Buntut Demo ICW
Terhadap Plt Walikota
Massa
Pendukung Abdi Buchari Bereaksi
Laporan: Budi H
Rarumangkay
MANADO,
Sulutlink.
Massa pendukung Plt Walikota
Manado Abdi Buchari SE, akhirnya bereaksi
setelah pekan lalu komunitas ICW yang dimotori
Harold Lumempouw berunjuk rasa mendesak
penonaktifan
Abdi karena terlibat kasus MBHgate.
Ratusan massa aksi pendukung Plt Walikota Manado
itu setelah demo di halaman kantor gubernur
Senin (22/06) kemudian melakukan aksi serupa di
beberapa lokasi di Manado.
Intinya, massa yang menamakan
diri Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Anti
Penegakan Hukum Diskrimintatif (AMMAPKD),
meminta meminta
agar Abdi Buchari tetap dipertahankan menjadi
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Daerah Walikota
Manado.
Direktur Eksekutif
Lembaga Pemantau Pemerintahan Pembangunan dan
Kemasyarakatan (LP3K) Manado, Jeheskial Laerah,
yang ikut terlibat dalam aksi tersebut
mengatakan, Gubernur Sulut Drs Sinyo Harry
Sarundajang (SHS), harus berhati-hati dalam
menyikapi desakan pergantian Abdi Buchari.
Untuk alasan
stabilitas keamanan menjelang Pemilihan Presiden
–Pilpres- bulan depan. Laerah menganjurkan,
gubernur agar tidak tergesa-gesa melakukan
pergantian terhadap pelaksana tugas Walikota
Manado. Karena tindakan itu nilainya, akan
memancing reaksi pendukung Abdi Buchari. Selain
itu tambahnya, penggantian pucuk pimpinan di
pemerintah Kota Manado, dikhawatirkan akan
menggangu jalannya koordinasi persiapan
pelaksanaan event internasional Sail Bunaken,
bulan Agustus mendatang.
Sementara itu
menurut pengunjuk rasa lainnya, Husein Puju,
bahwa pengusutan kasus korpusi MBGate yang
menetapkan Abdi Buchari sebagai tersangka sarat
dengan muatan politis. Kasus hukum yang
sebelumnya telah mendapat putusan hukum
pengadilan negeri ini terkesan dibongkar kembali
untuk mengggoyang posisi Abdi Buchari yang telah
menduduki jabatan Pelaksana Tugas Walikota
Manado. Husein meyakini Abdi Buchari tidak
bersalah dalam kasus hukum tersebut.
Setelah puas
menumpahkan segala uneg-uneg mereka, massa
pendukung Abdi Buchari juga menggelar aksinya di
Kantor Kejaksaan Tinggi Sulut, kemudian berakhir
di kantor DPRD Sulut Sario Manado.