Berita

Artikel

Ranomawuri

Makatana

Timountalun

Topik Kawanua

Suara Kawanua

Plakat Kawanua

Profil Kawanua

Cirita Grap

Polling SL

News Link

 

 Bapontar: 4 Juli,  2008

 

Wisata Kuliner di TFF 2008 Tomohon

Rudi Choiruddin Santap Cucur Tomohon, Tessa Tak Tahu Apa Milu itu

Laporan Denni Pinontoan

 

Tomohon, Sulutlink. Bukan hanya bunga yang bisa anda lihat di ajang TFF 2008 di Tomohon. Salah satu kegiatannya, juga menampilkan keragaman kuliner khas Minahasa. Rudi Choiruddin, pakar kuliner nasionalpun santap kue cucur bikinan tante-tante pinter memasak asal Tomohon. Sementara Tessa Kaunang bilang, ada perkedel Milu yang terbuat dari Jagung. Lucu, bermarga Manado, tapi tidak tahu apa Milu itu.
 

Rudi dan Tessa bersama hadir dalam Lomba Kuliner Minahasa di Tomohon, salah satu kegiatan dalam TFF 2008 Selasa (1/07). Rudi tampil sebagai salah satu tim juri, sementara Tessa didaulat sebagai presenter untuk memeriahkan acara urusan kampung tenga itu. Kegiatan lomba yang diikuti ratusan koki-koki terbaik asal Tomohon ini digelar di belakang Kantor Walikota lama.

 

Rudi ternyata tertarik menyantap kue cucur khas Minahasa yang baru selesai digoreng oleh tante-tante asal Tomohon. “Kue ini enak. Manisnya, manis enak,” ujar Rudi sambil menyantap dengan lahap kue cucur yang masih panas.

 

Tante-tante yang menggoreng kue cucur itu berujar kepada Rudi, bahannya terdiri dari tepung beras, gula merah, dan kayu manis. “Cara pembuatannya susah-susah gampang. Adonannya jangan terlalu cair, juga jangan terlalu padat. Harus pas,” ujar salah satu tante yang meracik kue cucur itu.

 

Selain cucur, ada juga panada, nasi jahe, lalampa, dan beragam jenis kue lainnya. Rudi pun kagum dengan kekhasan kuliner Minahasa, yang bukan cuma beragam rasanya, tapi juga kebanyakan menggunakan hasil-hasil bumi di Minahasa.

 

Sementara Rudi asyik dengan cucur bikinan tante-tante Tomohon, tiba-tiba terdengar suara Tessa yang sementara bersama koki-koki peserta lomba lainnya. “Jadi, ini perkedel milu yang terbuat dari jagung!” ujar Tessa yang didengar oleh hampir semua orang yang ada di ajang itu.
 

Mendengar perkataan Tessa itu, spontan para koki dan pengujung yang kebanyakan orang Minahasa tertawa dan bersorak lucu. Rudi pun segera mendekat ke Tessa, dan berkata, “Wah, masak kamu orang Manado tidak tahu apa milu itu. Milu dalam bahasa orang Manado artinya jagung,” ujar Rudi menjelaskan.

 

Tessa pun tersipu. Ternyata bukan cuma itu. Tessa juga tak tahu apa arti bulu (bambu) waktu dia bertanya kepada salah satu koki yang sedang memasak rebung atau dalam bahasa Manado biasa menyebutnya sayor bulu. “Tessa, bulu itu artinya bambu. Jadi yang sementara dimasak ini adalah rebung atau tunas bambu yang bisa dibuat acar. Bukan bulu rambut,” kata Rudi sambil tertawa.

 

Mendengar perkataan Rudi itu, seorang Polisi Pamong Praja yang berjaga-jaga di kegiatan itu pun spontan berkata, “Sedangkan depe muda so sadap, apalagi lei depe tua. Pagar itu?” ujarnya berkelakar.


 

Jenis masakan yang ditampilkan dalam lomba itu cukup beragam. Antar lain mujair woku, cakalang santang, kua asam, dan beragam jenis sayuran. “Masakan Manado terkenal dengan rasanya yang pedas,” ujar Rudi.

 

Menurut Rudi, dalam lomba ini, yang dinilai adalah rasa dan teknik memasaknya.

 

Walikota Tomohon Jefferson SM Rumajar SE, dalam sambutannya di ajang lomba tersebut mengatakan, lomba kuliner adalah untuk mempromosikan keanekaragamam kuliner khas Minahasa. Menurutnya, ini juga adalah cara untuk menumbuhkan kesadaran warga dalam menyambut tamu yang antara lain dapat dilihat dari jenis dan rasa masakan yang disajikan. “Lomba Kuliner ini sengaja dirangkaikan dengan iven TFF 2008, dengan maksud agar kita bisa menampilkan kekayaan kuliner khas daerah kita,” ujar Walikota Rumajar.