Berita

Artikel

Ranomawuri

Makatana

Timountalun

Topik Kawanua

Suara Kawanua

Plakat Kawanua

Profil Kawanua

Cirita Grap

Polling SL

News Link

 

 Berita Sulut: 4 Juli,  2008

 

Infrastruktur Kesehatan WOC Perlu Ditingkatkan

Laporan: Budi H Rarumangkay

 

MANADO, Sulutlink. Pelaksanaan World Ocean Conference (WOC) 2009 semakin dekat. Berbagai upaya pemerintah dilakukan untuk mensukseskan hajatan internasiol ini dikebut. Bahkan loby-loby internasional pun dilakukan. Kendati didukung PBB dan ratusan negara didunia, namun kesiapan infrastruktur penunjang WOC sangat penting diperhatikan. Karenanya Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Kependudukan, Kesehatan dan Lingkungan Hidup, Dr Emil Agustiono, mengingatkan agar infrastruktur khususnya kesehatan perlu ditingkatkan.

 

“Setelah kami melihat kesiapannya dari dekat, infrstruktur kesehatan perlu ditingkatkan. Terutama pada bagian emergency (UGD) sangat tidak memadai sebagai tempat pelaksanaan suatu ivent bertaraf internasional,”sergahnya pada sulutlink, Kamis (03/07), usai persiapan rapat pleno panitia WOC di kantor gubernur Sulut sore.
 

Menurutnya, hal-hal yang sangat penting diperhatikan tersebut, seperti, mobil ambulance, bagian emergency (UGD), dan Klinik Terapung. Khusus untuk klinik terapung ini terangnya, sangat fital mengingat para peserta konferensi melalui tim-nya masing-masing tentunya akan melihat, memantau dan mengambil sampel keadaan bawah laut di perairan Sulut. “Ingat keamanan, kesehatan peserta sangat diutamakan. Sebab jika tidak, bukan hanya Sulut yang malu, tetapi secara luas citra Indonesia dimata dunia,”terangnya.

 

Sedangkan untuk UGD harus dirubah sedemikian rupa agar mengesankan profesional tambahnya. Sebagai perbandingan, keadaan sejumlah Rumah Sakit (RS), khususnya RS Malalayang, sangat tidak layak, kalau tidak mau dikatakan jorok. “Untuk itu, pihak panitia akan bekerjasama dengan TNI AL untuk kesiapan rumah sakit terapung, dan tim SAR NAS. Konsekuensinya, tentunya anggaran harus ditambah,”pungkas Emil.
 

Senada dengan itu, Wakil Ketua Panitia Nasional WOC, Gubernur Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS) juga mengingatkan pentingnya infrastruktur penunjang WOC. Sebab katanya, semua perjuangan akan sia-sia jika infrastruktur tidak memadai. “Kita patut bersyukur, WOC kini menjadi pembicaraan negara-negara didunia. Itu terlihat saat rombongan kami memaparkannya di PBB. Bahkan saat pertemuan Paris. Demikian juga ketika bertemu presiden Philipina sebagai peserta Coral Triangle Initiative (CTI). Namun akan sia-sia jika infrastruktur tidak dipersiapkan sebaik-baiknya dan ditingkatkan,”katanya dalam rapat yang dihadiri sejumlah Bupati dan Walikota se Sulut tersebut.

 

Rapat pleno panitia WOC kemudian dilanjutkan malam, tercatat sejumlah agenda penting akan dibicarakan, termasuk rencana perubahan Keputusan Presiden (Keppres) nomor 23 tahun 2007 tentang kepanitiaan WOC. Hal ini perlu dilakukan mengingat sebelumnya, kapasitas Prof Indroyono, sebagai Sekertaris WOC nasional saat itu masih menjabat sebagai Kepala Badan Riset Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP). Sementara saat ini, dirinya telah dipercayakan memegang jabatan Sekertaris Menteri Koordinator Kesejahetraan Rakyat (Sesmenko Kesra) RI.