Giliran 8 Orang Anak di Manado
Kena HIV/AIDS !
Laporan: Budi H Rarumangkay
MANADO, Sulutlink. Jika di
Minahasa ada 33 orang penderita HIV/AIDS, maka di Kota
Manado tercatat sebanyak 163 penderita. Ironisnya, dari
angka tersebut 8 orang adalah anak-anak yang ditularkan dari
ibunya saat mengandung. Bahkan satu orangnya lagi adalah
aparat negara. Sudah begitu, 83.4 persen adalah orang-orang
dengan usia produktif antara 20 sampai 39 tahun.
Karenanya, Pemerintah Kota (Pemkot)
terus melakukan berbagai upaya penanggulangannya. Menurut
Sekertaris Kota Ir Vecky Lumentut pada sulutlink,
Selasa (19/08), mengatakan,
mulai dari upaya preventif sampai penanggulangan,
dilakukan demi mencegah dan menahan laju pertambahan jumlah
ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) di kota ini.
“Selain sosialisasi ke tokoh-tokoh
agama, juga ke sekolah-sekolah. Karena ini salah satu cara
yang dianggap efektif untuk mencegah makin mewabahnya virus
yang menyerang system kekebalan tubuh manusia ini,”timpal
Kepala Dinas Kesehatan Manado dr Alexander Turangan, melalui
kasubdin P2M dokter Yvonne Kaunang. Dia juga mengatakan,
saat ini mereka sedang menyelesaikan penyusunan RAPBD
Penanggulangan HIV/AIDS.
Diakuinya komitmen mereka sudah
sangat jelas, dan tinggal menunggu pembahasannya dengan
Dekot Manado, agar bisa menjadi Perda yang punya kekuatan
hukum tetap. Cara lainnya dengan informasi edukasi
komunikasi melalui perubahan perilaku kepada kelompok risiko
tinggi seperti PSK, Homoseks, Waria, pengguna narkoba jarum
suntik, buruh dan napi. Juga imbauan untuk mengunjungi VCT,
pertemuan rutin KPA. Ada juga pertemuan antar stake holder,
perawatan dan dukungan bagi ODHA. Juga ada PMTCT (Prevention
Mother Child Treatmen) dan meningkatkan dukungan politik
lewat dana APBD dan Perda, serta penyusunan Ranperda.
Berikut Data HIV/AIDS Manado:
Total penderita 163 Orang
Berdasarkan Penyebab :
Pelaku Seks menyimpang 49 persen . IDU (Pengguna Jarum
Suntik) 26 persen. Homoseksual 1 persen. Anak yang
terinfeksi dari ibu saat lahir 5 persen . Tidak diketahui 14
persen.
Berdasarkan Pekerjaan:
Swasta 23 persen . PSK 14 persen. IRT 15 persen. Mahasiswa
11 persen. Sopir 3 persen. Pelaut 2 persen. Entertainer 2
persen. TNI/Polri 1 persen .PNS 1 persen. Buruh 1 persen.
Ojek 1 persen . Tidak diketahui 25 persen. (Sumber:
Dinas Kesehatan Manado, red)