Main Page

Halaman Berita,  21 Agustus, 2008

 

Pihak Aparat Terkesan Cuek

Pencurian Ternak Marak di Tompaso

Laporan Rikson Karundeng

 

Tondano, Sulutlink - Kasus pencurian ternak seperti Babi, Kuda dan Sapi, benar-benar telah meresahkan masyarakat yang ada di Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa. Betapa tidak, selang tahun 2008 ini, kesus pencurian ternak di wilayah tersebut telah hampir dua puluh kali terjadi dan telah merugikan masyarakat ratusan juta rupiah.

 

Awal pekan ini kejadian tersebut kembali terjadi di Desa Talikuran Kecamatan Tompaso dan menimpa seorang peternak bernama Novi Watung. Menurut Watung, kali ini ia sedikit beruntung karena beberapa ekor babi miliknya yang sudah dibius pelaku tak sempat dibawa kabur. “Kita kwa sempat da dapa riki pa dorang kong dorang langsung tumingkas. Kita nda tau dorang brap banya mar tu di kandang yang kita da dapa lia ada tiga orang,” ungkap Watung.

 

Menurut pengakuan sejumlah warga, kejadian seperti ini sebenarnya telah berulang kali terjadi namun terkesan tak kunjung digubris pihak aparat keamanan. “Tahun ini so mo amper 20 kasus da jadi di wilayah Tompaso, mar nda pernah dapa tangka depe pelaku. Tompaso sepertinya so jadi target pencurian ternak mar sayang aparat dapa lia nda mo ba gra,” ujar salah sorang warga Talikuran yang tak mau namanya disebutkan.

 

Sementara itu, ada warga yang sempat mengungkapkan kalau beberapa waktu yang lalu ada korban yang sempat memberikan sejumlah uang kepada pihak aparat yang ada di Polsek Tompaso,  untuk memburu pelaku yang sempat diketahui warga dan diduga berdomisili di Kota Manado. Namun menurutnya, hingga sekarang tak pernah ada kabar yang jelas dari pihak Polsek Tompaso. “Torang so dapa tau tu orang da ba ambe tu babi kong so kase doi jalang pa polisi supaya dorang somo pi tangka, mar sampe so ada ley tu da ilang akang babi, dorang bulung tangka-tangka tu pelaku,” ujar seorang warga Tompaso yang juga tak mau namanya disebutkan.

 

Kapolsek Tompaso AKP. B.H. Kumayas ketika dikonfirmasi Sulutlink Selasa (19/8), mengatakan kalau kasus-kasus pencurian ternak di Tompaso masih dalam proses penyelidikan. “Hingga sekarang kami terus berupaya, bahkan kami telah bekerja sama dengan pihak Polsek Wanea Manado untuk membekuk salah seorang yang diduga selama ini menjadi pelaku kasus tersebut,” ungkap Kumayas dengan nada tegas.

 

Alen Manongko, salah seorang tokoh pemuda di Kecamatan Tompaso mengungkapkan kalau kejadian ini bisa terjadi berulang-ulang karena kemungkinan besar ada orang Tompaso yang ikut terlibat. “Masa dorang so tau samua tu kandang-kandang babi deng tampa ika kuda deng sapi. Lebe gila ley, tu jalang-jalang ja pi kandang rupa dong so hafal skali. Kalu nda ada orang dalang ja antar, pasti nda mo bagitu,” ujar Manongko.

 

Manongko juga berharap, pihak aparat keamanan dan pemerintah di Wilayah Tompaso bisa menseriusi persoalan ini agar tidak terus meresahkan masyarakat.

 

Sementara itu, camat Tompaso Moudy Pangerapan, ketika dimintai tanggpannya terkait persoalan tersebut mengungkapkan kalau pihak pemerintah kecamatan telah berupaya melakukan himbauan-himbauan kepada seluruh pemerintah desa dan masyarakat agar bisa bersama-sama menghadapi persoalan ini. Bahkan menurutnya, karena hal tersebut, saat ini di Kabupaten Minahasa hanya desa-desa di kecamatan Tompaso yang aktif menjalankan siskamling.