|
Sualang Desak PLN Antisipasi Pemadaman Listrik
Laporan: Budi H Rarumangkay
MANADO,
Sulutlink. Daerah kita masih
terus berkutat pada masalah ketersediaan listrik. Bahkan
tak jarang PLN sering melakukan pemadaman. Akibatnya,
bukan hanya masyarakat konsumen yang dirugikan melainkan
juga roda putaran ekonomi terganggu. Fenomena ini
memaksa Wakil Gubernur Freddy Harry Sualang , angkat
bicara. Kepada sejumlah wartawan, Senin (09/06), dia
mendesak agar pihak PLN mencari kiat khusus untuk
mengantisipasi pemadaman.
Disebutkannya, daerah kita selama ini
hanya mengandalkan operasional mesin yang ada di
Lahendong. Sementara PLTA Poigar yang kita harapkan
ternyata masuk dalam kawasan hutan lindung dan belum ada
jaminannya mnyusul alih fungsi hutan. “Nah kendala
inilah yang harus diantisipasi karena mengakibatkan
seringnya terjadi pemadaman jika mesin Lahendong
bermasalah. Intinya PLN harus mencari solusi bukan
pemadaman,”tegasnya.
Sualang juga menegaskan, masalah
pemadaman yang dilakukan oleh pihak PLN ini juga
dikawatirkan akan mengganggu pelaksanaan persiapan iven
internasional di Sulut yakni World Ocean Conference (WOC)
2009. Karena, dengan melihat kondisi atau kemampuan dari
PLN saat ini, nampaknya belum cukup mampu untuk memenuhi
kebutuhan akan listrik di daerah ini.
Jadi terangnya, PLN sudah
seharusnya mempercepat proses pembangunan
pembangkit-pembangkit listrik lainnya untuk menambah
kemampuan daya listrik yang ada. Jangan sampai, masalah
kekurangan listrik ini juga yang akan menjadi kendala
bagi pelaksanaan iven-iven atau program-program
pemerintah dan masyarakat daerah ini.
Sementara itu, Ir Herry Untu, Kepala
Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Pemprov Sulut,
mengatakan, pada bulan Oktober 2008 mendatang, krisis
listrik yang dihadapi daerah ini, dapat dikurangi,
menyusul adanya operasional Lahendong III sebesar 20 MW.
“Saat ini PLN tengah melakukan perbaikan rutin. Dan jika
pekerjaan ini selesai, ditambah dengan operasional
Lahendong III, masalah krisis listrik sudah dapat
diatasi,” katanya.
Disisi lain, sejumlah calon investor di
bidang kelistrikan yang telah melakukan MoU dengan
pemprov Sulut, ternyata tidak bisa diharapkan. Pasalnya,
hingga kini kesepakatan tidak pernah terealisasi. Hal
ini juga diakui Untu, khususnya PLTA Sawangan sebesar
2x8 MW. Menurutnya proses ini masih dalam tahapan
permohonan pembelian ke pihak PLN.
Sebab kata Untu, untuk meluluskan
permohonan tersebut, pihak PLN harus melakukannya ekstra
hati-hati. Karena, berdasarkan pengalaman yang ada,
banyak permohonan yang masuk, tetapi kecil sekali yang
direalisasikan. Ditambah lagi dengan pertimbangan, akan
surplus listrik. Artinya, jika pasokan listrik melebihi
kebutuhan, maka sisanya akan menemui kesulitan untuk
menjualnya. Meski demikian dia berharap agar investor
Christian Handinata, dapat lolos dalam tahapan ini,
sehingga PLN sanggup melakukan pembelian.
|