Main Page

Halaman Berita,  16 Agustus, 2008

Penderita AIDS di Kabupaten Minahasa Capai 33 Orang

Laporan Rikson Karundeng

 

Tondano, Sulutlink - Para lelaki hidung belang di Minahasa yang senang jajan di luar, tampaknya harus segera menghentikan kebiasaan buruknya itu. Dikarenakan, sebagian PSK yang beroperasi di beberapa tempat di Minahasa teridentifikasi mengidap penyakit Aquired Imune Defisiensi Syndrome (AIDS) akut. “Di Minahasa saat ini terdapat 33 pengidap HIV AIDS yang tersebar di 19 kecamatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Dr Tineke Sumual kepada Sulutlink Jumat (15/8).

 

Dijelaskan Sumual, dari 33 penderita AIDS yang tercatat, tinggal 18 orang yang masih hidup, sementara yang lainnya sudah meinggal dunia.

 

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Minahasa Dolfie Kasenda, kepada Sulutlink mengungkapkan, mengantisiapsi penyebaran penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Minahasa, selama beberapa tahun terakhir pemerintah Kabupaten Minahasa melalui dinas terkait telah melaksanakan berbagai kegiatan. "Selain membuat selebaran-selebaran sebagai bentuk kampanye untuk megantisipasi penularan HIV/AIDS, kami juga telah bekerja sama dengan sejumlah LSM yang konsrn dengan persoalan ini untuk melakukan pembinaan secara langsung ke komunitas-komunitas tertentu seperti para siswa dan pekerja malam," ujar Kasenda.

 

Ditambahkan Kasenda, 33 penderita AIDS di kabupaten Minahasa kemungkinan besar hanya sebagian kecil dari penderita yang ada. "Yang sempat terdeteksi 33 orang, namun jika ditinjau dari fenomena gunung es, kemungkinan yang tidak terdeteksi jauh lebih besar angkanya. Jadi pemerintah masih akan terus mengupayakan berbagai program kreatif lainnya untuk menghadapi persoalan ini," Tegas Kasenda.

 

Sementara itu Tia dan Inggried, dua orang wanita Pekerja Sex Komersial (PSK) yang berdomisili di Kelurahan Tataran Kecamatan Tondano Selatan, yang sempat dijumpai di Pub Moreno dan Radja, membenarkan, bahwa penderita AIDS di Minahasa mulai bertambah bahkan mereka melakukan operasi di lokasi hiburan malam.

Ketika ditanya apakah mereka tidak khawatir jika kemudian mereka akan tertular HIV saat menjalankan profesi mereka, keduanya mengaku kalau itu sebuah resiko dari aktifitas mereka, namun akan mereka berupaya untuk megantisipasinya. “Torang tahu so banyak wanita di Minahasa mengidap AIDS, makanya torang kalo berhubungan intim musti pake kondom,” ungkap mereka serentak.