|
Wisata
Kuliner di TFF 2008 Tomohon
Rudi
Choiruddin Santap Cucur Tomohon, Tessa Tak Tahu Apa Milu
itu
Laporan
Denni Pinontoan
Tomohon,
Sulutlink. Bukan hanya bunga yang bisa anda lihat di
ajang TFF 2008 di Tomohon. Salah satu kegiatannya, juga
menampilkan keragaman kuliner khas Minahasa. Rudi
Choiruddin, pakar kuliner nasionalpun santap kue cucur
bikinan tante-tante pinter memasak asal Tomohon.
Sementara Tessa Kaunang bilang, ada perkedel Milu
yang terbuat dari Jagung. Lucu, bermarga Manado, tapi
tidak tahu apa Milu itu.
Rudi dan
Tessa bersama hadir dalam Lomba Kuliner Minahasa di
Tomohon, salah satu kegiatan dalam TFF 2008 Selasa
(1/07). Rudi tampil sebagai salah satu tim juri,
sementara Tessa didaulat sebagai presenter untuk
memeriahkan acara urusan kampung tenga itu.
Kegiatan lomba yang diikuti ratusan koki-koki terbaik
asal Tomohon ini digelar di belakang Kantor Walikota
lama.
Rudi
ternyata tertarik menyantap kue cucur khas Minahasa yang
baru selesai digoreng oleh tante-tante asal Tomohon.
“Kue ini enak. Manisnya, manis enak,” ujar Rudi sambil
menyantap dengan lahap kue cucur yang masih panas.
Tante-tante
yang menggoreng kue cucur itu berujar kepada Rudi,
bahannya terdiri dari tepung beras, gula merah, dan kayu
manis. “Cara pembuatannya susah-susah gampang. Adonannya
jangan terlalu cair, juga jangan terlalu padat. Harus
pas,” ujar salah satu tante yang meracik kue cucur itu.
Selain cucur,
ada juga panada, nasi jahe, lalampa,
dan beragam jenis kue lainnya. Rudi pun kagum dengan
kekhasan kuliner Minahasa, yang bukan cuma beragam
rasanya, tapi juga kebanyakan menggunakan hasil-hasil
bumi di Minahasa.
Sementara
Rudi asyik dengan cucur bikinan tante-tante Tomohon,
tiba-tiba terdengar suara Tessa yang sementara bersama
koki-koki peserta lomba lainnya. “Jadi, ini perkedel
milu yang terbuat dari jagung!” ujar Tessa yang
didengar oleh hampir semua orang yang ada di ajang itu.
Mendengar
perkataan Tessa itu, spontan para koki dan pengujung
yang kebanyakan orang Minahasa tertawa dan bersorak lucu.
Rudi pun segera mendekat ke Tessa, dan berkata, “Wah,
masak kamu orang Manado tidak tahu apa milu itu.
Milu dalam bahasa orang Manado artinya jagung,”
ujar Rudi menjelaskan.
Tessa pun
tersipu. Ternyata bukan cuma itu. Tessa juga tak tahu
apa arti bulu (bambu) waktu dia bertanya kepada
salah satu koki yang sedang memasak rebung atau
dalam bahasa Manado biasa menyebutnya sayor bulu.
“Tessa, bulu itu artinya bambu. Jadi yang
sementara dimasak ini adalah rebung atau tunas
bambu yang bisa dibuat acar. Bukan bulu rambut,” kata
Rudi sambil tertawa.
Mendengar
perkataan Rudi itu, seorang Polisi Pamong Praja yang
berjaga-jaga di kegiatan itu pun spontan berkata,
“Sedangkan depe muda so sadap, apalagi lei depe tua.
Pagar itu?” ujarnya berkelakar.
Jenis
masakan yang ditampilkan dalam lomba itu cukup beragam.
Antar lain mujair woku, cakalang santang, kua
asam, dan beragam jenis sayuran. “Masakan Manado
terkenal dengan rasanya yang pedas,” ujar Rudi.
Menurut
Rudi, dalam lomba ini, yang dinilai adalah rasa dan
teknik memasaknya.
Walikota
Tomohon Jefferson SM Rumajar SE, dalam sambutannya di
ajang lomba tersebut mengatakan, lomba kuliner adalah
untuk mempromosikan keanekaragamam kuliner khas Minahasa.
Menurutnya, ini juga adalah cara untuk menumbuhkan
kesadaran warga dalam menyambut tamu yang antara lain
dapat dilihat dari jenis dan rasa masakan yang disajikan.
“Lomba Kuliner ini sengaja dirangkaikan dengan iven TFF
2008, dengan maksud agar kita bisa menampilkan kekayaan
kuliner khas daerah kita,” ujar Walikota Rumajar.
|