|
Manado Berbenah Sambut WOC
2009 -MKPD 2010
Lumentut Pertanyakan Layanan
Touris Information Centre
Laporan: Budi H Rarumangkay
MANADO,
Sulutlink. Minimnya layanan
Touris Information Centre (TIC) di Bandara Samratulangi
Manado, menjadi sorotan serius Sekertaris Kota (Sekot)
Manado, Ir Vicky Lumentut. Menurutnya, Manado sebagai
tempat pelaksanaan berbagai ivent internasional justru
menjadi pincang dalam pemberian informasi bagi turis
mencanegara saat tiba di Bandara. Padahal kata dia,
pelaksanaan World Ocean Conference (WOC) 2009 dan Manado
Kota Pariwisata Dunia (MKPD) 2010, semakin dekat.
“Pemprov Sulut sebaiknya
segera menata layanan informasi untuk kemudahan bagi
wisatawan mancanegara saat melancong ke daerah kita.
Sebab, bukan tidak sedikit para turis mengeluhkan
minimnya layanan Touris Information Centre,”katanya saat
rapat koordinasi bersama intansi terkait dengan Pemprov
Sulut diruangan Asisten II Dra Marietha Kuntag, Selasa
(17/06).
Lumentut kemudian
membeberkan sejumlah persoalan yang menurutnya terlihat
kecil namun sangat berpengaruh pada peningkatan
kunjungan wisatawan mancanegara di Manado. Seperti;
layanan Imigrasi yang ada di Bandara, dimana dari tahun
ke tahun sering di keluhkan dan dianggap tidak
profesional. Malahan yang ada justru menyulitkan para
turis. Sudah begitu keadaan toilet di Bandara tidak
terurus bahkan terkesan jorok. Begitu juga dengan
layanan fasilitas money changer perlu ditambah sebab di
Manado mungkin baru ada dua tempat.
“Khususnya untuk Bandara
Samratulangi perlu mendapat perhatian serius karena
merupakan pintu gerbang masuk ke Manado dan Sulut pada
umumnya. Makanya dalam waktu dekat ini, kami akan menata
sejumlah lokasi untuk pelayanan terpadu dan kemudahan
bagi pelancong khususnya di Kota Manado, seperti
penyediaan kios-kios souvenir dan perbaikan trotoar agar
terlihat indah dipandang. Kami juga berharap agar
intansi terkait dapat bekerjasama dengan baik,”katanya
dalam rapat yang juga dihadiri Kadis PU Ir Alex Wowor,
Kepala Biro Pembangunan Ir Jhony Lolong, PLN Suluttenggo,
PT Telkom, PT Angkasa Pura dan PT Air Manado dan
perwakilan PT Novotel.
Pemkot Manado tambah
Lumentut, saat ini terus melakukan pembenahan dan
perbaikan sejumlah infrastruktur, seperti lokasi wisata
jalan lingkar Pulau Bunaken, pembenahan pusat Kota,
relokasi warga di Kampung Texas, pelabuhan Manado (Kalimas)
dan sepanjang bantaran DAS Tondano. Termasuk tempat
pembuangan sampah akhir (TPA) Sumompo.
“Kami juga berharap agar
jembatan Soekarno dan jembatan Megawati dapat segera
selesai mengingat banyaknya komplain warga jika musim
penghujan datang. Selain itu, untuk antisipasi kemacetan
pusat kota,”katanya.
Lantas bagaimana sikap
Pemprov Sulut ? Asisten II Dra Marietha Kuntag sendiri
ikut menyayangkan layanan Imigrasi di Bandara. Bahkan
katanya, bukan hanya tidak profesional melainkan sudah
menjadi sarang pungli. Karenanya dia mendesak agar
instansi terkait segera melakukan pembenahan diri. Jika
perlu atasannya mengambil langkah tegas jika kedapatan
anak buahnya melakukan pungli di Bandara.
Sedangkan untuk pelayanan
Touris Information Centre, diakuinya sudah berjalan
namun belum optimal. “Karenanya Dinas Pariwisata Sulut
harus turun lapangan dan segera membenahi apa saja yang
belum lengkap,”tegasnya.
Sementara itu, untuk
kelanjutan pembangunan jembatan Soekarno dan jembatan
Megawati menurut Kadis PU Sulut Ir Alex Wowor, tetap
dalam on skejul, artinya akan selesai sesuai jadwal.
Dimana jembatan Megawati direncanakan selesai pada bulan
September 2008 ini, sedangkan jembatan Soekarno akan
berfungsi sebelum pelaksanaan WOC 2009 bulan Mei.
“Setelah itu, kelanjutan pembangunan Boulevard tahap
II,”katanya.
Dalam kesempatan itu juga
Wowor menjelaskan pelebaran jalan Bandara-Manado yang
terganjal pembebasan tanah. Dimana pemilik lahan
ternyata berada di luar kota sehingga menyulitkan
pembayaran. Begitu juga perbaikan jaringan Telkom, PDAM
dan PLN. “Harus ada Satgas khusus untuk menangani
persoalan ini agar tidak tumpang tindih,”pungkasnya.
|