Berita

Artikel

Ranomawuri

Makatana

Timountalun

Topik Kawanua

Suara Kawanua

Plakat Kawanua

Profil Kawanua

Cirita Grap

Polling SL

News Link

 

 Berita Sulut: 10 Juni 2008

Sualang Desak PLN Antisipasi Pemadaman Listrik

Laporan: Budi H Rarumangkay

 

 

MANADO, Sulutlink. Daerah kita masih terus berkutat pada masalah ketersediaan listrik. Bahkan tak jarang PLN sering melakukan pemadaman. Akibatnya, bukan hanya masyarakat konsumen yang dirugikan melainkan juga roda putaran ekonomi terganggu. Fenomena ini memaksa Wakil Gubernur Freddy Harry Sualang , angkat bicara. Kepada sejumlah wartawan, Senin (09/06), dia mendesak agar pihak PLN mencari kiat khusus untuk mengantisipasi pemadaman.

 

Disebutkannya, daerah kita selama ini hanya mengandalkan operasional mesin yang ada di Lahendong. Sementara PLTA Poigar yang kita harapkan ternyata masuk dalam kawasan hutan lindung dan belum ada jaminannya mnyusul alih fungsi hutan. “Nah kendala inilah yang harus diantisipasi karena mengakibatkan seringnya terjadi pemadaman jika mesin Lahendong bermasalah. Intinya PLN harus mencari solusi bukan pemadaman,”tegasnya.

 

Sualang juga menegaskan, masalah pemadaman yang dilakukan oleh pihak PLN ini juga dikawatirkan akan mengganggu pelaksanaan persiapan iven internasional di Sulut yakni World Ocean Conference (WOC) 2009. Karena, dengan melihat kondisi atau kemampuan dari PLN saat ini, nampaknya belum cukup mampu untuk memenuhi kebutuhan akan listrik di daerah ini.

 

Jadi terangnya, PLN sudah seharusnya mempercepat proses pembangunan pembangkit-pembangkit listrik lainnya untuk menambah kemampuan daya listrik yang ada. Jangan sampai, masalah kekurangan listrik ini juga yang akan menjadi kendala bagi pelaksanaan iven-iven atau program-program pemerintah dan masyarakat daerah ini.

 

Sementara itu, Ir Herry Untu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Pemprov Sulut, mengatakan, pada bulan Oktober 2008 mendatang, krisis listrik yang dihadapi daerah ini, dapat dikurangi, menyusul adanya operasional Lahendong III sebesar 20 MW. “Saat ini PLN tengah melakukan perbaikan rutin. Dan jika pekerjaan ini selesai, ditambah dengan operasional Lahendong III, masalah krisis listrik sudah dapat diatasi,” katanya.

 

Disisi lain, sejumlah calon investor di bidang kelistrikan yang telah melakukan MoU dengan pemprov Sulut, ternyata tidak bisa diharapkan. Pasalnya, hingga kini kesepakatan tidak pernah terealisasi. Hal ini juga diakui Untu, khususnya PLTA Sawangan sebesar 2x8 MW. Menurutnya proses ini masih dalam tahapan permohonan pembelian ke pihak PLN.

 

Sebab  kata Untu, untuk meluluskan permohonan tersebut, pihak PLN harus melakukannya ekstra hati-hati. Karena,  berdasarkan pengalaman yang ada, banyak permohonan yang masuk, tetapi kecil sekali yang direalisasikan. Ditambah lagi dengan pertimbangan, akan surplus listrik. Artinya, jika pasokan listrik melebihi kebutuhan, maka sisanya akan menemui kesulitan untuk menjualnya. Meski demikian dia berharap agar investor Christian Handinata, dapat lolos dalam tahapan ini, sehingga PLN sanggup melakukan pembelian.