August 18, 2009

Search for:

 

122 Admiral Asing Hadiri Upacara HUT RI di Manado

2.827 Peserta Pecahkan Rekor Upacara Bendera di Bawah Laut

Laporan: Budi H Rarumangkay

 

MANADO, Sulutlink. Upacara peringatan detik-detik proklamasi di Manado kali sangat luar biasa. Betapa tidak, sebanyak 2.827 orang penyelam ikut serta dalam pemecahan rekor dunia upacara bawah laut di Pantai Malalayang, Manado, Senin (17/08). Bersamaan dengan itu, upacara bendera di halaman kantor gubernur juga diikuti 122 admiral asing peserta Sail Bunaken.
 

"Selain peserta ada juga tujuh pejabat upacara dan 19 tim setting area, di bawah air Pantai Malalayang," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul pada sejumlah wartawan.
 

Sitompul menjelaskan para peserta itu terdiri atas 2.700 penyelam lokal, penyelam VIP dan 76 partisipan dari mancanegara. Dalam upacara tersebut bertindak sebagai inspektur upacara adalah Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Madya TNI Moekhlas Sidik, dan komandan upacara Kadispenal, Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul.

Selain itu, berbagai atraksi menarik di bawah laut dilakukan para taruna Akademi Angkatan Laut. Atraksi tak kalah menariknya, marching band yang dilakukan para taruna AAL di sepanjang jalan Malalayang.
 

Bersamaan dengan itu, detik-detik HUT Kemerdekaan RI ke-64, 17 Agustus 2008 di halaman Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), berlangsung hikmat, dengan Inspektur Upacara, Gubernur Sulut, Drs Sinyo Harry Sarundajang.

Pada kesempatan itu, bertindak sebagai Komandan Upacara, Mayor (Inf) Arifin Simanjuntak (Wadan Yonif 712 Korem Santiago), dihadiri Pangdam Wirabuana, Mayjend (Inf) Joko Susilo, serta jajaran Muspida dan pejabat lingkungan Pemerintah Propinsi Sulut.

Menariknya, upacara bendera di halaman kantor gubernur ini, turut dihadiri sebanyak 122 Admiral (Laksamana) dari 33 negara peserta Sail Bunaken, yang diundang khusus Pemprov Sulut.Gubernur. Para Admiral negara-negara sahabat itu terdiri dari delegasi Amerika Serikat, Australia, Inggris, Filipina, Brunei, India, Kamboja, Malaysia, Nigeria, Selandia Baru, Pakistan, Portugal, Cina, Thailand, Singapura, dan Timor Leste.Brazil, Rusia, Prancis, Korea Selatan, Jepang, Turki, Cili, Bangladesh, Kanada, Belanda, Arab Saudi, Iran, Italia, Peru, Suriah serta Papua Nugini, termasuk tuan rumah Indonesia.
 

Salah seorang angkatan laut perempuan Capt Katrin Hill dari New Zealand yang ditemui sulutlink mengatakan takjub dan salut soal prosesi upacara bendera di Indonesia. Dia mengatakan, pelaksanaannya sangat apik dan begitu hikmat. “Saya baru pertama kali ini datang ke Indonesia dan langsung ikut upacara bendera. Fantastis ..!”katanya sembari tersenyum mengacungkan jempolnya.

Sementara dalam sambutannya gubernur mengingatkan bahwa detik-detik Proklamasi kemerdekaan RI harus dimaknai rasa nasionalisme dan perjuangan seperti yang dilakukan pejuang kemerdekaan yang sudah mendahuluinya.
 

Gubernur juga mengucapkan rasa terimakasihnya pada seluruh warga Sulut yang telah ikut mensukseskan pelaksanaan Sail Bunaken. “Terimakasih juga khusus saya sampaikan pada seluruh warga Sulut yang selama ini telah mendukung saya sehingga pada tanggal 15 Agustus 2009 lalu, di anugerahi Bintang Maha Putra dari Presiden SBY di Istana Negara,”katanya.

Kemudian, pada sorenya upacara penurunan Bendera Merah Putih yang akan dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur, dengan bertindak sebagai Inspektur Upacara masih dilakukan Gubernur Sarundajang, karena Wagub Freddy Sualang mengikuti peringatan HUT Kemerdekaan RI di Jakarta

 

Copyright Sulutlink.com 2000-2009