|
Banyak Sekolah Di
Minahasa Rusak Parah
Laporan Rikson Karundeng
Tondano, Sulutlink -
Sarana dan prasarana sekolah diakui merupakan salah satu hal
penting yang tidak bisa diabaikan dalam rangka mencapai
kualitas pendidikan yang memadai. Sayang, sarana dan
prasarana memadai bagi sekolah-sekolah tertentu di tanah
Lumimuut-Toar, ternyata masih jauh dari harapan. Di
Kabupaten Minahasa misalnya, sarana dan prasarana sejumlah
sekolah ternyata kondisinya sangat memprihatinkan. Kondisi
ini kemudian menimbulkan pertanyaan bagi sejumlah masyarakat
peduli pendidikan di daerah ini. Menurut mereka, belum
seratus persen bangunan sekolah di Minahasa mendapat
perhatian lebih dari pemerintah.
Pantauan Sulutlink, ada beberapa sekolah negeri maupun
swasta seperti SD Katolik Ranotongkor, SD GMIM Kamangta, dan
SD GMIM 217 Passo rusak parah. Menurut salah seorang aktivis
Lembaga Pemberdayaan Sumikolah, Venly Masie, kondisi ini
sangat ironis jika dibandingkan dengan kenyataan bahwa dana
perbaikan sekolah dalam bentuk DAK berbandrol miliaran
rupiah, sudah direalisasikan sejak beberapa tahun lalu. “
Memang usaha pemerintah untuk memperbaiki bangunan sekolah
belum tepat sasaran, karena masih banyak sekolah yang
dikategorikan rusak parah,” ujar Masie.
Menurut Masie, seharusnya dengan adanya dana DAK berbandrol
Rp.21 miliar, otomatis semua pembangunan sekolah akan
tuntas. “Diknas harus pro aktif dan berusaha keras
meningkatkan mutu pendidikan sebab sepengetahuan kami dana
DAK tahun 2008 besar skali sedangkan depe penyaluran nihil.
Kong sebagian bangunan sekolah banyak yang rusak parah.
Seperti di SD GMIM Kamangta, yang lebih cocok disebut
kandang hewan,” tutur Masie.
Sementara itu, aktivis pemuda asal Tombariri, Alan Parinusa,
mengungkapkan kalau dana DAK telah dikucurkan miliaran
rupiah selama beberapa waktu namun di lapangan masih banyak
sekolah yang kondisinya memperihatinkan, itu indikasi bahwa
ada sesuatu dibalik penyaluran DAK yang perlu dipertanyakan.
Masyarakat harus kritis melihat kenyataan itu. Bisa saja
dana-dana yang di atas kertas telah disalurkan ke
seolah-sekolah, realisasinya tidak demikian. Jadi tidak
mengherankan kalau masih banyak sekolah di Minahasa yang
kondisinya memprihatinkan, walaupun dana miliaran rupiah
telah dikucurkan, " ujar Parinusa.
Menurut Parinusa, jika kondisi itu terus dibiarkan maka
selamanya sarana prasarana pendidikan di Mniahasa akan
memprihatinkan dan jelas akan berdampak bagi kualitas
pendidikan di Tanah Minahasa secara keseluruhan.
Kepala
Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Minahasa, Frits
Muntu ketika dikonfirmasi Sulutlink, mengakui kalau ada
sebagian sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Minahasa
dalam kondisi rusak berat. Namun, Muntu mengakui kalau
persolan tersebut tetap akan menjadi prioritas pemerintah
untuk dituntaskan dalam waktu dekat. “Tahun 2008 ini semua
sekolah yang dikategorikan rusak parah akan mendapat
suntikan dana DAK yang akan segera dicairkan,” beber Muntu
diplomatis.
|