Berita

Artikel

Ranomawuri

Makatana

Timountalun

Topik Kawanua

Suara Kawanua

Plakat Kawanua

Profil Kawanua

Cirita Grap

Polling SL

News Link

 

 Berita Sulut: 9 Juli,  2008

 

Sejumlah Partai Baru di Sulut Siap Bertarung

Harus Tampilkan yang Baru

Laporan Denni Pinontoan

 

Tomohon, Sulutlink. Sejumlah partai baru di Sulawesi Utara yang lolos verifikasi faktual oleh KPU Pusat mulai bersiap-siap untuk bertarung dalam pemilu 2009 nanti. Sejumlah strategi pemenangan pun telah dipersipakan. Warga berharap, partai-partai baru tersebut harus menampilkan sesuatu yang baru, sehingga tidak mengulangi perilaku partai-partai lama yang hanya mengejar kekuasaan dan tidak menjadi alat perjuangan rakyat.

 

“Bersyukur, partai kami bisa lolos verifikasi. Ini berarti, kami akan segera menyiapkan beberapa strategi untuk meraup suara dalam pemilu nanti,” ujar Meggy Lumanauw, Ketua DPC Kota Tomohon Partai Kasih Demokasi Indonesia (PKD-I) kepada Sulutlink, Selasa (8/7).

 

Menurut Lumanauw, untuk pemenangan pemilu nanti sejumlah strategi telah mereka rencanakan, antaranya konsolidasi ke bawah, sosialisasi visi misi partai, dan rancangan penentuan calon anggota legislatif yang bakal di usung PKDI. “platform partai kami adalah kasih. Ide dari para pendiri partai ini di Jakarta adalah untuk menjadikan partai ini sebagai alat perubahan perpolitikan di Indonesia berdasarkan kasih,” ujarnya. 

 

Sementara Sekjen Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sulut, Matulandi Supit SH, mengatakan, lolosnya Gerindra sebagai salah satu peserta Pemilu 2009 merupakan berkat yang perlu disyukuri. Menurutnya, Gerindra Sulut sendiri telah jauh-jauh hari mempersiapkan beberapa strategi untuk Pemilu 2009 nanti. “Ini sesuatu yang harus kita syukuri, karena ternyata ide dan pemikiran kerakyatan yang diusung oleh Gerindra bisa mendapat tempat dalam demokrasi Indonesia melalui Pemilu 2009 nanti. Soal wakil-wakil rakyat yang bakal diusung oleh Gerindra, kami telah tetapkan akan sesuai dengan visi dan misi partai yang orientasinya adalah untuk kerakyatan. Kami akan selektif dalam hal itu,” kata Supit.

 

Menanggapi keberadaan partai-partai baru yang akan ikut pemilu 2009 nanti, Freddy Wowor akademisi serta budayawan Minahasa mengatakan, sebuah proses demokrasi tentunya membutuhkan alat dalam hal ini Partai Politik. Namun, dia mengingatkan partai-partai baru ini hendaknya tidak mengulangi pengalaman pahit pemilu waktu-waktu yang lalu. “Harus ada sesuatu yang baru, tapi bukan hanya nama partai. Yang baru itu soal idealisme dan orientasi kerja berpolitik yang pro rakyat. Partai-partai baru jangan mengulangi kelakuan partai-partai lama yang telah terjebak pada orientasi kekuasaan dan jabatan. Ingat sekarang ini rakyat kita sudah tahu memilih,” kata Wowor.

 

Hal senada dikatakan Rikson Karundeng, penggiat di Institute Community Research and Empowerment Sumekolah (ICRES) Tomohon. Menurutnya, partai-partai baru tersebut harus mampu menjawab kebutuhan rakyat dan mampu mengatasi persoalan carut-marut politik yang hanya menjadikan rakyat sebagai korban. “Harus ada pembenahan yang siginifikan dalam partai politik kita. Keberpihakan pada rakyat harus jelas. Indikatornya adalah penegasan untuk ikut mengatasi KKN, kemiskinan dan ketidakadilan pengelolaan sumber daya alam daerah,” jelasnya.

 

Senin malam Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan 34 parpol nasional dan 6 parpol lokal Aceh untuk ikut Pemilu 2009. 34 Parpol nasional yang lolos terdiri 16 parpol lama dan 18 parpol baru. Pengumuman parpol yang lolos verifikasi faktual ini disampaikan oleh Ketua KPU Abdul Hafiz Anshari di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (07/07) malam.

 

Parpol baru yang diusung politisi kawanua Ventje Rumangkang, yakni Partai Barisan Nasional (PBN), turut lolos. Sebelumnya Rumangkang juga telah merintis lahirnya Partai Demokrat. PBN sendiri sangat kental dengan kawanuanya. Buktinya, Ketua Umum PBN adalah Prof Dr Roy Sembel. Ketua parpol di Sulut adalah Dr Donald Pokatong. Sedangkan parpol baru nasional bernuansa religius Kristiani yang lolos, hanya satu. Yakni Partai Kasih Demokrasi Indonesia (PKDI) yang diusung Roy Hening cs. Hening sendiri dikenal sebagai pengacara dalam kasus hukuman mati Tibo cs.