|
Wulan Suling
Rembulan
Kawanua di Pemilihan Puteri Indonesia 2008
(Ketik PPI <spasi> SULAWESI <spasi>
UTARA. Kirim SMS ke Nomor 9788)
Cintanya Orang
Tua
Setelah Angelina
Sondakh dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2001,
berturut-turut utusan Puteri Indonesia asal Sulut selalu
menempati grand final bahkan sampai seleksi 3 besar. Suatu
prestasi tahunan yang cukup membanggakan. Bukan saja itu,
para wakil Sulut dalam ajang Indonesian Idol, Idol Cilik
juga berprestasi. Hingga kini, Nyiur Melambai selalu
dibicarakan dalam kontes pemilihan Puteri Indonesia maupun
Indonesian Idol.
Ada
hal yang sangat menarik ketika Acara Pagelaran Seni Budaya
Minahasa dalam Rangka HUT RI 63 di Ancol Jakarta (2-3/8/08).
Saat kolintang bertalu-talu dan lagu-lagu Minahasa
didendangkan, terlihat seorang Ibu hilir-mudik membagikan
sesuatu kepada warga Kawanua yang hadir di Pasar Seni Ancol
tersebut. Tak urung kurang lebih 500 Kawanua yang hadir
mendapatkan poster 15x10 centimeter bergambar Puteri
Indonesia Sulawesi Utara 2008 Wulan Suling.
Tak kenal lelah,
tak putus harapan dalam wajah sang Ibu terus mempromosikan
poster tersebut yang tak lain adalah anak kandungnya sendiri.
Di tempat lain, pada posisi VIP tak kalah hebatnya seorang
Bapak paruh baya memperkenalkan anaknya sendiri, yakni Wulan
Suling melaui poster yang sama. Kegigihan pasangan ini,
merupakan bentuk kecintaan orang tua terhadap anaknya. Di
tengah orang banyak, tak segan-segan orang tua Wulan
membagikan poster anaknya untuk meminta dukungan, doa dan
kesuksesan. Bukan hanya untuk Wulan semata, tapi untuk
daerah Nyiur Melambai yang tercinta.
Hingga malam
menjelang, tumpukan poster di dalam amplop coklat telah
habis dibagikan. Keesokan harinya, Sulutlink melakukan
survey seberapa dasyat kekuatan cinta orangtua terhadap
anaknya dalam melakukan promosi untuk Wulan, yang sekarang
dikarantina dalam persiapan Pemilihan Puteri Indonesia.
Sungguh takjub dan luar biasa. Selain di Kampus Ungu (ASMI),
poster Wulan tersebar hampir di setiap rumah makan khas
Manado bahkan di gerai-gerai pusat pertokoan/mall di
Jakarta. Dengan jelas kita bisa melihat wajah Wulan Suling,
Rembulan Kawanua yang lolos seleksi grand final Puteri
Indonesia 2008.
Belajar dari
Angelina Sondakh
Menurut ilmu
pemasaran, keberhasilan puncak tak lain adalah 60% kekuatan
marketing&salesmen. Di luar itu adalah penilaian
terhadap kualitas dan proporsi apresiasi terhadap
subjek yang diinginkan pasar. Jadi, dalam hal
pemasaran dan promosi, Wulan memiliki penampilan yang luar
biasa karena ditunjang oleh tim Promosi, Orang Tuanya dan
Warga Kawanua di Sulut maupun di Jakarta. Yang kini
diharapkan adalah penampilan Wulan sendiri dalam Grand Final
Puteri Indonesia. Wulan akan bersaing dengan puteri-puteri
terbaik utusan provinsi lainnya. Dari segi bahasa dan
pengetahuan umum mungkin Wulan di atas rata-rata karena
hingga kini menempuh pendidikan di Negeri Belanda.Namun yang
akan dinilai bukan intelektual saja. Dalam ajang Pemilihan
Puteri Indonesia dikenal 3 B (Brain, Beauty dan Behavoir).
Walaupun
demikian, ada hal tak kalah penting jika membaca pengalaman
Enji (Angelina Sondakh) dalam bukunya “Kecantikan Bukan
Modal Utama Saya”. Enji membagikan harapan bagi jutaan
puteri di Indonesia bahwa dibutuhkan pengalaman nyata untuk
menjadi Puteri Indonesia. Sesungguhnya, keseharian kitalah
yang menjadi panduan dalam menilai apakah layak atau tidak
menjadi Puteri Indonesia. Oleh karena itu, jika seluruh
Grand Finalis dikarantinakan maka tak heran bahwa keseharian
para peserta tersebut merupakan penilaian awal dan utuh
dimata tim penilai.
Pengalaman dan
tulisan dalam buku Enji merubah konteks pemililihan setelah
tahun 2001. Dibutuhkan nilai-nilai kecantikan luar dalam,
historical mind, kesungguhan, pengalaman nyata dalam
berkarya dan kemampuan beradaptasi serta mampu menggerakkan
masyarakat merupakan tuntutan baru bagi setiap Puteri
Indonesia. Oleh karena itu, tak salah juga jika ajang PPI
ini mengambil tema Pancarkan Cantikmu Melalui Karya Bagi
Negeri dan Pelestarian Persada Nusantara.
Support untuk
Wulan
Tema kali ini
bernuansa patriotik dan mencerminkan nasionalisme yang kuat
dan nantinya menjadi tuntutan sekaligus penilaian dalam
ajang PPI 2008. Oleh karena itu, kiranya Wulan dapat
mempersiapkan diri sepenuhnya. Totalitas dalam berusaha
merupakan kecintaan dan pengorbanan Wulan bagi orang tua,
warga Kawanua dan masyarakat Indonesia seluruhnya.
Dibutuhkan konsentrasi dan keyakinan yang penuh dalam
menjawab serta menganalisis pertanyaan-pertanyaan dari para
juri.
Di samping itu,
sikap kerendahan hati dan doa memohon pada ‘Opo Empung’,
merupakan kunci untuk mengetuk pintu hati para juri dan
seluruh finalis maupun mata penonton 230 juta jiwa ini.
Hanya seorang yang berkualitas “Puteri” yang akan dinobatkan
menjadi Puteri Indonesia 2008. Kalah atau menang adalah hal
biasa, yang terpenting setiap detik Wulan harus berpikir
memberikan yang terbaik bagi negeri. Oleh karena itu,
diiringi harapan dan doa seluruh masyarakat Indonesia
terlebih warga Kawanua, semoga Wulan Suling menjadi Rembulan
Kawanua yang tidak hanya memantulkan cahaya bagi Nyiur
Melambai namun menerangi bangsa Indonesia saat Pemilihan
Puteri Indonesia malam ini.
Teruslah
berprestasi Wulan, Ibu pertiwi menanti karyamu.
(Ketik PPI <spasi> SULAWESI <spasi>
UTARA. Kirim SMS ke Nomor 9788)
Grand Final
Puteri Indonesia 2008. Jakarta, Jumat 15 Agustus 2008.
Disiarkan di Indosiar pukul 20.00.
Penulis,
Steven Y. Pailah
Nyong Manado
2000
|