|
Tiga Kematian di
Minahasa,
Terjadi di Saat Warga
Ramai Merayakan HUT RI
Laporan Rikson Karundeng
Tondano, Sulutlink -
Seorang lelaki yang
terindetifikasi bernama
Vandy (26 tahun) warga
desa Rambunan Kecamatan
Sonder Kabupaten
Minahasa, ditemukan
dalam kondisi
menggenaskan dengan 21
luka tusukan di tubuhnya.
Menurut keterangan
sejumlah warga, korban
ditemukan sudah tak
bernyawa oleh seorang
warga pada pukul 5 dini
hari, saat ia hendak
mengambil air di sebuah
sumur.
Informasi yang diperoleh
Sulutlink dari Kasat
Reskrim Polres Minahasa,
AKP Rustanto, korban
dihabisi dengan sebilah
pisau dan menurut
keterangan yang
diperoleh dari sejumlah
warga, kejadian yang
menggemparkan tersebut
diperkirakan terjadi
sekitar pukul 23.30 WITA,
Minggu (17/8). “Motif
pembunuhan sedang kami
dalami, tapi jelasnya
akan kita ketahui kalau
pelaku sudah ditemukan,”
ujar Rustanto.
Rustanto juga
menjelaskan kalau
identitas pelaku sudah
dikantongi pihak
Kepolisian dan saat ini
petugas dari Polsek
Sonder dan Tim Buser
Polres Minahasa sedang
melakukan pengejaran
terhadap oknum yang
diduga pelaku pembunuhan
sadis tersebut.
Sementara Senin (18/8),
di Kelurahan Talikuran
Kecamatan Kawangkoan,
seorang pria yang
teridentifikasi bernama
Yantje Rondonuwu (48
tahun), nekad mengahiri
nyawanya dengan
menggantung diri dengan
seutas tali jemuran.
Menurut keterangan istri
korban, Ani Raintung,
sebelumnya korban yang
sehari-hari berprofesi
sebagi seorang petani
ini, telah mencoba
mengahiri hidupnya
dengan menggantung diri
dengan selembar kain,
namun aksi itu sempat
dipergokinya sehingga
dapat digagalkan.
“Sebelumnya kita sempat
riki dia mo bagantong,
mar tu kadua ini sonda
dapa tau. Kita kurang
tau dia so tagantong di
dalang kamar,” terang
Ani, yang sehari hari
dikenal sebagi seorang
penjahit pakaian di
Kelurahan tersebut.
Informasi yang diperoleh
Sulutlink dari sejumlah
warga di lokasi kejadian,
korban memang sangat di
kenal di kampung
tersebut karena hampir
setiap hari terlihat
mabuk-mabukan. “Kage sto
kwa dia frustasi deng
dorang pe keadaan. Ato
ada sto tu dia da basaki
hati akang kong sampe
dia nekat mo ba gantong,”
ujar seorang warga
Talikuran, yang tak mau
namanya disebutkan.
Sementara itu, Kapolsek
Kawangkoan AKP. Keri
Utiarahman yang
didampingi Kanit Patroli
AIPTU A. Ontoge, saat
dikonfirmasi
membenarkan kejadian
tersebut. Namun menurut
Utiarahman, motif
kejadian tersebut hingga
saat ini masih dalan
proses penyelidikan.
“Kita belum tahu jelas
kenapa korban bunuh diri.
Kita sudah coba untuk
melakukan otopsi, namun
istri dan seluruh
anggota keluarga menolak
dengan alasan kejadian
tersebut memang murni
bunuh diri,” ujar
Utiarahman.
Ditambahkan Utiarahman,
pengakuan keluarga juga
telah diperkuat dengan
hasil pemeriksaan TIM
Kesehatan Puskesmas
Kqawangkoan yang
menyatakan kalau tidak
ada tanda-tanda
kekerasan dalam tubuh
korban. Disamping itu,
menurutnya hasil visum
menemukan adanya sprma
yang keluar dari
alat kelamin
korban.
Belum habis keheboan dua
kematian tadi, warga
Desa Kembuan
Kecamatan Tondano Utara
juga dihebohkan dengan
peristiwa penemuan
sesosok mayat wanita
yang hingga kini masih
misterius. Wanita muda
yang diperkirakan
berusia 16-20 tahun ini
ditemukan dalam keadaan
tak bernyawa di jalan
Ruruan Desa Kembuan
Kecamatan Tondano
Utara.
Menurut keterangan Kasat
Reskrim Polres Minahasa,
AKP Rustanto, mayat
korban baru ditemukan
senin (18/8) petang,
oleh seorang warga yang
kebetulan melintas di
jalan tersebut. “Setelah
ditemukan, warga
langsung melapor ke
pihak Polres Minahasa,
dan mayat tersebut sudah
dievakuasi dari lokasi
penemuan,” ujar
Rustanto.
Rustanto juga
menjelaskan kalau gadis
tersebut diperkirakan
telah diperkosa lebih
dahulu sebelum dihabisi
pelaku. Hal tersebut
terlihat dari
tanda-tanda korban saat
ditemukan.
Informasi yang diperoleh
Sulutlink, setelah
dievakuasi, mayat
misterius tersebut
langsung dibawa ke RSUD
Tondano. Hingga berita
ini diturunkan, petugas
medis di RSUD Tondano
masih melakukan otopsi
terhadap mayat tersebut.
|