|
Infrastruktur Kesehatan WOC
Perlu Ditingkatkan
Laporan: Budi H Rarumangkay
MANADO, Sulutlink.
Pelaksanaan World Ocean Conference (WOC) 2009 semakin
dekat. Berbagai upaya pemerintah dilakukan untuk
mensukseskan hajatan internasiol ini dikebut. Bahkan
loby-loby internasional pun dilakukan. Kendati didukung
PBB dan ratusan negara didunia, namun kesiapan
infrastruktur penunjang WOC sangat penting diperhatikan.
Karenanya Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi
Kependudukan, Kesehatan dan Lingkungan Hidup, Dr Emil
Agustiono, mengingatkan agar infrastruktur khususnya
kesehatan perlu ditingkatkan.
“Setelah kami melihat
kesiapannya dari dekat, infrstruktur kesehatan perlu
ditingkatkan. Terutama pada bagian emergency (UGD)
sangat tidak memadai sebagai tempat pelaksanaan suatu
ivent bertaraf internasional,”sergahnya pada
sulutlink,
Kamis (03/07), usai persiapan rapat pleno
panitia WOC di kantor gubernur Sulut sore.
Menurutnya, hal-hal yang
sangat penting diperhatikan tersebut, seperti, mobil
ambulance, bagian emergency (UGD), dan Klinik Terapung.
Khusus untuk klinik terapung ini terangnya, sangat fital
mengingat para peserta konferensi melalui tim-nya
masing-masing tentunya akan melihat, memantau dan
mengambil sampel keadaan bawah laut di perairan Sulut.
“Ingat keamanan, kesehatan peserta sangat diutamakan.
Sebab jika tidak, bukan hanya Sulut yang malu, tetapi
secara luas citra Indonesia dimata dunia,”terangnya.
Sedangkan untuk UGD harus
dirubah sedemikian rupa agar mengesankan profesional
tambahnya. Sebagai perbandingan, keadaan sejumlah Rumah
Sakit (RS), khususnya RS Malalayang, sangat tidak layak,
kalau tidak mau dikatakan jorok. “Untuk itu, pihak
panitia akan bekerjasama dengan TNI AL untuk kesiapan
rumah sakit terapung, dan tim SAR NAS. Konsekuensinya,
tentunya anggaran harus ditambah,”pungkas Emil.
Senada dengan itu, Wakil
Ketua Panitia Nasional WOC, Gubernur Drs Sinyo Harry
Sarundajang (SHS) juga mengingatkan pentingnya
infrastruktur penunjang WOC. Sebab katanya, semua
perjuangan akan sia-sia jika infrastruktur tidak memadai.
“Kita patut bersyukur, WOC kini menjadi pembicaraan
negara-negara didunia. Itu terlihat saat rombongan kami
memaparkannya di PBB. Bahkan saat pertemuan Paris.
Demikian juga ketika bertemu presiden Philipina sebagai
peserta Coral Triangle Initiative (CTI). Namun akan
sia-sia jika infrastruktur tidak dipersiapkan
sebaik-baiknya dan ditingkatkan,”katanya dalam rapat
yang dihadiri sejumlah Bupati dan Walikota se Sulut
tersebut.
Rapat pleno panitia WOC
kemudian dilanjutkan malam, tercatat sejumlah agenda
penting akan dibicarakan, termasuk rencana perubahan
Keputusan Presiden (Keppres) nomor 23 tahun 2007 tentang
kepanitiaan WOC. Hal ini perlu dilakukan mengingat
sebelumnya, kapasitas Prof Indroyono, sebagai Sekertaris
WOC nasional saat itu masih menjabat sebagai Kepala
Badan Riset Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP).
Sementara saat ini, dirinya telah dipercayakan memegang
jabatan Sekertaris Menteri Koordinator Kesejahetraan
Rakyat (Sesmenko Kesra) RI.
|