Berita

Artikel

Ranomawuri

Makatana

Timountalun

Topik Kawanua

Suara Kawanua

Plakat Kawanua

Profil Kawanua

Cirita Grap

Polling SL

News Link

 

 Berita Sulut: 14 Juni 2008

Warga Perbatasan Sulut-Gorontalo Butuh Perhatian

Dirjen PLA Deptan dan Wagub Survey Bendungan Sangkub

Laporan: Budi H Rarumangkay

 

BOLMUT, Sulutlink. Dirjen Pengelolaan Lahan dan Air (PLA) Departemen Pertanian (Deptan) Ir Hilman Manan dan Wakil Gubernur Freddy Harry Sualang, mengingatkan agar warga di dua kecamatan masing-masing Sangkub dan Bintauna Kabupaten Bolaang-Mongondouw Utara  (Bolmut) untuk menjaga kelestarian hutan disekitar Bendungan Sangkub yang merupakan bendungan terbesar di Sulut. Hal ini ditegaskan keduanya saat meninjau pembangunan bendungan tersebut di desa Pangkusa Kecamatan Sangkub, Kamis (12/06).

 

Penegasan ini sangat beralasan mengingat hutan di atas areal bendungan yang dibangun sejak tahun 2005 dan selesai pada 2009 ini, masih marak. Pun saat meninjau bersama Penjabat Bupati Bolmut Drs HR Makagansa, terlihat bekas-bekas kayu hasil curian hanyut dan memenuhi bendungan yang mengakibatkan pendangkalan dan menurunnya debiut air bendungan yang mampu mengairi kebun persawahn penduduk seluas 3600 hektar.    

 

“Kita harus menjaga dan merawat bendungan ini. Selain itu, hentikan penebangan dan pengrusakan hutan. Jika tidak, bukan hanya bencana banjir yang mengintai, melainkan ancaman kekeringan mengingat hutan sebagai resapan air sudah dibabat,”ingat keduanya dalam dialog bersama sejumlah kelompok tadi setempat seraya menambahkan daerah kita seharusnya patut bersyukur karena banyak daerah di Indonesia belum mendapat bantuan pembuatan bendungan.

 

Bendungan dengan anggaran Bantuan Luar Negeri (BLN) melalui Japan Bank Internasional Corporation (JBIC) sebesar Rp 29 miliar, diproyeksikan dapat membantu pengairan sawah penduduk melalui jaringan irigari. Sebelumnya petani padi di dua kecamatan ini hanya berharap pada tangkapan curah hujan.

 

Karenanya, baik Manan maupun Sualang kembali mengingatkan agar kelompok tani harus digairahkan mengingat daerah Bolmut termasuk daerah lumbung padi di Sulut bersama saudara Bolsel, bolmong dan Kota Kotamobagu. “Intinya bagaimana daerah ini menjadi swasembada beras,”kata mereka.

 

Sementara itu, Penjabat Bupati Bolmut HR Makagansa sebdiri mengatakan, setelah adanya bendungan, pola tanam dengan mengandalkan tangkapan curah hujan, kini akan ditata secara sistimatis melalui jaringan pengairan irigasi. “Ini patut disyukuri. Kedepan nanti diharapkan produksi padi daerah ini akan meningkat,”tambah Makagansa.

 

Bersamaan dengan itu, pada Jumat (13/06) Sualang yang berada di Bolmut selama dua hari dalam kunjungan kerjasannya di daerah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Gorontalo ini berkesempatan, menjawab aspirasi warga yang pekan lalu disampaikan pada Gubernur Sulut Drs Sinyo Harry Sarundajang yang juga berkunjung ke daerah ini. Diketahui, dalam kunjungan SHS sebelumnya, warga di desa Busato Kecamatan Pinogaluman, meminta agar Pemprov Sulut memenuhi tuntutan mereka akan kebutuhan penerangan listrik di desa yang terisolir dan dihuni sekitar 120 Kepala Keluarga (KK) tersebut.

 


Dalam kesempatan ini, Sualang atas nama Gubernur memberikan bantuan dua unit Genzet dengan kapasitas penerangan 7.500 watt per unit, atau mampu menerangi sekitar 120 kepala keluarga. “Saya mengharapkan bantuan ini dapat, mengurangi masalah penerangan llistrik terutama untuk membantu anak-anak yang sedang bersekolah,'' katanya yang disambut suka cita warga setempat.

 

Sekedar gambaran sejumlah desa di daerah ini, selain terisolir karena jaraknya dengan kota Manado sekitar 300 kilometer lebih, juga sangat miskin. Selama ini mereka hanya diterangi lampu botol yang menggunakan minyak tanah untuk penerangan sehari-harinya. Sualang juga memberikan bantuan dana segar untuk pembangunan Gereja dan Masjid serta sejumlah yayasan pendidikan di daerah tersebut.

 

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bolmut Ir Farry Liwe yang mendampingi Sualang dengan Penjabat Bupati Bolmut HR Makagansa, mengatakan bahwa pihaknya akan secepatnya membangun jalan sepanjang 1.2 kilometer serta pembangunan irigasi melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) Propinsi Sulut senilai Rp 4.5 M di Kecamatan Pinogaluman. ''Irigasi ini dapat mengairi sawah di tiga desa. Dan perlu diketahui bahwa proyek ini merupakan irigasi pokok,''pungkasnya.