|
Deplomasi Tinutuan, SHS Hipnotis
17 Negara Sahabat di PBB
Laporan: Budi H Rarumangkay
Sulutlink.com,
Manado. Setidaknya 17 negara sahabat perwakilan
tetap di PBB masing-masing; South Africa, Japan,
Australia, Brunei, Tanzania, USA, Netherland, Chile,
Malaysia, China, Jamaica, Canada, India, Egypt, New
Zealand, Oman, dan Germany, berhasil diyakinkan
rombongan Indonesia yang dipimpin Gubernur Drs Sinyo
Harry Sarundajang (SHS), dalam mensosialisasikan
pelaksanaan World Ocean Conference (WOC) 2009 di Manado.
Menariknya terang Dr Noldy
Tuerah (Tim WOC Sulut) dan Dr Tonny Wagey (Departemen
Kelautan dan Perikanan) saat mendampingi SHS melalui
release yang diterima sulutlink, Jumat (20/06),
meeting yang dilakukan diruangan Perwakilan Tetap RI (PTRI)
di New York, tanggal 19 Juni 2008 sekitar pukul
08.00-09.30 waktu setempat tersebut, sambil menyantap
makanan khas Manado, Tinutuan, Ikan Garam dan Dabu-Dabu
Roa, yang disiapkan secara khusus oleh koki Manado di
PTRI.
“Dalam kesempatan itu juga
Duta Besar dan Perwakilan Tetap Indonesia di PBB Bpk.
Marty Natalegawa menyampaikan pada perwakilan Negara-negara
sahabat mengenai
Penyelenggaraan World Ocean
Conference di Manado 2009,”tulis Tuerah dan Wagey.
Setelah itu, penjelasan
substansi dan rencana tindak-lanjut disampaikan oleh
Eddy Pratomo, Dirjen Hukum dan Perjanjian International
(Deplu). “Setelah itu, kesempatan Gubernur SHS sebagai
sebagai tuan rumah pelaksanaan WOC 09 menyampaikan
kesiapan pemerintah menyelenggarakan WOC. Gubernur SHS
menjelaskan mengenai penemuan fosil hidup berupa Ikan
Purba- Raja Laut- Coelacant di teluk Manado,”kata
keduanya.
Dijelaskan, tujuan meeting
informal ini untuk melakukan lobby khusus kepada mereka
untuk turut serta pada WOC 09 serta mendukung gagasan
Indonesia setelah WOC. Meeting tersebut mendapat
response sangat positif serta mendukung inisiatif
Indonesia menggagas Ocean And Climate Change yg belum
banyak dibahas selama ini. Informal meeting ini diikuti
juga oleh Dr. Gelwyn Jusuf, Mr. Asep Muhammad, Dr Tonny
Wagey (Departemen Kelautan dan Perikanan), dan Dr.
Noldy Tuerah.
Di sela-sela kesibukan
delegasi Indonesia mengikuti Meeting
of States Parties to the United Nations Convention on
the Law of the Sea, setelah tiba di New York jam
11.00 waktu setempat (selisih 12 jam dgn Manado) tgl 18
Juni, setelah melakukan perjalanan 22 jam dari Jakarta—langsung
melakukan pertemuan dengan Duta Besar dan Perwakilan
Tetap Indonesia di PBB dan Dirjen Hukum dan Perjanjian
Internasional, sore jam 16.00 di lounge PBB dilakukan
informal meeting dengan ketua delegasi Korea Selatan.
Selanjutnya, usai makan
siang 19 Juni, Gubernur Sulut dan Dirjen Hukum dan
Perjanjian Internasional (Deplu) melakukan informal
meeting dengan ketua delegasi USA, Australia, Canada,
dan China secara terpisah di lounge PBB, New York.
Penyampaian secara resmi oleh delegasi Indonesia ke
forum PBB mengenai World Ocean Conference 09 akan
disampaikan besok tanggal 20 Juni 2008.
“Perlu diketahui, kehadiran,
Gubernur Drs Sinyo Harry Sarundajang di Meeting of
States Parties to the United Nations Convention on the
Law of the Sea, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New
York ditugaskan khusus oleh Bapak Presiden RI untuk
melakukan lobby dan mengundang untuk hadir pada WOC 09
di Manado 11-15 Mei 2009.,”pungkas Tuerah maupun Wagey.
|