wartawan mengatakan, pihaknya telah
turun lapangan dan melakukan peninjauan di sejumlah
Desa terdekat. Tapi sejauh ini, semuanya masih dalam
situasi aman, karena letusan Soputan masih terbilang
aman.
”Namun Pemkab telah
menyampaikan kepada masyarakat, khususnya yang
berada di sekitar kawasan gunung untuk tetap
berjaga-jaga setiap waktu. Artinya kalau ada tanda–tanda
membahayakan, diharapkan segera mencari daerah yang
lebih aman. Sementara untuk mengatasi terjadinya
ISPA, Pemkab akan
berkoordinasi
dengan Dinas Kesehatan agar segera memberikan
pelayanan pengobatan kepada masyarakat. Termasuk
pembagian masker penutup mulut dan hidung kepada
warga yang ada di lokasi rawan semburan,”katanya.
Diketahui, kejadian
serupa tak hanya di kawasan Minsel saja, semburan
debu dari perut Soputan juga hingga ke Kabupaten
Minahasa Tenggara (Mitra). Khususnya di Kecamatan
Touluaan yang memang berada di kaki gunung berapi
tersebut. Sejumlah warga setempat kepada wartawan
mengaku, letusan sudah dimulai sejak dinihari Kamis
(05/06). Menurut mereka gemuruh yang disertai
letupan sudah terdengar sejak sekitar pukul 01.00
wita. Pun hingga berita ini diturunkan Jumat malam,
semburan masih terus berlangsung.