|
Produk Turunan Kelapa Sulut “Digilai” Mancanegara Laporan: Budi H Rarumangkay
“Kontrak kerjasama dan pengiriman komoditi ekspor sudah dilakukan sejak awal tahun ini oleh eksportir kita dan ini merupakan pertanda bahwa Sulut tidak terpengaruh dengan adanya krisis perekonomian global,”katanya.
Dia kemudian menyebutkan sejumlaj negara diantaranyal; Hezegovina, Sarajevo, Portugal, Lithuania, Caledonia, Buenos Aires serta Republik Dominican. Mereka katanya rata-rata menyukai produk turunan kelapa, selain perikanan.
Meskipun tidak dapat merincikan berapa banyak nilai maupun ekspor ke 7 negara tersebut, namun yang pasti dikatakan Kawatu, dengan adanya kegiatan ekspor tersebut sudah mampu mempertahan daerah ini dari hantaman krisis ekonomi global yang masih banyak melanda beberapa negara di dunia.
“Ekportir Sulut masih akan
terus mencari pangsa pasar
tujuan ekspor baru agar
dapat menunjang industri
kecil yang ada di daerah ini
dalam hal pemasaran produk
jadi maupun
mentah,”tambahnya. Sementara itu, berdasarkan data Disperindag, ekspor Sulut selama triwulan pertama 2009 mencapai USD115 juta untuk 192,5 ribu ton. Adapun negara yang mendapatkan peringkat pertama dari kegiatan ekspor yakni Singapura dimana mencapai USD35,8 juta (87 ribu ton), disusul Amerika USD17,6 juta (20,8 ribu ton), kemudian Arab Saudi USD12,8 ribu (19,6 ribu ton), Jerman USD12,9 juta (115,5 ribu ton), Jepang USD3,5 juta (1.000 ton), Belanda USD2,4 juta (830,3 ton), Korea USD2,2 juta ton (2,4 ribu ton), Thailand USD1,2 juta (4.000 ton), Afrika USD956 ribu (483 ton) serta India USD643 ribu untuk 5,1 juta ton. |
MANADO.
Sulutlink:
Sepertinya
krisis perekonomian global
yang melanda saat ini, belum
berpengaruh secara
signifikan bagi perdagangan
di daerah kita. Buktinya,
sejak awal tahun hingga
sampai saat ini, sedikitnya
sudah ada 7 negara yang
menyatakan siap bekerjasama
bidang perdagangan berupa
kegiatan ekspor dengan Sulut.
Bahkan menurut Kadis
Perdagangan Sulut Gemmy
Kawatu SE pada sulutlink