Berita

Artikel

Ranomawuri

Makatana

Timountalun

Topik Kawanua

Suara Kawanua

Plakat Kawanua

Profil Kawanua

Cirita Grap

Polling SL

News Link

 

 Berita Sulut: 16 Juni 2008

Pohon Kelapa Diserang Busuk Pucuk

Ribuan Warga Minsela Ancam Demo Pemerintah

Laporan Denni Pinontoan

 

Sulutlink.com, Manado. Ribuan petani kelapa asal Minsela (Minahasa Selatan Atas) mengancam akan menggelar demo besar-besaran terkait kinerja Dinas Perkebunan Minahasa Selatan (Minsel) yang dinilai kurang serius dan terkesan pilih kasih dalam mengatasi penyakit busuk pucuk pohon kelapa di 17 kecamatan di Kabupaten Minsel.

 

Ferry Taroreh dan Steven Legi, tokoh pemuda asal kecamatan Motoling Sabtu (14/06) mengatakan, mereka bersama dengan ribuan petani kelapa asal Kecamatan Motoling dan Ranoyapo serta sejumlah kecamatan lainnya di kabupaten teguh bersinar itu berencana akan menggelar demo terkait dengan ketidakseriusan Dinas Perkebunan Minsel dalam mengatasi persoalan penyakit busuk pucuk yang mengancam ribuan kelapa di daerahnya. “Kami sangat kecewa dengan kinerja pemerintah Minahasa Selatan dalam hal ini Dinas Perkebunan yang hingga kini belum melakukan apa-apa untuk mencegah makin buruknya keadaan pohon kelapa kami akibat penyakit busuk pucuk tersebut,” kata keduanya. 

 

Menanggapi hal itu, Kadis Perkebunan Minsel, Ir Izaak Habibu kepada wartawan mengatakan, membantah tudingan warga Minsela kepada pihaknya. “Ya, itu tidak benar. Karena kami sudah melakukan yang terbaik dan maksimal tanpa mengenal waktu serta tak pilih kasih dalam memberikan pelayanan. Kami sudah maksimal memberantas penyakit busuk pucuk di Minsel,” kata Habibu.

 

Data dari Dinas Perkebunan Sulut, laju kerusakan akibat hama Sexava dan jamur busuk pucuk (1.752.078 pohon), 3 kali lebih besar dibadingkan dengan tingkat peremajaan kelapa (574.000 pohon).

Dengan asumsi mortalitas (kepunahan) kelapa hanya oleh Sexava dan busuk pucuk (Phytopthora palmivora) saja sebanyak 1.752.078 pohon per tahun, diperkirakan 17 tahun ke depan atau 2024 kelapa di Sulut tinggal kenangan.