Berita

Artikel

Ranomawuri

Makatana

Timountalun

Topik Kawanua

Suara Kawanua

Plakat Kawanua

Profil Kawanua

Cirita Grap

Polling SL

News Link

 

 Berita Sulut: 22 Juni 2008

Legislator Minahasa Desak Kapolres Baru Usut Tuntas Dugaan Kasus Korupsi di Daerah itu

Laporan Denni Pinontoan

 

Tondano, Sulutlink. Sejumlah legislator di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kab. Minahasa desak Kapolres baru di daerah itu AKBP Drs. Yehuwangsa Jaya, M.Kom untuk menindalanjuti sejumlah kasus dugaan korupsi dan menyeret ke meja hijau oknum pejabat yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Sejumlah dugaan kasus korupsi yang telah dilaporkan oleh masyarakat sampai saat ini belum jelas. Kami mendesak kapolres baru untuk segera menuntaskan kasus ini, “ ujar personil Dewan Minahasa Glady Kandou, Glery Mamengko dan Adolf Mangkey kepada wartawan di Tondano Sabtu (21/06).

 

Menurut ketiganya, dugaan-dugaan kasus korupsi tersebut harus segera dituntaskan secara hukum, agar masyarakat Minahasa mendapat kejelasan penyelesaiannya. Ketiganya berkomentar, penyelesain kasus-kasus dugaa korupsi yang terkatung-katung ini menunjukkan lemahnya penegakan supremasi hukum di Kab. Minahasa. “Kami melihat, proses hukum untuk dugaan kasus-kasus korupsi di Minahasa terkesan sengaja didiamkan. Kalau ini tidak segera diselesaikan maka yang dirugikan nantinya adalah rakyat Minahasa,” kata ketiganya.

 

Mereka berharap, kapolres baru ini dapat menunjukkan kerjanya dengan antara lain dapat menyelesaikan kasus-kasus tersebut, karena ini menyangkut nama baik Minahasa dan tentu menghambat proses pembangunan di Minahasa. “Kapolres baru harus berani mengusut tuntas kasus-kasus tersebut,” tambah mereka.

 

Musa Lembong, tokoh masyarakat Tondano kepada sulutlink mengatakan, sebagai masyarakat, dia sebenarnya sudah tidak percaya lagi kerja dari aparat penegak hukum, mengingat kasus-kasus tersebut sudah lama diungkap, tapi hingga sekarang belum tuntas pengusutannya. ”Seperti ada kongkalingkong antara aparat penegak hukum dengan oknum-oknum yang terlibat dalam kasus-kasus tersebut. Kenapa hingga sekarang kasus-kasus tersebut hanya mengendap begitu saja?” tandasnya.

 

Kasus-kasus yang diduga telah terjadi penyimpangan uang Negara, di antaranya Kasus DAK Diknas 2006-2007, bantuan Sosial, Pembangunan Mega Proyek Wale Ne Tou, dan sejumlah kasus lainnya.