|
Warga Perbatasan
Sulut-Gorontalo Butuh Perhatian
Dirjen PLA Deptan dan
Wagub Survey Bendungan Sangkub
Laporan: Budi H
Rarumangkay
BOLMUT,
Sulutlink.
Dirjen Pengelolaan Lahan dan Air (PLA)
Departemen Pertanian (Deptan) Ir Hilman Manan dan Wakil
Gubernur Freddy Harry Sualang, mengingatkan agar warga
di dua kecamatan masing-masing Sangkub dan Bintauna
Kabupaten Bolaang-Mongondouw Utara (Bolmut) untuk
menjaga kelestarian hutan disekitar Bendungan Sangkub
yang merupakan bendungan terbesar di Sulut. Hal ini
ditegaskan keduanya saat meninjau pembangunan bendungan
tersebut di desa Pangkusa Kecamatan Sangkub, Kamis
(12/06).
Penegasan ini sangat
beralasan mengingat hutan di atas areal bendungan yang
dibangun sejak tahun 2005 dan selesai pada 2009 ini,
masih marak. Pun saat meninjau bersama Penjabat Bupati
Bolmut Drs HR Makagansa, terlihat bekas-bekas kayu hasil
curian hanyut dan memenuhi bendungan yang mengakibatkan
pendangkalan dan menurunnya debiut air bendungan yang
mampu mengairi kebun persawahn penduduk seluas 3600
hektar.
“Kita
harus menjaga dan merawat bendungan ini. Selain itu,
hentikan penebangan dan pengrusakan hutan. Jika tidak,
bukan hanya bencana banjir yang mengintai, melainkan
ancaman kekeringan mengingat hutan sebagai resapan air
sudah dibabat,”ingat keduanya dalam dialog bersama
sejumlah kelompok tadi setempat seraya menambahkan
daerah kita seharusnya patut bersyukur karena banyak
daerah di Indonesia belum mendapat bantuan pembuatan
bendungan.
Bendungan dengan anggaran
Bantuan Luar Negeri (BLN) melalui Japan Bank
Internasional Corporation (JBIC) sebesar Rp 29 miliar,
diproyeksikan dapat membantu pengairan sawah penduduk
melalui jaringan irigari. Sebelumnya petani padi di dua
kecamatan ini hanya berharap pada tangkapan curah hujan.
Karenanya, baik Manan
maupun Sualang kembali mengingatkan agar kelompok tani
harus digairahkan mengingat daerah Bolmut termasuk
daerah lumbung padi di Sulut bersama saudara Bolsel,
bolmong dan Kota Kotamobagu. “Intinya bagaimana daerah
ini menjadi swasembada beras,”kata mereka.
Sementara
itu, Penjabat Bupati Bolmut HR Makagansa sebdiri
mengatakan, setelah adanya bendungan, pola tanam dengan
mengandalkan tangkapan curah hujan, kini akan ditata
secara sistimatis melalui jaringan pengairan irigasi.
“Ini patut disyukuri. Kedepan nanti diharapkan produksi
padi daerah ini akan meningkat,”tambah Makagansa.
Bersamaan dengan itu,
pada Jumat (13/06) Sualang yang berada di Bolmut selama
dua hari dalam kunjungan kerjasannya di daerah yang
berbatasan langsung dengan Provinsi Gorontalo ini
berkesempatan, menjawab aspirasi warga yang pekan lalu
disampaikan pada Gubernur Sulut Drs Sinyo Harry
Sarundajang yang juga berkunjung ke daerah ini.
Diketahui, dalam kunjungan SHS sebelumnya, warga di desa
Busato Kecamatan Pinogaluman, meminta agar Pemprov Sulut
memenuhi tuntutan mereka akan kebutuhan penerangan
listrik di desa yang terisolir dan dihuni sekitar 120
Kepala Keluarga (KK) tersebut.
Dalam kesempatan ini,
Sualang atas nama Gubernur memberikan bantuan dua unit
Genzet dengan kapasitas penerangan 7.500 watt per unit,
atau mampu menerangi sekitar 120 kepala keluarga. “Saya
mengharapkan bantuan ini dapat, mengurangi masalah
penerangan llistrik terutama untuk membantu anak-anak
yang sedang bersekolah,'' katanya yang disambut suka
cita warga setempat.
Sekedar gambaran sejumlah
desa di daerah ini, selain terisolir karena jaraknya
dengan kota Manado sekitar 300 kilometer lebih, juga
sangat miskin. Selama ini mereka hanya diterangi lampu
botol yang menggunakan minyak tanah untuk penerangan
sehari-harinya. Sualang juga memberikan bantuan dana
segar untuk pembangunan Gereja dan Masjid serta sejumlah
yayasan pendidikan di daerah tersebut.
Sementara itu Kepala
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bolmut Ir Farry Liwe yang
mendampingi Sualang dengan Penjabat Bupati Bolmut HR
Makagansa, mengatakan bahwa pihaknya akan secepatnya
membangun jalan sepanjang 1.2 kilometer serta
pembangunan irigasi melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA)
Propinsi Sulut senilai Rp 4.5 M di Kecamatan
Pinogaluman. ''Irigasi ini dapat mengairi sawah di tiga
desa. Dan perlu diketahui bahwa proyek ini merupakan
irigasi pokok,''pungkasnya.
|