|
370 Calon Praja IPDN Sulut
Mulai Ditest
Ratusan Orang Tua Calon
Siswa Keluhkan Biaya Administrasi
Laporan: Budi H Rarumangkay
MANADO,
Sulutlink. Ratusan Orang tua
calon siswa IPDN asal Sulut keluhkan besaran biaya
administrasi untuk masuk sekolah calon abdi negara
tersebut. Pasalnya, ke 370 calon siswa dari 13 Kabupaten
dan Kota se Sulut yang dinyatakan lulus berkas dan mulai
mengikuti ujian Psikologi Senin (16/06) diruangan Huyula
Kantor Gubernur itu, dikenakan biaya Rp 250 ribu per
siswa. Itu belum termasuk, ujian ke Semaptaan, Akademik,
Pantohir yang rata-rata besarannya sama dengan test
psikologi. Belum lagi test kesehatan sebesar Rp 400 ribu
persiswa, yang kalau ditotal mencapai jutaan rupiah.
“Adoh kasiang, sedangkan
torang ada datang kamari kurang ba pinjam, belum lagi
biaya makan selama di Manado dan sewa kamar (kost),”keluh
beberapa orang ibu-ibu asal Bolmong, Sangihe dan Talaud.
Kendati demikian, besaran
biaya adiminstrasi tersebut menurut Jeffrey Korengkeng
SH Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Sulut,
sudah sesuai petunjuk teknis (Juknis) dari pusat.
Sementara Pemprov Sulut hanya melakukan perekrutan.
“Untuk biaya administrasinya sudah ditentukan pusat. BKD
Sulut tidak memegang uangnya karena langsung disetor
melalui perwakilan pusat yang ikut memantau jalannya
ujian. Begitu juga untuk test kesehatan, calon siswa
langsung membayar ke Rumah Sakit (RS) Wolter Monginsidi
Teling, yang ditunjuk sebagai pelaksana,”terangnya
seraya menambahkan yang ditanggung pemprov adalah biaya
peralatan ATK untuk ujian serta biaya panitia dan
pengawas.
Ditambahkan Korengkeng,
besaran biaya tersebut nantinya akan membengkak lagi
manakala calon siswa dinyatakan lulus setelah berkas
ujiannya diperiksa di Jatinangor dan ditandatangani oleh
Gubernur Sulut. Para siswa katanya, harus menanggung
sendiri biaya keberangkatan ke kampus IPDN Jatinangor.
Lanjut Korengkeng, sistim
penerimaan kali ini berlainan dengan yang dulu. Jika
lalu, siswa langsung menerima gaji pada saat masuk
sekolah, namun kali ini nanti setelah lulus dan diangkat
sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Ini sebagai
antisipasi jika siswa berurusan dengan masalah hukum.
Dulu, meski siswa sudah melanggar hukum namun sulit
melakukan pemecatan. Contohnya saat ini banyak yang
bermasalah dengan hukum tapi sudah menjadi ajudan kepala
daerah. Tapi sekarang, jika melanggar hukum langsung
dipecat,”tegasnya.
Menyingung jumlah yang akan
diterima tahun 2008 ini, katanya, dari 370 calon siswa
hanya 30 orang yang akan diterima di kampus IPDN
Jatinangor. Sedangkan untuk tempat perkuliahan di Badan
Diklat (Badiklat) Maumbi dan Kalasey, nanti pada tahun
ajaran 2009. “Nah, ini yang jumlahnya 100 orang. Namun
pemprov Sulut saat ini terus berjuang agar kampus IPDN
di Sulut bisa mulai kuliah tahun 2008 ini, agar lebih
banyak putra-putri daerah yang bisa masuk,”katanya lagi
seraya mengatakan, ke 370 calon siswa tersebut, ditest
setelah turunnya Surat Mendagri nomor 892.22/1155/Sj
tanggal 5 Mei 2003, tentang penerimaan calon praja IPDN
tahun ajaran 2008/2009.
Berikut jadwal ujian dan
jumlah peserta dari 13 Kabupaten dan Kota:
-
Senin (16/06)- Selasa
(17/06) test Psikologi.(Tim Jatinangor-Depdagri).
-
Tanggal 7-9 Juli ujian
ke Semaptaan (Penguji Korem 131 Santiago).
-
Tanggal 8-9 Juli ujian
Akademik (Depdagri).
-
Tanggal 4-9 Agustus
ujian PANTOHIR tahap I
-
Tanggal 11-13 Agustus
ujian PANTOHIR tahap II di Jatinangor.
Kabupaten
-Kota Jumlah Siswa
-
Minahasa
43
-
Minsel
37
-
Minut
43
-
Mitra
29
-
Bolmong
13
-
Bolmut
11
-
Sangihe
8
-
Talaud
8
-
Sitaro
8
-
Manado 82
-
Tomohon 44
-
Bitung
31
-
Kotamobagu
12
TOTAL 370
(sumber data BKD Pemprov
Sulut, red)
|