Berita

Artikel

Ranomawuri

Makatana

Timountalun

Topik Kawanua

Suara Kawanua

Plakat Kawanua

Profil Kawanua

Cirita Grap

Polling SL

News Link

 

 Berita Sulut: 17 Juni 2008

Manado Berbenah Sambut WOC 2009 -MKPD 2010

Lumentut Pertanyakan Layanan Touris Information Centre

Laporan: Budi H Rarumangkay
 

MANADO, Sulutlink. Minimnya layanan Touris Information Centre (TIC) di Bandara Samratulangi Manado, menjadi sorotan serius Sekertaris Kota (Sekot) Manado, Ir Vicky Lumentut. Menurutnya, Manado sebagai tempat pelaksanaan berbagai ivent internasional justru menjadi pincang dalam pemberian informasi bagi turis mencanegara saat tiba di Bandara. Padahal kata dia, pelaksanaan World Ocean Conference (WOC) 2009 dan Manado Kota Pariwisata Dunia (MKPD) 2010, semakin dekat.

 

“Pemprov Sulut sebaiknya segera menata layanan informasi untuk kemudahan bagi wisatawan mancanegara saat melancong ke daerah kita. Sebab, bukan tidak sedikit para turis mengeluhkan minimnya layanan Touris Information Centre,”katanya saat rapat koordinasi bersama intansi terkait dengan Pemprov Sulut diruangan Asisten II Dra Marietha Kuntag, Selasa (17/06).

 

Lumentut kemudian membeberkan sejumlah persoalan yang menurutnya terlihat kecil namun sangat berpengaruh pada peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara di Manado. Seperti; layanan Imigrasi yang ada di Bandara, dimana dari tahun ke tahun sering di keluhkan dan dianggap tidak profesional. Malahan yang ada justru menyulitkan para turis. Sudah begitu keadaan toilet di Bandara tidak terurus bahkan terkesan jorok. Begitu juga dengan layanan fasilitas money changer perlu ditambah sebab di Manado mungkin baru ada dua tempat.

 

“Khususnya untuk Bandara Samratulangi perlu mendapat perhatian serius karena merupakan pintu gerbang masuk ke Manado dan Sulut pada umumnya. Makanya dalam waktu dekat ini, kami akan menata sejumlah lokasi untuk pelayanan terpadu dan kemudahan bagi pelancong khususnya di Kota Manado, seperti penyediaan kios-kios souvenir dan perbaikan trotoar agar terlihat indah dipandang. Kami juga berharap agar intansi terkait dapat bekerjasama dengan baik,”katanya dalam rapat yang juga dihadiri Kadis PU Ir Alex Wowor, Kepala Biro Pembangunan Ir Jhony Lolong, PLN Suluttenggo, PT Telkom, PT Angkasa Pura dan PT Air Manado dan perwakilan PT Novotel.
 

Pemkot Manado tambah Lumentut, saat ini terus melakukan pembenahan dan perbaikan sejumlah infrastruktur, seperti lokasi wisata jalan lingkar Pulau Bunaken, pembenahan pusat Kota, relokasi warga di Kampung Texas, pelabuhan Manado (Kalimas) dan sepanjang bantaran DAS Tondano. Termasuk tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Sumompo.

 

“Kami juga berharap agar jembatan Soekarno dan jembatan Megawati dapat segera selesai mengingat banyaknya komplain warga jika musim penghujan datang. Selain itu, untuk antisipasi kemacetan pusat kota,”katanya.
 

Lantas bagaimana sikap Pemprov Sulut ? Asisten II Dra Marietha Kuntag sendiri ikut menyayangkan layanan Imigrasi di Bandara. Bahkan katanya, bukan hanya tidak profesional melainkan sudah menjadi sarang pungli. Karenanya dia mendesak agar instansi terkait segera melakukan pembenahan diri. Jika perlu atasannya mengambil langkah tegas jika kedapatan anak buahnya melakukan pungli di Bandara.

 

Sedangkan untuk pelayanan Touris Information Centre, diakuinya sudah berjalan namun belum optimal. “Karenanya Dinas Pariwisata Sulut harus turun lapangan dan segera membenahi apa saja yang belum lengkap,”tegasnya.
 

Sementara itu, untuk kelanjutan pembangunan jembatan Soekarno dan jembatan Megawati menurut Kadis PU Sulut Ir Alex Wowor, tetap dalam on skejul, artinya akan selesai sesuai jadwal. Dimana jembatan Megawati direncanakan selesai pada bulan September 2008 ini, sedangkan jembatan Soekarno akan berfungsi sebelum pelaksanaan WOC 2009 bulan Mei. “Setelah itu, kelanjutan pembangunan Boulevard tahap II,”katanya.

 

Dalam kesempatan itu juga Wowor menjelaskan pelebaran jalan Bandara-Manado yang terganjal pembebasan tanah. Dimana pemilik lahan ternyata berada di luar kota sehingga menyulitkan pembayaran. Begitu juga perbaikan jaringan Telkom, PDAM dan PLN. “Harus ada Satgas khusus untuk menangani persoalan ini agar tidak tumpang tindih,”pungkasnya.