|
Pihak Aparat Terkesan Cuek
Pencurian Ternak Marak di
Tompaso
Laporan Rikson Karundeng
Tondano, Sulutlink -
Kasus pencurian ternak seperti
Babi,
Kuda dan Sapi, benar-benar telah meresahkan masyarakat yang
ada di Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa. Betapa tidak,
selang tahun 2008 ini, kesus pencurian ternak di wilayah
tersebut telah hampir dua puluh kali terjadi dan telah
merugikan masyarakat ratusan juta rupiah.
Awal pekan ini kejadian tersebut
kembali terjadi di
Desa Talikuran Kecamatan Tompaso dan menimpa seorang
peternak bernama Novi Watung. Menurut Watung, kali ini ia
sedikit beruntung karena beberapa ekor babi miliknya yang
sudah dibius pelaku tak sempat dibawa kabur. “Kita kwa
sempat da dapa riki pa dorang kong dorang langsung tumingkas.
Kita nda tau dorang brap banya mar tu di kandang yang kita
da dapa lia ada tiga orang,” ungkap Watung.
Menurut pengakuan sejumlah warga,
kejadian seperti ini sebenarnya telah berulang kali terjadi
namun terkesan tak kunjung digubris pihak aparat keamanan.
“Tahun ini so mo amper 20 kasus da jadi di wilayah Tompaso,
mar nda pernah dapa tangka depe pelaku. Tompaso sepertinya
so jadi target pencurian ternak mar sayang aparat dapa lia
nda mo ba gra,” ujar salah sorang warga Talikuran yang tak
mau namanya disebutkan.
Sementara itu, ada warga yang
sempat mengungkapkan kalau beberapa waktu yang lalu ada
korban yang sempat memberikan sejumlah uang kepada pihak
aparat yang ada di Polsek Tompaso, untuk memburu pelaku
yang sempat diketahui warga dan diduga berdomisili di Kota
Manado. Namun menurutnya, hingga sekarang tak pernah
ada kabar yang jelas dari pihak Polsek Tompaso. “Torang so
dapa tau tu orang da ba ambe tu babi kong so kase doi jalang
pa polisi supaya dorang somo pi tangka, mar sampe so ada ley
tu da ilang akang babi, dorang bulung tangka-tangka tu
pelaku,” ujar seorang warga Tompaso yang juga tak mau
namanya disebutkan.
Kapolsek Tompaso AKP. B.H.
Kumayas ketika dikonfirmasi Sulutlink Selasa (19/8),
mengatakan kalau kasus-kasus pencurian ternak di Tompaso
masih dalam proses penyelidikan. “Hingga sekarang kami terus
berupaya, bahkan kami telah bekerja sama dengan pihak Polsek
Wanea Manado untuk membekuk salah seorang yang diduga selama
ini menjadi pelaku kasus tersebut,” ungkap Kumayas dengan
nada tegas.
Alen Manongko, salah seorang
tokoh pemuda di Kecamatan Tompaso mengungkapkan kalau
kejadian ini bisa terjadi berulang-ulang karena kemungkinan
besar ada orang Tompaso yang ikut terlibat. “Masa dorang so
tau samua tu kandang-kandang babi deng tampa ika kuda deng
sapi. Lebe gila ley, tu jalang-jalang ja pi kandang rupa
dong so hafal skali. Kalu nda ada orang dalang ja antar,
pasti nda mo bagitu,” ujar Manongko.
Manongko juga berharap, pihak
aparat keamanan dan pemerintah di Wilayah Tompaso bisa
menseriusi persoalan ini agar tidak terus meresahkan
masyarakat.
Sementara itu, camat Tompaso
Moudy Pangerapan, ketika dimintai tanggpannya terkait
persoalan tersebut mengungkapkan kalau pihak pemerintah
kecamatan telah berupaya melakukan himbauan-himbauan kepada
seluruh pemerintah desa dan masyarakat agar bisa
bersama-sama menghadapi persoalan ini. Bahkan menurutnya,
karena hal tersebut, saat ini di Kabupaten Minahasa hanya
desa-desa di kecamatan Tompaso yang aktif menjalankan
siskamling.
|