Main Page

Halaman Berita,  21 Agustus, 2008

 

Peternakan Tak Ramah Lingkungan Terancam Ditutup   

Laporan Rikson Karundeng

 

Tondano, Sulutlink - Jelang pelaksanaan World Ocean Conference (WOC), Gubernur Sulawesi Utara S.H. Sarundajang, terus gencar menggelar kampanye ramah lingkungan. Kebijakan Sarundayang tersebut, kini telah direspons positif sejumlah kalangan, tidak terkecuali pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa. Terbukti,  Pemkab dalam waktu dekat ini akan meninjau langsung sejumlah peternakan ayam dan babi yang  tersebar di beberapa tempat di wilayah Kabupaten Minahasa.

 

Menurut Wakil Bupati (Wabup) Minahasa, Jantje Wowiling Sajow, bila nantinya kedapatan ada peternakan yang tidak ramah lingkungan, akan langsung ditindak. ‘’Kami akan langsung cabut ijinnya bila ada peterakan yang  sistim pembuangan limbahnya tidak memenuhi aturan yang berlaku,’’ tegas Sajow.

 

Lanjut Wabup, pihaknya bukannya mau menghalangi para pengusaha untuk berinvestasi di Minahasa, tetapi ini demi  kelestarian lingkungan. ‘’Walaupun rajin membayar pajak, tetapi usahanya mencelakakan orang lain, tentu akan kami tindak. Karena  banyak laporan masyarakat, sebagian peternakan seenaknya membuang limbah di sungai. Sementara sungai tersebut merupakan satu-satunya sumber  MCK masyarakat sekitar. Kasiang masyarakat yang tinggal di dekat sungai. Mereka terancam berbagai macam penyakit,’’ ujar Sajow.

 

Karena itu Wabup berharap, para peternak ayam dan babi dapat menata sistim pembuangan limbahnya agar nantinya tidak terkena dampak dari tindakan tegas pemerintah.