|
Peternakan Tak
Ramah
Lingkungan Terancam Ditutup
Laporan Rikson Karundeng
Tondano, Sulutlink
- Jelang pelaksanaan World Ocean Conference (WOC), Gubernur
Sulawesi Utara S.H. Sarundajang, terus gencar menggelar
kampanye ramah lingkungan. Kebijakan Sarundayang tersebut,
kini telah direspons positif sejumlah kalangan, tidak
terkecuali pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa. Terbukti,
Pemkab dalam waktu dekat ini akan meninjau langsung
sejumlah peternakan ayam dan babi yang tersebar di beberapa
tempat di wilayah Kabupaten Minahasa.
Menurut Wakil Bupati (Wabup) Minahasa, Jantje
Wowiling Sajow, bila nantinya kedapatan ada peternakan yang
tidak ramah lingkungan, akan langsung ditindak. ‘’Kami akan
langsung cabut ijinnya bila ada peterakan yang sistim
pembuangan limbahnya tidak memenuhi aturan yang berlaku,’’
tegas Sajow.
Lanjut Wabup, pihaknya bukannya mau
menghalangi para pengusaha untuk berinvestasi di Minahasa,
tetapi ini demi kelestarian lingkungan. ‘’Walaupun rajin
membayar pajak, tetapi usahanya mencelakakan orang lain,
tentu akan kami tindak. Karena banyak laporan masyarakat,
sebagian peternakan seenaknya membuang limbah di sungai.
Sementara sungai tersebut merupakan satu-satunya sumber MCK
masyarakat sekitar. Kasiang masyarakat yang tinggal di dekat
sungai. Mereka terancam berbagai macam penyakit,’’ ujar
Sajow.
Karena itu Wabup berharap, para peternak ayam
dan babi dapat menata sistim pembuangan limbahnya agar
nantinya tidak terkena dampak dari tindakan tegas pemerintah.
|