Main Page

Halaman Berita,  19 Agustus, 2008

Tiga Kematian di Minahasa,

Terjadi di Saat  Warga Ramai Merayakan HUT RI

Laporan Rikson Karundeng

 

Tondano, Sulutlink - Seorang lelaki yang terindetifikasi bernama Vandy (26 tahun) warga desa Rambunan Kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa, ditemukan dalam kondisi menggenaskan dengan 21 luka tusukan di tubuhnya. Menurut keterangan sejumlah warga, korban ditemukan sudah tak bernyawa oleh seorang warga pada pukul 5 dini hari, saat ia hendak mengambil air di sebuah sumur.

 

Informasi yang diperoleh Sulutlink dari Kasat Reskrim Polres Minahasa, AKP Rustanto, korban dihabisi dengan sebilah pisau dan menurut keterangan yang diperoleh dari sejumlah warga, kejadian yang menggemparkan tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 23.30 WITA, Minggu (17/8). “Motif pembunuhan sedang kami dalami, tapi jelasnya akan kita ketahui kalau pelaku sudah ditemukan,” ujar Rustanto.

 

Rustanto juga menjelaskan kalau identitas pelaku sudah dikantongi pihak Kepolisian dan saat ini petugas dari Polsek Sonder dan Tim Buser Polres Minahasa sedang melakukan pengejaran terhadap oknum yang diduga pelaku pembunuhan sadis tersebut.

 

Sementara Senin (18/8), di Kelurahan Talikuran Kecamatan Kawangkoan, seorang pria yang teridentifikasi bernama Yantje Rondonuwu (48 tahun), nekad mengahiri nyawanya dengan menggantung diri dengan seutas tali jemuran.

 

Menurut keterangan istri korban, Ani Raintung, sebelumnya korban yang sehari-hari berprofesi sebagi seorang petani ini, telah mencoba mengahiri hidupnya dengan menggantung diri dengan selembar kain, namun aksi itu sempat dipergokinya sehingga dapat digagalkan. “Sebelumnya kita sempat riki dia mo bagantong, mar tu kadua ini sonda dapa tau. Kita kurang tau dia so tagantong di dalang kamar,” terang Ani, yang sehari hari dikenal sebagi seorang penjahit pakaian di Kelurahan tersebut.

 

 

Informasi yang diperoleh Sulutlink dari sejumlah warga di lokasi kejadian, korban memang sangat di kenal di kampung tersebut karena hampir setiap hari terlihat mabuk-mabukan. “Kage sto kwa dia frustasi deng dorang pe keadaan. Ato ada sto tu dia da basaki hati akang kong sampe dia nekat mo ba gantong,” ujar seorang warga Talikuran, yang tak mau namanya disebutkan.

 

 

Sementara itu, Kapolsek Kawangkoan AKP. Keri Utiarahman yang didampingi Kanit Patroli AIPTU A. Ontoge, saat dikonfirmasi  membenarkan kejadian tersebut. Namun menurut Utiarahman, motif kejadian tersebut hingga saat ini masih dalan proses penyelidikan. “Kita belum tahu jelas kenapa korban bunuh diri. Kita sudah coba untuk melakukan otopsi, namun istri dan seluruh anggota keluarga menolak dengan alasan kejadian tersebut memang murni bunuh diri,” ujar Utiarahman.

 

 

 

Ditambahkan Utiarahman, pengakuan keluarga juga telah diperkuat dengan hasil pemeriksaan TIM Kesehatan Puskesmas Kqawangkoan yang menyatakan kalau tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban. Disamping itu, menurutnya hasil visum menemukan adanya sprma yang keluar dari alat kelamin korban.

 

Belum habis keheboan dua kematian tadi, warga Desa Kembuan Kecamatan Tondano Utara juga dihebohkan dengan peristiwa penemuan sesosok mayat wanita yang hingga kini masih misterius.  Wanita muda yang diperkirakan berusia 16-20 tahun ini ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di jalan Ruruan Desa Kembuan Kecamatan Tondano Utara.

 

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Minahasa, AKP Rustanto, mayat korban baru ditemukan senin (18/8) petang, oleh seorang warga yang kebetulan melintas di  jalan tersebut. “Setelah ditemukan, warga langsung melapor ke pihak Polres Minahasa, dan mayat tersebut sudah dievakuasi dari lokasi penemuan,” ujar Rustanto.

 

Rustanto juga menjelaskan kalau gadis tersebut diperkirakan telah diperkosa lebih dahulu sebelum dihabisi pelaku. Hal tersebut terlihat dari tanda-tanda korban saat ditemukan.

 

Informasi yang diperoleh Sulutlink,  setelah dievakuasi, mayat misterius tersebut langsung dibawa ke RSUD Tondano. Hingga berita ini diturunkan, petugas medis di RSUD Tondano masih melakukan otopsi terhadap mayat tersebut.