|
Terpanggil Tingkatkan SDM
Tou Minahasa
Yayasan Humphrey Djemat
Lakukan Pengobatan Gratis di Minsel
Laporan: Budi H Rarumangkay
MANADO,
Sulutlink. Berawal tahun 2007
lalu, beberapa Tou Minahasa yang berada di Jakarta
terpanggil untuk melayani Tuhan dalam bentuk berbagi
Kasih dengan anak-anak panti asuhan dan anak-anak
jalanan. Untuk mewujudkan panggilan inilah dibentuk tim
kecil bernama Pelayanan Kasih yang kemudian
melakukan kegiatan-kegiatan peribadahan bersama,
pemberian bea siswa serta pemeriksaan dan pengobatan
gratis. Hal ini yang mendorong para pendiri, penasihat
dan pembina Yayasan Humphrey Djemat (Spiritual Forming
Charity Empowerment) yang diketuai Paulina Sinjal SH
untuk mengentaskan kemiskinan dan peningkatan SDM di
Bumi Nyiur Melambai.
“Tanggal 16-21 Juni 2008 ini,
yayasan kami akan melakukan operasi Katarak gratis bagi
38 orang penderita yang terdiri dari 18 orang pria dan
20 orang perempuan dengan rentang usia antara 28 tahun
hingga 83 tahun di Rumah Sakit Kalooran GMIM Amurang
Minsel. Operasi Katark gratis ini diselenggarakan berkat
kerjasama dengan PERDAMI (Persatuan Dokter Ahli Mata
Indonesia) Sulut. Menariknya, dari semua calon pasein
yang ada bukan hanya dari golongan Kristen melainkan
juga dari golongan Muslim. Juga akan membantu masyarakat
petani di Minsel dengan pemberian peralatan
pertanian,”terang Paulina dalam jumpa pers yayasan ini
di Manado, Sabtu (14/06).
Tahap pertama ini akan
dilakukan di Minsel, selanjutnya akan dilakukan di
seluruh daerah Nyiur Melambai. “Minsel akan dilakukan
pilot project,”jelas Drs Berni Tamara. “ Dan untuk
pelaksanaan penyuluhan pengentasan kemiskinan melalui
peran kaum ibu dan perempuan akan di mulai dari desa
Maliku dan Kota Menara Minsel dengan bekerjasama Biro
Pemberdayaan Pemprov,”tambah Lucky Korah.
Selain itu, timpal Paulina
untuk meningkatkan pelestarian bahasa ibu, Yayasan
Humphrey Djemat bekerjasama dengan panitia Kongres
Kebudayaan Minahasa 2009 (KKM-2009), akan melaksanakan
Mengkowa’an Masino’ow Matontemboan (Lomba Pidato
Berbahasa Tontemboan). Karenanya diharapkan seluruh
pencinta budaya Minahasa, utamanya generasi muda, dapat
mengikuti lomba ini, dengan harapan supaya bisa memberi
manfaat bagi kejayaan budaya Minahasa,.
Upaya ini kata Paulina, yang
dalam kesempatan itu juga dihadiri oleh Ir Lucky Korah
sebagai Pembina, Drs Berny Tamara, Henny Wisye Langi SE
sebagai pengawas yayasan, pemimpin operasional katarak
Dr HJG Sumual yang juga sebagai ketua PERDAMI Sulut dan
Direktur Rumah Sakit Kalooran Dr D Katiandagho, sebagai
bentuk untuk melestarikan bahasa ibu. Sebab katanya,
dalam catatan PBB, UNESCO, dari 6000 bahasa di dunia, 50
persennya terancam punah. Dari 6000 bahasa itu, 61
persen di pakai di kawasan Asia-Pasifik dan dari jumlah
itu, 300 bahasa dalam kondisi hampir punah.
Lewat peringatan Bahasa Ibu
Sedunia pada tanggal 21 Februari, diharapkan semua pihak
peduli untuk ikut melestarikan bahasa-bahasa dunia,
termasuk di dalamnya upaya –upaya untuk melestarikan
bahasa ibu di Indonesia yang diperkirakan mencapai 700
bahasa dan didalamnya juga termasuk bahasa Minahasa.
Yayasan Humphrey Djemat yang
berkantor pusat di Plaza Gani Djemat lantai 7, jalan
Imam Bonjol 76-78 Jakarta, yang dalam sepak terjangnya
selalu berpedoman ayat suci Alkibat 2 Korintus 8 :14-15.
Menurut pendirinya, Humphrey Djemat, pada intinya tujuan
yayasan ini bagaimana mendidik anak bangsa menjadi lebih
baik dari sekarang.
|