(Pengakuan Salah Seorang Penderita AIDS)
Tuhan Tolong.... Saya Mau Sembuh..!
Laporan: Budi H Rarumangkay
Lambat
namun pasti keadaan tubuhnya mulai keropos. Penderitaan demi penderitaan
kian terus menerpa seluruh sendi kehidupannya. Semua itu berawal saat
dokter di Rumah Sakit Prof Kandouw Malalayang Manado menyatakan, dia
positif mengidap AIDS ! Itu pada bulan Juni 2008. Dan bagai disambar
petir disiang bolong, berita mengejutkan itu menenggelamkan dirinya
sampai ke liang lahat. “Ya ..Tuhan ampuni saya, Saya mau Sembuh...!”
serunya penuh harap.
Sejak saat itu, pikirannya kacau, bingung, dan marah. Lebih menyakitkan
lagi, istri tercinta minta cerai dan membawa dua anak kesayangan hasil
perkawinan sah. Namun katanya dia tidak boleh hanyut, bahkan terus
berusaha dengan segala cara untuk sembuh, tentunya tak lupa terus berdoa
pada sang Pencipta. “Tuhan, jika kamu ingin menghukum saya, silahkan.
Saya sudah pasrah, namun berikan saya kesempatan untuk sembuh agar bisa
berbuat yang terbaik bagi orang-orang yang saya cintai...amin...”demikian
isi doanya setiap hari.

Seperti itulah pengakuan salah seorang penderita AIDS di Manado yang
berinisial MM, pada sulutlink Senin (15/06). Sebelum menghubungi
redaksi, MM, mengetahui nomor telepon redaksi dari majalah Komunitas
Wartawan Peduli AIDS (KWPA) yang diterbitkan Komisi Penanggulangan AIDS
Daerah (KPAD) Sulut.
Kemudian bersama wartawan Pasific TV Hentje Tumilaar, kami (KWPA) menuju
rumah MM yang berada di bilangan jalan Samratulangi Manado.(Alamat jelas
berada pada redaksi, red). Saat bertemu, kondisi MM agak kurus namun
tidak menampakan bahwa dirinya sedang merenggang nyawa. MM menyambut
kami dengan hangat, dengan senyum agak dipaksakan dia menyalami kami dan
memperkenalkan dirinya.
“Ayo mari masuk,” ucapnya pelan ketika bersua di halaman rumahnya yang
besar.
Kamipun berbasa-basi sejenak sebelum masuk pada inti pembicaraan.
Diruangan tamu terlihat foto-foto keluarga. “Ibu saya sudah meninggal
dunia, sedangkan ayah kawin lagi dan berada di Jakarta. Kami dua
bersaudara, saya anak kedua,”katanya lirih.
MM berumur 30 tahun. Dia kawin dengan Bunga, (sebut saja begitu, red)
pada saat berusia 22 tahun. Mereka dikaruniai sepasang anak lelaki dan
perempuan. Yang perempuan kini sudah beumur 8 tahun dan anak lelakinya
berumur 4 tahun. Dalam penuturan MM, dirinya menjadi pecandu Narkoba
sejak sekolah SMP di Jakarta. “Saya mulai mengkonsumsi Narkoba (pil.
Red) sejak SMP waktu di Jakarta. Nanti SMA baru mengenal Narkoba dengan
memakai Jarum Suntik,”ungkapnya dengan pandangan menerawang.
Itu terjadi beberapa tahun lalu lanjut MM, setelah lulus SMA dia kembali
ke Manado untuk melanjutkan studi ke Akademi Pariwisata, namun tidak
selesai karena keburu kawin. Dalam perjalanan rumah tangganya aku MM,
biasa saja seperti kebanyakan orang. Hari berganti hari, tahun berganti
tahun, tubuh MM mulai mengalami perubahan. Dari gemuk menjadi sangat
kurus, sehingga MM oleh tetangganya dipanggil “ mayat hidup”. MM jatuh
sakit dan dirawat inapkan di Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado.
“Hasil diagnosa awal, saya menderita penyakit paru-paru, liver dan maag
akut. Berbagai obat sudah saya konsumsi namun tidak membaik. Oleh dokter
saya dirujuk ke RS Prof Kandouw. Setelah masuk laboratorium, saya
dinyatakan positif penderita AIDS. Itu pada bulan Juni 2008 lalu,”kata
MM.”Saat mendengar vonis itu, saya nyaris pingsan dan menjadi
gila,”tambahnya.
Menurut MM, sebagian keluarganya pun tidak percaya dan bahkan hingga
saat ini, hanya orang-orang tertentu saja yang tahu. Sebagian dari
mereka tidak tahu bahwa sebenarnya MM salah satu penderita AIDS di Sulut.
“Tapi istri saya tahu, kemudian dia minta cerai karena takut tertular.
Dia pergi membawa dua anak kami. Begitu juga sebagian tetangga sudah
tahu. Mereka jijik dan marah, bahkan beberapa kali saya di intimidasi.
Namun karena saya berperilaku baik dan sopan, serta ditunjang keadaan
tubuh mulai membaik jadi mereka pikir saya hanya sakit paru-paru,”terang
MM dengan wajak penuh penyesalan.
“Jika bisa waktu berputar mundur, saya akan memerangi Narkoba dan
membongkar sindikatnya sampai ke akar-akarnya. Tapi biarlah itu menjadi
tugas aparat berwenang. Keinginan saya saat ini adalah menjadi sembuh
total. Saya tidak mau dikucilkan, itu sangat menyakitkan. Satu hal lagi
yang paling menyakitka, adalah pandangan mata orang ketika tahu saya
penderita AIDS. Ya ...Tuhan tolong saya, saya ingin sembuh Tuhan. Saya
ingin menjadi evangelis......”ujar MM menahan tangis.
Dibalik pergelutan hidupnya MM pun mengaku, pengakuan dirinya saat ini
bukan untuk mencari sensasi, melainkan untuk sebagai pelajaran bahwa
kesenangan sesaat bisa menjerumuskan seseorang dalam kenistaan yang amat
sangat. Selain itu, dia berpesan khususnya pada generasi muda; “Jangan
sia-siakan masa mudamu selagi kuat dan sehat. Tetapi buatlah dirimu
menjadi lebih berarti dimasa datang demi orang-orang yang dicintai..”
Saat ini MM sedang ditangani secara serius oleh KPAD Sulut.