|
Penderita
AIDS di Kabupaten
Minahasa Capai 33 Orang
Laporan
Rikson Karundeng
Tondano,
Sulutlink -
Para lelaki hidung
belang di Minahasa yang
senang jajan di luar,
tampaknya harus segera
menghentikan kebiasaan
buruknya itu.
Dikarenakan, sebagian
PSK yang beroperasi di
beberapa tempat di
Minahasa teridentifikasi
mengidap penyakit
Aquired Imune Defisiensi
Syndrome (AIDS) akut.
“Di Minahasa saat ini
terdapat 33 pengidap HIV
AIDS yang tersebar di 19
kecamatan,” ujar Kepala
Dinas Kesehatan
Dr Tineke Sumual kepada
Sulutlink Jumat (15/8).
Dijelaskan Sumual, dari
33 penderita AIDS yang
tercatat, tinggal 18
orang yang masih hidup,
sementara yang lainnya
sudah meinggal dunia.
Kepala
Dinas Sosial Kabupaten
Minahasa Dolfie Kasenda,
kepada Sulutlink
mengungkapkan,
mengantisiapsi
penyebaran penyakit
HIV/AIDS di Kabupaten
Minahasa, selama
beberapa tahun terakhir
pemerintah Kabupaten
Minahasa melalui dinas
terkait telah
melaksanakan berbagai
kegiatan. "Selain
membuat
selebaran-selebaran
sebagai bentuk kampanye
untuk megantisipasi
penularan HIV/AIDS, kami
juga telah bekerja sama
dengan sejumlah LSM yang
konsrn dengan persoalan
ini untuk melakukan
pembinaan secara
langsung ke
komunitas-komunitas
tertentu seperti para
siswa dan pekerja malam,"
ujar Kasenda.
Ditambahkan Kasenda, 33
penderita AIDS di
kabupaten Minahasa
kemungkinan besar hanya
sebagian kecil dari
penderita yang ada.
"Yang sempat terdeteksi
33 orang, namun jika
ditinjau dari fenomena
gunung es, kemungkinan
yang tidak terdeteksi
jauh lebih besar
angkanya. Jadi
pemerintah masih akan
terus mengupayakan
berbagai program kreatif
lainnya untuk menghadapi
persoalan ini," Tegas
Kasenda.
Sementara
itu Tia dan Inggried,
dua orang wanita Pekerja
Sex Komersial (PSK) yang
berdomisili di Kelurahan
Tataran Kecamatan
Tondano Selatan, yang
sempat dijumpai di Pub
Moreno dan Radja,
membenarkan, bahwa
penderita AIDS di
Minahasa mulai bertambah
bahkan mereka melakukan
operasi di lokasi
hiburan malam.
Ketika
ditanya apakah mereka
tidak khawatir jika
kemudian mereka akan
tertular HIV saat
menjalankan profesi
mereka, keduanya mengaku
kalau itu sebuah resiko
dari aktifitas mereka,
namun akan mereka
berupaya untuk
megantisipasinya.
“Torang tahu so banyak
wanita di Minahasa
mengidap AIDS, makanya
torang kalo berhubungan
intim musti pake
kondom,” ungkap mereka
serentak. |