Berita

Artikel

Ranomawuri

Makatana

Timountalun

Topik Kawanua

Suara Kawanua

Plakat Kawanua

Profil Kawanua

Cirita Grap

Polling SL

News Link

 

 Berita Sulut: 16 Juni 2008

Terpanggil Tingkatkan SDM Tou Minahasa

Yayasan Humphrey Djemat Lakukan Pengobatan Gratis di Minsel

Laporan: Budi H Rarumangkay

 

MANADO, Sulutlink. Berawal tahun 2007 lalu, beberapa Tou Minahasa yang berada di Jakarta terpanggil untuk melayani Tuhan dalam bentuk berbagi Kasih dengan anak-anak panti asuhan dan anak-anak jalanan. Untuk mewujudkan panggilan inilah dibentuk tim kecil bernama Pelayanan Kasih yang kemudian melakukan kegiatan-kegiatan peribadahan bersama, pemberian bea siswa serta pemeriksaan dan pengobatan gratis. Hal ini yang mendorong para pendiri, penasihat dan pembina Yayasan Humphrey Djemat (Spiritual Forming Charity Empowerment) yang diketuai Paulina Sinjal SH untuk mengentaskan kemiskinan dan peningkatan SDM di Bumi Nyiur Melambai.

 

“Tanggal 16-21 Juni 2008 ini, yayasan kami akan melakukan operasi Katarak gratis bagi 38 orang penderita yang terdiri dari 18 orang pria dan 20 orang perempuan dengan rentang usia antara 28 tahun hingga 83 tahun di Rumah Sakit Kalooran GMIM Amurang Minsel. Operasi Katark gratis ini diselenggarakan berkat kerjasama dengan PERDAMI (Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia) Sulut. Menariknya, dari semua calon pasein yang ada bukan hanya dari golongan Kristen melainkan juga dari golongan Muslim. Juga akan membantu masyarakat petani di Minsel dengan pemberian peralatan pertanian,”terang Paulina dalam jumpa pers yayasan ini di Manado, Sabtu (14/06).

 

Tahap pertama ini akan dilakukan di Minsel, selanjutnya akan dilakukan di seluruh daerah Nyiur Melambai. “Minsel akan dilakukan pilot project,”jelas Drs Berni Tamara. “ Dan untuk pelaksanaan penyuluhan pengentasan kemiskinan melalui peran kaum ibu dan perempuan akan di mulai dari desa Maliku dan Kota Menara Minsel dengan bekerjasama Biro Pemberdayaan Pemprov,”tambah Lucky Korah.

 

Selain itu, timpal Paulina untuk meningkatkan pelestarian bahasa ibu, Yayasan Humphrey Djemat bekerjasama dengan panitia Kongres Kebudayaan Minahasa 2009 (KKM-2009), akan melaksanakan Mengkowa’an Masino’ow Matontemboan (Lomba Pidato Berbahasa Tontemboan). Karenanya diharapkan seluruh pencinta budaya Minahasa, utamanya generasi muda, dapat mengikuti lomba ini, dengan harapan supaya bisa memberi manfaat bagi kejayaan budaya Minahasa,.

 

Upaya ini kata Paulina, yang dalam kesempatan itu juga dihadiri oleh Ir Lucky Korah sebagai Pembina, Drs Berny Tamara, Henny Wisye Langi SE sebagai pengawas yayasan, pemimpin operasional katarak Dr HJG Sumual yang juga  sebagai ketua PERDAMI Sulut dan Direktur Rumah Sakit Kalooran Dr D Katiandagho, sebagai bentuk untuk melestarikan bahasa ibu. Sebab katanya, dalam catatan PBB, UNESCO, dari 6000 bahasa di dunia, 50 persennya terancam punah.  Dari 6000 bahasa itu, 61 persen di pakai di kawasan Asia-Pasifik dan dari jumlah itu, 300 bahasa dalam kondisi hampir punah.

 

Lewat peringatan Bahasa Ibu Sedunia pada tanggal 21 Februari, diharapkan semua pihak peduli untuk ikut melestarikan bahasa-bahasa dunia, termasuk di dalamnya upaya –upaya untuk melestarikan bahasa ibu di Indonesia yang diperkirakan mencapai 700 bahasa dan didalamnya juga termasuk bahasa Minahasa.

 

Yayasan Humphrey Djemat yang berkantor pusat di Plaza Gani Djemat lantai 7, jalan Imam Bonjol 76-78 Jakarta, yang dalam sepak terjangnya selalu berpedoman ayat suci Alkibat 2 Korintus 8 :14-15. Menurut pendirinya, Humphrey Djemat, pada intinya tujuan yayasan ini bagaimana mendidik anak bangsa menjadi lebih baik dari sekarang.