Berita

Artikel

Ranomawuri

Makatana

Timountalun

Topik Kawanua

Suara Kawanua

Plakat Kawanua

Profil Kawanua

Cirita Grap

Polling SL

News Link

 

 Berita Sulut: 17 Juni 2008

370 Calon Praja IPDN Sulut Mulai Ditest

Ratusan Orang Tua Calon Siswa Keluhkan Biaya Administrasi

Laporan: Budi H Rarumangkay

 

MANADO, Sulutlink. Ratusan Orang tua calon siswa IPDN asal Sulut keluhkan besaran biaya administrasi untuk masuk sekolah calon abdi negara tersebut. Pasalnya, ke 370 calon siswa dari 13 Kabupaten dan Kota se Sulut yang dinyatakan lulus berkas dan mulai mengikuti ujian Psikologi Senin (16/06) diruangan Huyula Kantor Gubernur itu, dikenakan biaya Rp 250 ribu per siswa. Itu belum termasuk, ujian ke Semaptaan, Akademik, Pantohir yang rata-rata besarannya sama dengan test psikologi. Belum lagi test kesehatan sebesar Rp 400 ribu persiswa, yang kalau ditotal mencapai jutaan rupiah.

 

“Adoh kasiang, sedangkan torang ada datang kamari kurang ba pinjam, belum lagi biaya makan selama di Manado dan sewa kamar (kost),”keluh beberapa orang ibu-ibu asal Bolmong, Sangihe dan Talaud. 

 

Kendati demikian, besaran biaya adiminstrasi tersebut menurut Jeffrey Korengkeng SH Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Sulut, sudah sesuai petunjuk teknis (Juknis) dari pusat. Sementara Pemprov Sulut hanya melakukan perekrutan. “Untuk biaya administrasinya sudah ditentukan pusat. BKD Sulut tidak memegang uangnya karena langsung disetor melalui perwakilan pusat yang ikut memantau jalannya ujian. Begitu juga untuk test kesehatan, calon siswa langsung membayar ke Rumah Sakit (RS) Wolter Monginsidi Teling, yang ditunjuk sebagai pelaksana,”terangnya seraya menambahkan yang ditanggung pemprov adalah biaya peralatan ATK untuk ujian serta biaya panitia dan pengawas.

 

Ditambahkan Korengkeng, besaran biaya tersebut nantinya akan membengkak lagi manakala calon siswa dinyatakan lulus setelah berkas ujiannya diperiksa di Jatinangor dan ditandatangani oleh Gubernur Sulut. Para siswa katanya, harus menanggung sendiri biaya keberangkatan ke kampus IPDN Jatinangor.

 

Lanjut Korengkeng, sistim penerimaan kali ini berlainan dengan yang dulu. Jika lalu, siswa langsung menerima gaji pada saat masuk sekolah, namun kali ini nanti setelah lulus dan diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Ini sebagai antisipasi jika siswa berurusan dengan masalah hukum. Dulu, meski siswa sudah melanggar hukum namun sulit melakukan pemecatan. Contohnya saat ini banyak yang bermasalah dengan hukum tapi sudah menjadi ajudan kepala daerah. Tapi sekarang, jika melanggar hukum langsung dipecat,”tegasnya.

 

Menyingung jumlah yang akan diterima tahun 2008 ini, katanya, dari 370 calon siswa hanya 30 orang yang akan diterima di kampus IPDN Jatinangor. Sedangkan untuk tempat perkuliahan di Badan Diklat (Badiklat) Maumbi dan Kalasey, nanti pada tahun ajaran 2009. “Nah, ini yang jumlahnya 100 orang. Namun pemprov Sulut saat ini terus berjuang agar kampus IPDN di Sulut bisa mulai kuliah tahun 2008 ini, agar lebih banyak putra-putri daerah yang bisa masuk,”katanya lagi seraya mengatakan, ke 370 calon siswa tersebut, ditest setelah turunnya Surat Mendagri nomor 892.22/1155/Sj tanggal 5 Mei 2003, tentang penerimaan calon praja IPDN tahun ajaran 2008/2009.

 

Berikut jadwal ujian dan jumlah peserta dari 13 Kabupaten dan Kota:

  1. Senin (16/06)- Selasa (17/06) test Psikologi.(Tim Jatinangor-Depdagri).

  2. Tanggal 7-9 Juli ujian ke Semaptaan (Penguji Korem 131 Santiago).

  3. Tanggal 8-9 Juli ujian Akademik (Depdagri).

  4. Tanggal 4-9  Agustus ujian PANTOHIR tahap I

  5. Tanggal 11-13 Agustus ujian PANTOHIR tahap II di Jatinangor.

 

      Kabupaten -Kota              Jumlah Siswa

  1. Minahasa                             43

  2. Minsel                                  37

  3. Minut                                   43

  4. Mitra                                    29

  5. Bolmong                              13

  6. Bolmut                                 11

  7. Sangihe                                 8

  8. Talaud                                   8

  9. Sitaro                                    8

  10. Manado                                82

  11. Tomohon                              44

  12. Bitung                                   31

  13. Kotamobagu                         12

TOTAL                                 370             

(sumber data BKD Pemprov Sulut, red)