|
Bertahta Setelah 2 Kali Gagal
Djelantik Kuasai 40 % Suara Pilwako
Laporan:
Budi H Rarumangkay
MANADO,
Sulutlink. Pertarungan Pilwako Kota Kotamobagu akhirnya
dimenangkan (sementara, red) oleh pasangan Drs Djelantik
Mokodompit – Tatong Bara (DJELITA) pada Rabu (20/08). Bagi
Djelantik yang juga sebagai anggota DPR-RI utusan Partai
Golkar itu, pertarungan menuju kursi panas ini merupakan
kali ketiga, setelah dua kali dikalahkan oleh Dra Marlina
Butet Siahaan -Moha pada Pilkada Bolmong lalu. Bahkan
Djelantik berhasil mengkandaskan niat Bogani (Drs Syahrial
Damopolii) yang juga sebagai Ketua Dewan Sulut berpasangan
dengan Sutomo Samad (BOSS) untuk menguasai Kotamobagu.
Pun,
Hamdi Paputungan yang berpasangan dengan Benny Ramdhany,
anggota dewan Sulut (HAMBA) dibuatnya bertekuk. Perlu
diketahui, Hamdi Paputangan merupakan mantan calon Wakil
Gubernur saat berpasangan dengan Ferry Tinggogoy. Keduanya
adalah rival terkuat pasangan Sarundajang-Sualang. Demikian
juga, ambisi pasangan Bambang Rahmadi Sugeha – Freddy
Roringkon (BRAFO) pupus !. Praktisnya para petarung Pilwako
Kota Kotamobagu adalah para Gajah-Gajah Politik.
Padahal,
banyak orang berprediksi bahwa Djelantik akan kandas
ditengah jalan. Sebab mitos menyebutkan, kesialan akan
datang terus-menerus pada seseorang dalam mengerjakan suatu
hal. Hasil sementara yang diumumkan TV Totabuan menyebutkan;
HAMBA memperoleh 11.178 suara atau 18%. DJELITA 23.835 suara
atau 40%. BOSS 17.924 suara atau 30.12%. BRAFO 6.574 suara
atau 11.5%.
Lantas
apa tanggapan Parpol pengusung ? Dari kubu HAMBA yang
diusung oleh PDI-P mengaku legowo atas hasil yang ada.
Menurut Sekertaris DPD PDI-P Franky Wongkar SH, PDI-P tetap
partai yang selalu taat aturan dan selalu menerima setiap
hasil pertandingan politik, sepanjang Pilkada itu tidak
melanggar dan bertabrakan dengan aturan. “Kalau pertandingan
politik itu berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,
dan telah dilakukan secara demokrasi, maka PDI-P pun
menerimanya dengan lapang dada dan menerima hasil
itu,”katanya.
Namun
lanjut dia, PDI-P tetap akan mengawasi perhitungan suara
yang akan dilakukan KPU. Dimana, kalau nantinya ditemukan
ada indikasi pelanggaran Pilkada, sebagaimana juga
undang-undang memberikan peluang, maka PDI-P pun akan
menempuhnya dengan jalur hukum.
Sementara itu, dari kubu Partai Golkar yang mengusung BOSS
menyebutkan, kalau pihak mereka masih menunggu hasil akhir
perhitungan KPU. “Kita tunggu saja hasil akhirnya,” jawab
Firasat Mokodompit yang juga Tim sukses BOSS.
Meski
demikian, apapun kata mereka fakta telah mencatat. DJELITA
berada diatas angin. Namun rummor politik diluaran
mengatakan, suara Djelantik terkatrol dengan unsur Gender
yakni Tatong Bara. Terlepas dari semua itu, tentunya kita
harus menunggu hasil pengumuman KPUD.
|