Main Page

Profile Kawanua,  15 Agustus, 2008

Wulan Suling

Rembulan Kawanua di Pemilihan Puteri Indonesia 2008

(Ketik PPI <spasi> SULAWESI <spasi> UTARA. Kirim SMS ke Nomor 9788)

 

Cintanya Orang Tua

Setelah Angelina Sondakh dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2001, berturut-turut utusan Puteri Indonesia asal Sulut selalu menempati grand final bahkan sampai seleksi 3 besar. Suatu prestasi tahunan yang cukup membanggakan. Bukan saja itu, para wakil Sulut dalam ajang Indonesian Idol, Idol Cilik juga berprestasi. Hingga kini, Nyiur Melambai selalu dibicarakan dalam kontes pemilihan Puteri Indonesia maupun Indonesian Idol.

Ada hal yang sangat menarik ketika Acara Pagelaran Seni Budaya Minahasa dalam Rangka HUT RI 63 di Ancol Jakarta (2-3/8/08). Saat kolintang bertalu-talu dan lagu-lagu Minahasa didendangkan, terlihat seorang Ibu hilir-mudik membagikan sesuatu kepada warga Kawanua yang hadir di Pasar Seni Ancol tersebut. Tak urung kurang lebih 500 Kawanua yang hadir mendapatkan poster 15x10 centimeter bergambar Puteri Indonesia Sulawesi Utara 2008 Wulan Suling.

 

Tak kenal lelah, tak putus harapan dalam wajah sang Ibu terus mempromosikan poster tersebut yang tak lain adalah anak kandungnya sendiri. Di tempat lain, pada posisi VIP tak kalah hebatnya seorang Bapak paruh baya memperkenalkan anaknya sendiri, yakni Wulan Suling melaui poster yang sama. Kegigihan pasangan ini, merupakan bentuk kecintaan orang tua terhadap anaknya. Di tengah orang banyak, tak segan-segan orang tua Wulan membagikan poster anaknya untuk meminta dukungan, doa dan kesuksesan. Bukan hanya untuk Wulan semata, tapi untuk daerah Nyiur Melambai yang tercinta.

 

Hingga malam menjelang, tumpukan poster di dalam amplop coklat telah habis dibagikan. Keesokan harinya, Sulutlink melakukan survey seberapa dasyat kekuatan cinta orangtua terhadap anaknya dalam melakukan promosi untuk Wulan, yang sekarang dikarantina dalam persiapan Pemilihan Puteri Indonesia. Sungguh takjub dan luar biasa. Selain di Kampus Ungu (ASMI), poster Wulan tersebar hampir di setiap rumah makan khas Manado bahkan di gerai-gerai pusat pertokoan/mall di Jakarta. Dengan jelas kita bisa melihat wajah Wulan Suling, Rembulan Kawanua yang lolos seleksi grand final Puteri Indonesia 2008.

 

Belajar dari Angelina Sondakh

Menurut ilmu pemasaran, keberhasilan puncak tak lain adalah 60% kekuatan marketing&salesmen. Di luar itu adalah penilaian terhadap kualitas dan proporsi apresiasi terhadap subjek yang diinginkan pasar. Jadi, dalam hal pemasaran dan promosi, Wulan memiliki penampilan yang luar biasa karena ditunjang oleh tim Promosi, Orang Tuanya dan Warga Kawanua di Sulut maupun di Jakarta. Yang kini diharapkan adalah penampilan Wulan sendiri dalam Grand Final Puteri Indonesia. Wulan akan bersaing dengan puteri-puteri terbaik utusan provinsi lainnya. Dari segi bahasa dan pengetahuan umum mungkin Wulan di atas rata-rata karena hingga kini menempuh pendidikan di Negeri Belanda.Namun yang akan dinilai bukan intelektual saja. Dalam ajang Pemilihan Puteri Indonesia dikenal 3 B (Brain, Beauty dan Behavoir).

Walaupun demikian, ada hal tak kalah penting jika membaca pengalaman Enji (Angelina Sondakh) dalam bukunya “Kecantikan Bukan Modal Utama Saya”. Enji membagikan harapan bagi jutaan puteri di Indonesia bahwa dibutuhkan pengalaman nyata untuk menjadi Puteri Indonesia. Sesungguhnya, keseharian kitalah yang menjadi panduan dalam menilai apakah layak atau tidak menjadi Puteri Indonesia. Oleh karena itu, jika seluruh Grand Finalis dikarantinakan maka tak heran bahwa keseharian para peserta tersebut merupakan penilaian awal dan utuh dimata tim penilai.

Pengalaman dan tulisan dalam buku Enji merubah konteks pemililihan setelah tahun 2001. Dibutuhkan nilai-nilai kecantikan luar dalam, historical mind, kesungguhan, pengalaman nyata dalam berkarya dan kemampuan beradaptasi serta mampu menggerakkan masyarakat merupakan tuntutan baru bagi setiap Puteri Indonesia. Oleh karena itu, tak salah juga jika ajang PPI ini mengambil tema Pancarkan Cantikmu Melalui Karya Bagi Negeri dan Pelestarian Persada Nusantara.

 

Support untuk Wulan

Tema kali ini bernuansa patriotik dan mencerminkan nasionalisme yang kuat dan nantinya menjadi tuntutan sekaligus penilaian dalam ajang PPI 2008. Oleh karena itu, kiranya Wulan dapat mempersiapkan diri sepenuhnya. Totalitas dalam berusaha merupakan kecintaan dan pengorbanan Wulan bagi orang tua, warga Kawanua dan masyarakat Indonesia seluruhnya. Dibutuhkan konsentrasi dan keyakinan yang penuh dalam menjawab serta menganalisis pertanyaan-pertanyaan dari para juri.

Di samping itu, sikap kerendahan hati dan doa memohon pada ‘Opo Empung’, merupakan kunci untuk mengetuk pintu hati para juri dan seluruh finalis maupun mata penonton 230 juta jiwa ini. Hanya seorang yang berkualitas “Puteri” yang akan dinobatkan menjadi Puteri Indonesia 2008. Kalah atau menang adalah hal biasa, yang terpenting setiap detik Wulan harus berpikir memberikan yang terbaik bagi negeri. Oleh karena itu, diiringi harapan dan doa seluruh masyarakat Indonesia terlebih warga Kawanua, semoga Wulan Suling menjadi Rembulan Kawanua yang tidak hanya memantulkan cahaya bagi Nyiur Melambai namun menerangi bangsa Indonesia saat Pemilihan Puteri Indonesia malam ini.

Teruslah berprestasi Wulan, Ibu pertiwi menanti karyamu.

 

(Ketik PPI <spasi> SULAWESI <spasi> UTARA. Kirim SMS ke Nomor 9788)

Grand Final Puteri Indonesia 2008. Jakarta, Jumat 15 Agustus 2008. Disiarkan di Indosiar pukul 20.00.

 

Penulis,

Steven Y. Pailah

Nyong Manado 2000