|
DEPHUT: Penghargaan
Penghijauan dan Konservasi Alam 2008
Departemen Kehutanan menyerahkan penghargaan pemenang Lomba
Penghijauan dan Konservasi Alam Nasional tahun 2008.
Penilaian lomba sebelumnya telah dilaksanakan secara
berjenjang, yaitu untuk tingkat kabupaten/kota dilaksanakan
pada minggu kedua sampai dengan minggu keempat bulan Mei,
tingkat propinsi dilaksanakan pada minggu pertama hingga
minggu kedua bulan Juni, dan untuk tingkat nasional akan
dilaksanakan pada minggu ketiga hingga minggu keempat bulan
Juni tahun 2008 ini.
Unsur-unsur penilaian dalam lomba ini adalah keberhasilan
peserta dalam dua bidang, yaitu bidang rehabilitasi dan
bidang konservasi. Sesuai lampiran Keputusan Menteri
Kehutanan No. SK.280/Menhut-II/2008 tentang Penerima
Penghargaan Lomba Penghijauan dan Konservasi alam Tingkat
Nasional Tahun 2008, penerima penghargaan dari profesi
Penyuluh Kehutanan adalah Rasna dari
Lampung,
Cartim dari
Jawa Barat, dan Setyo Jumanto dari
Jawa Tengah.
Mereka berprestasi dalam bidang pembinaan kelompok tani,
pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, dan
aktifitasnya yang tinggi sebagai pemrasaran, moderator dan
peserta seminar dibidang penyuluhan.
Untuk kategori Polisi
Hutan (Dinas) terpilih I Nyoman Wenten (Bali), Aron
Purba (Riau),
dan Deppasau Rombe (Sulawesi Barat) sebagai penerima
penghargaan. Mereka terpilih karena berdedikasi tinggi
menyelamatkan hutan, mengamankan barang bukti, menyelesaikan
kasus perambahan hutan dan illegal logging. Untuk profesi
Polisi Hutan (UPT) terpilih I Gusti Komang Suardika (Bali),
Rosadi (Jawa Barat), dan Agung Widodo (Jambi)
mereka terpilih karena dedikasinya dalam melakukan penjagaan
di pos jaga, patroli/operasi, pengamanan barang bukti,
pengumpulan informasi intelijen, serta pemeriksaan
peredaran tumbuhan dan satwa liar dan kunjungan kepada
masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Dari kategori Penyidik
Pegawai Negeri
Sipil (PPNS - Dinas) terpilih Sahron (Jambi), R.
Ahmad Basith (NTB), dan Agus Sugianto (Bali). Untuk PPNS –
UPT terpilih Saleh (Jambi), M. Dedy Hardinianto (Kalbar),
dan Yasier Fahrian (Jambi). Mereka berhak menerima
penghargaan karena keberhasilannya menangani puluhan
kasus-kasus kehutanan, melakukan sweeping preman-preman dan
anggota Polri yang menjadi backing ilegal logging.
Dari Kelompok Tani Hutan/Penghijauan, terpilih Kelompok Tani
Sida Mukti (Jateng), Rimba Lestari (Bali), dan Krido Wono (Jatim).
Ketiga kelompok tani ini terpilih selain karena telah banyak
berprestasi dalam berbagai lomba baik tingkat kabupaten,
propinsi, hingga nasional, juga karena kegiatan-kegiatannya
mampu meningkatkan kualitas ekologi, ekonomi, dan sosial.
Untuk kelompok Desa/kelurahan Peduli Kehutanan, terpilih
Desa Benteng
Paremba, Kec. Lembang, Kab. Pinrang, Sulawesi Selatan,
Desa Burat, Kec. Kepil, Kab.
Wonosobo,
Jawa Tengah, dan Desa Karangasem, Kec. Paliyan, Kab. Gunung
Kidul, D.I. Jogjakarta. Ketiga desa tersebut berprestasi dan
pantas menerima penghargaan karena melakukan pengamanan
hutan, penghijauan, dan pembibitan kayu secara swadaya.
Keberhasilan penghijauan tersebut ditunjukkan dengan
munculnya mata air yang dapat dimanfaatkan seluruh warga.
Selain itu mereka juga membangun hutan rakyat, melakukan
reboisasi,
rehabilitasi hutan, sampai melakukan konservasi satwa.
Untuk kategori Kader Konservasi Alam terpilih Paris
Sembiring (Sumatera
Utara), Hayun Kunye (Gorontalo),
dan Ramses Ohee (Papua). Mereka memperoleh pengakuan dan
penghargaan atas prestasinya sebagai pendiri Bank Pohon,
penyumbang bibit hingga 1 juta pohon, penyelamat dan
penangkar maleo dari awalnya berjumlah 30 ekor hingga kini
menjadi 3000 ekor lebih, dan kegigihan mereka dalam
melakukan penyuluhan penyelamatan lingkungan kepada
masyarakat setempat.
Dari kategori Pecinta Alam terpilih MALIMPA UMS (Mahasiswa
Muslim Pencinta Alam / UMS), Jateng, PPSWPA-KANAL (Perhimpunan
Pemuda Sadar Wisata Pencinta Alam Kreatifitas Anak-anak Alam),
Maluku,
dan MAPPESOM PAE (Mahasiswa Pencinta Alam Petra To Risompae),
Sulawesi Selatan. Mereka mendapat penghargaan atas
dedikasinya melindungi tanaman edelweis dan pengelolaan
sampah di kawasan
gunung Merapi dan Merbabu pada musim pendakian,
menjadi motivator pengolahan sampah menjadi kompos di kota
Ambon, dan mengadakan pelatihan dasar pecinta alam, advokasi
lingkungan,
dan penataan gua.
Selain itu, juga terpilih penerima penghargaan dari kategori
Administratur/KKPH Perum Perhutani, Asper/KBKPH Perum
Perhutani, Mantri/KRPH Perum Perhutani, Mandor Tanam Perum
Perhutani, Asper
Penyuluhan Perum Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa (LMDH)
Perum Perhutani, Fasilitator PHBM Perum Perhutani, dan
Polisi Kehutanan Mobil Perum Perhutani.
Lomba ini dilatarbelakangi oleh besarnya peran aktif
masyarakat dalam menjaga dan melestarikan hutan, khususnya
dalam kegiatan rehabilitasi dan konservasi sumberdaya alam.
Lomba ini dimaksudkan untuk mengetahui baik aparat
pemerintah maupun masyarakat yang memiliki prestasi terbaik
dalam upaya rehabilitasi dan konservasi sumberdaya alam,
memberikan penghargaan atas prestasi tersebut. (Dephut RI)
|