Juni 16, 2009

Search for:

 

(Pengakuan Salah Seorang Penderita AIDS)

Tuhan Tolong.... Saya Mau Sembuh..!

Laporan: Budi H Rarumangkay

 

Lambat namun pasti keadaan tubuhnya mulai keropos. Penderitaan demi penderitaan kian terus menerpa seluruh sendi kehidupannya. Semua itu berawal saat dokter di Rumah Sakit Prof Kandouw Malalayang Manado menyatakan, dia positif mengidap AIDS ! Itu pada bulan Juni 2008. Dan bagai disambar petir disiang bolong, berita mengejutkan itu menenggelamkan dirinya sampai ke liang lahat. “Ya ..Tuhan ampuni saya, Saya mau Sembuh...!” serunya penuh harap.

 

Sejak saat itu, pikirannya kacau, bingung, dan marah. Lebih menyakitkan lagi, istri tercinta minta cerai dan membawa dua anak kesayangan hasil perkawinan sah. Namun katanya dia tidak boleh hanyut, bahkan terus berusaha dengan segala cara untuk sembuh, tentunya tak lupa terus berdoa pada sang Pencipta. “Tuhan, jika kamu ingin menghukum saya, silahkan. Saya sudah pasrah, namun berikan saya kesempatan untuk sembuh agar bisa berbuat yang terbaik bagi orang-orang yang saya cintai...amin...”demikian isi doanya setiap hari.

Seperti itulah pengakuan salah seorang penderita AIDS di Manado yang berinisial MM, pada sulutlink Senin (15/06). Sebelum menghubungi redaksi, MM, mengetahui nomor telepon redaksi dari majalah Komunitas Wartawan Peduli AIDS (KWPA) yang diterbitkan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Sulut.

 

Kemudian bersama wartawan Pasific TV Hentje Tumilaar, kami (KWPA) menuju rumah MM yang berada di bilangan jalan Samratulangi Manado.(Alamat jelas berada pada redaksi, red). Saat bertemu, kondisi MM agak kurus namun tidak menampakan bahwa dirinya sedang merenggang nyawa. MM menyambut kami dengan hangat, dengan senyum agak dipaksakan dia menyalami kami dan memperkenalkan dirinya.
 

“Ayo mari masuk,” ucapnya pelan ketika bersua di halaman rumahnya yang besar.

 

Kamipun berbasa-basi sejenak sebelum masuk pada inti pembicaraan. Diruangan tamu terlihat foto-foto keluarga. “Ibu saya sudah meninggal dunia, sedangkan ayah kawin lagi dan berada di Jakarta. Kami dua bersaudara, saya anak kedua,”katanya lirih.

 

MM berumur 30 tahun. Dia kawin dengan Bunga, (sebut saja begitu, red) pada saat berusia 22 tahun. Mereka dikaruniai sepasang anak lelaki dan perempuan. Yang perempuan kini sudah beumur 8 tahun dan anak lelakinya berumur 4 tahun. Dalam penuturan MM, dirinya menjadi pecandu Narkoba sejak sekolah SMP di Jakarta. “Saya mulai mengkonsumsi Narkoba (pil. Red) sejak SMP waktu di Jakarta. Nanti SMA baru mengenal Narkoba dengan memakai Jarum Suntik,”ungkapnya dengan pandangan menerawang.
 

Itu terjadi beberapa tahun lalu lanjut MM, setelah lulus SMA dia kembali ke Manado untuk melanjutkan studi ke Akademi Pariwisata, namun tidak selesai karena keburu kawin. Dalam perjalanan rumah tangganya aku MM, biasa saja seperti kebanyakan orang. Hari berganti hari, tahun berganti tahun, tubuh MM mulai mengalami perubahan. Dari gemuk menjadi sangat kurus, sehingga MM oleh tetangganya dipanggil “ mayat hidup”. MM jatuh sakit dan dirawat inapkan di Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado.

 

“Hasil diagnosa awal, saya menderita penyakit paru-paru, liver dan maag akut. Berbagai obat sudah saya konsumsi namun tidak membaik. Oleh dokter saya dirujuk ke RS Prof Kandouw. Setelah masuk laboratorium, saya dinyatakan positif penderita AIDS. Itu pada bulan Juni 2008 lalu,”kata MM.”Saat mendengar vonis itu, saya nyaris pingsan dan menjadi gila,”tambahnya.

 

Menurut MM, sebagian keluarganya pun tidak percaya dan bahkan hingga saat ini, hanya orang-orang tertentu saja yang tahu. Sebagian dari mereka tidak tahu bahwa sebenarnya MM salah satu penderita AIDS di Sulut. “Tapi istri saya tahu, kemudian dia minta cerai karena takut tertular. Dia pergi membawa dua anak kami. Begitu juga sebagian tetangga sudah tahu. Mereka jijik dan marah, bahkan beberapa kali saya di intimidasi. Namun karena saya berperilaku baik dan sopan, serta ditunjang keadaan tubuh mulai membaik jadi mereka pikir saya hanya sakit paru-paru,”terang MM dengan wajak penuh penyesalan.
 

“Jika bisa waktu berputar mundur, saya akan memerangi Narkoba dan membongkar sindikatnya sampai ke akar-akarnya. Tapi biarlah itu menjadi tugas aparat berwenang. Keinginan saya saat ini adalah menjadi sembuh total. Saya tidak mau dikucilkan, itu sangat menyakitkan. Satu hal lagi yang paling menyakitka, adalah pandangan mata orang ketika tahu saya penderita AIDS. Ya ...Tuhan tolong saya, saya ingin sembuh Tuhan. Saya ingin menjadi evangelis......”ujar MM menahan tangis.

 

Dibalik pergelutan hidupnya MM pun mengaku, pengakuan dirinya saat ini bukan untuk mencari sensasi, melainkan untuk sebagai pelajaran bahwa kesenangan sesaat bisa menjerumuskan seseorang dalam kenistaan yang amat sangat. Selain itu, dia berpesan khususnya pada generasi muda; “Jangan sia-siakan masa mudamu selagi kuat dan sehat. Tetapi buatlah dirimu menjadi lebih berarti dimasa datang demi orang-orang yang dicintai..” Saat ini MM sedang ditangani secara serius oleh KPAD Sulut.

Copyright Sulutlink.com 2000-2009