Main Page

Halaman Berita,  27 Agustus, 2008

 

Banyak Sekolah Di Minahasa Rusak Parah
Laporan Rikson Karundeng
 

Tondano, Sulutlink - Sarana dan prasarana sekolah diakui merupakan salah satu hal penting yang tidak bisa diabaikan dalam rangka mencapai kualitas pendidikan yang memadai. Sayang, sarana dan prasarana memadai bagi sekolah-sekolah tertentu di tanah Lumimuut-Toar, ternyata masih jauh dari harapan. Di  Kabupaten Minahasa misalnya, sarana dan prasarana sejumlah sekolah ternyata kondisinya sangat  memprihatinkan. Kondisi ini kemudian menimbulkan pertanyaan bagi sejumlah masyarakat peduli pendidikan di daerah ini. Menurut mereka, belum seratus persen bangunan sekolah di Minahasa mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

Pantauan Sulutlink, ada beberapa sekolah negeri maupun swasta seperti SD Katolik Ranotongkor, SD GMIM Kamangta, dan SD GMIM 217 Passo rusak parah. Menurut salah seorang aktivis Lembaga Pemberdayaan Sumikolah, Venly Masie, kondisi ini sangat ironis jika dibandingkan dengan kenyataan bahwa dana perbaikan sekolah dalam bentuk DAK berbandrol miliaran rupiah, sudah direalisasikan sejak beberapa tahun lalu. “ Memang usaha pemerintah untuk memperbaiki bangunan sekolah belum tepat sasaran, karena masih banyak sekolah yang dikategorikan rusak parah,” ujar Masie.

Menurut Masie, seharusnya dengan adanya dana DAK berbandrol Rp.21 miliar, otomatis semua pembangunan sekolah akan  tuntas.  “Diknas harus pro aktif dan berusaha keras meningkatkan mutu pendidikan sebab sepengetahuan kami dana DAK tahun 2008 besar skali sedangkan depe penyaluran nihil. Kong  sebagian bangunan sekolah  banyak yang rusak  parah. Seperti di SD GMIM Kamangta, yang lebih cocok disebut kandang hewan,”  tutur Masie.

Sementara itu, aktivis pemuda asal Tombariri, Alan Parinusa, mengungkapkan kalau dana DAK telah dikucurkan miliaran rupiah selama beberapa waktu namun di lapangan masih banyak sekolah yang kondisinya memperihatinkan, itu indikasi bahwa ada sesuatu dibalik penyaluran DAK yang perlu dipertanyakan. Masyarakat harus kritis melihat kenyataan itu. Bisa saja dana-dana yang di atas kertas telah disalurkan ke seolah-sekolah, realisasinya tidak demikian. Jadi tidak mengherankan kalau masih banyak sekolah di Minahasa yang kondisinya memprihatinkan, walaupun dana miliaran rupiah telah dikucurkan, " ujar Parinusa.

Menurut Parinusa, jika kondisi itu terus dibiarkan maka selamanya sarana prasarana pendidikan di Mniahasa akan memprihatinkan dan jelas akan berdampak bagi kualitas pendidikan di Tanah Minahasa secara keseluruhan.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Minahasa, Frits Muntu ketika dikonfirmasi Sulutlink, mengakui kalau ada sebagian sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Minahasa dalam kondisi rusak berat.  Namun, Muntu mengakui kalau persolan tersebut tetap akan menjadi prioritas pemerintah untuk dituntaskan dalam waktu dekat. “Tahun 2008 ini semua sekolah yang dikategorikan rusak parah akan mendapat suntikan dana DAK yang  akan segera  dicairkan,” beber Muntu diplomatis.