Main Page

Halaman Berita,  21 Agustus, 2008

 

Bertahta Setelah 2 Kali Gagal

Djelantik Kuasai 40 % Suara Pilwako

Laporan: Budi H Rarumangkay

 

MANADO, Sulutlink. Pertarungan Pilwako Kota Kotamobagu akhirnya dimenangkan (sementara, red) oleh pasangan Drs Djelantik Mokodompit – Tatong Bara (DJELITA) pada Rabu (20/08). Bagi Djelantik yang juga sebagai anggota DPR-RI utusan Partai Golkar itu, pertarungan menuju kursi panas ini merupakan kali ketiga, setelah dua kali dikalahkan oleh Dra Marlina Butet Siahaan -Moha pada Pilkada Bolmong lalu. Bahkan Djelantik berhasil mengkandaskan niat Bogani (Drs Syahrial Damopolii) yang juga sebagai Ketua Dewan Sulut berpasangan dengan Sutomo Samad (BOSS) untuk menguasai Kotamobagu.

 

Pun, Hamdi Paputungan yang berpasangan dengan Benny Ramdhany, anggota dewan Sulut (HAMBA) dibuatnya bertekuk. Perlu diketahui, Hamdi Paputangan merupakan mantan calon Wakil Gubernur saat berpasangan dengan Ferry Tinggogoy. Keduanya adalah rival terkuat pasangan Sarundajang-Sualang. Demikian juga, ambisi pasangan Bambang Rahmadi Sugeha – Freddy Roringkon (BRAFO) pupus !. Praktisnya para petarung Pilwako Kota Kotamobagu adalah para Gajah-Gajah Politik.

 

Padahal, banyak orang berprediksi bahwa Djelantik akan kandas ditengah jalan. Sebab mitos menyebutkan, kesialan akan datang terus-menerus pada seseorang dalam mengerjakan suatu hal. Hasil sementara yang diumumkan TV Totabuan menyebutkan; HAMBA memperoleh 11.178 suara atau 18%. DJELITA 23.835 suara atau 40%. BOSS 17.924 suara atau 30.12%. BRAFO 6.574 suara atau 11.5%.

 

Lantas apa tanggapan Parpol pengusung ? Dari kubu HAMBA yang diusung oleh PDI-P mengaku legowo atas hasil yang ada. Menurut Sekertaris DPD PDI-P Franky Wongkar SH, PDI-P tetap partai yang selalu taat aturan dan selalu menerima setiap hasil pertandingan politik, sepanjang Pilkada itu tidak melanggar dan bertabrakan dengan aturan. “Kalau pertandingan politik itu berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan telah dilakukan secara demokrasi, maka PDI-P pun menerimanya dengan lapang dada dan menerima hasil itu,”katanya.
 

Namun lanjut dia, PDI-P tetap akan mengawasi perhitungan suara yang akan dilakukan KPU. Dimana, kalau nantinya ditemukan ada indikasi pelanggaran Pilkada, sebagaimana juga undang-undang memberikan peluang, maka PDI-P pun akan menempuhnya dengan jalur hukum.


Sementara itu, dari kubu Partai Golkar yang mengusung BOSS menyebutkan, kalau pihak mereka masih menunggu hasil akhir perhitungan KPU. “Kita tunggu saja hasil akhirnya,” jawab Firasat Mokodompit yang juga Tim sukses BOSS.
 

Meski demikian, apapun kata mereka fakta telah mencatat. DJELITA berada diatas angin. Namun rummor politik diluaran mengatakan, suara Djelantik terkatrol dengan unsur Gender yakni Tatong Bara. Terlepas dari semua itu, tentunya kita harus menunggu hasil pengumuman KPUD.