122 Admiral Asing Hadiri Upacara HUT RI di Manado
2.827 Peserta Pecahkan Rekor Upacara Bendera
di Bawah Laut
Laporan: Budi H Rarumangkay
MANADO, Sulutlink. Upacara
peringatan detik-detik proklamasi di Manado kali sangat luar biasa.
Betapa tidak, sebanyak 2.827 orang penyelam ikut serta dalam pemecahan
rekor dunia upacara bawah laut di Pantai Malalayang, Manado, Senin
(17/08). Bersamaan dengan itu, upacara bendera di halaman kantor
gubernur juga diikuti 122 admiral asing peserta Sail Bunaken.
"Selain
peserta ada juga tujuh pejabat upacara dan 19 tim setting area, di bawah
air Pantai Malalayang," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal),
Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul pada sejumlah wartawan.
Sitompul menjelaskan para peserta itu terdiri atas 2.700 penyelam lokal,
penyelam VIP dan 76 partisipan dari mancanegara. Dalam upacara tersebut
bertindak sebagai inspektur upacara adalah Wakil Kepala Staf Angkatan
Laut, Laksamana Madya TNI Moekhlas Sidik, dan komandan upacara
Kadispenal, Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul.

Selain itu, berbagai atraksi menarik di bawah laut dilakukan para taruna
Akademi Angkatan Laut. Atraksi tak kalah menariknya, marching band yang
dilakukan para taruna AAL di sepanjang jalan Malalayang.
Bersamaan dengan itu, detik-detik HUT Kemerdekaan RI ke-64, 17 Agustus
2008 di halaman Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut),
berlangsung hikmat, dengan Inspektur Upacara, Gubernur Sulut, Drs Sinyo
Harry Sarundajang.
Pada kesempatan itu, bertindak sebagai Komandan Upacara, Mayor (Inf)
Arifin Simanjuntak (Wadan Yonif 712 Korem Santiago), dihadiri Pangdam
Wirabuana, Mayjend (Inf) Joko Susilo, serta jajaran Muspida dan pejabat
lingkungan Pemerintah Propinsi Sulut.

Menariknya, upacara bendera di halaman kantor gubernur ini, turut
dihadiri sebanyak 122 Admiral (Laksamana) dari 33 negara peserta Sail
Bunaken, yang diundang khusus Pemprov Sulut.Gubernur. Para Admiral
negara-negara sahabat itu terdiri dari delegasi Amerika Serikat,
Australia, Inggris, Filipina, Brunei, India, Kamboja, Malaysia, Nigeria,
Selandia Baru, Pakistan, Portugal, Cina, Thailand, Singapura, dan Timor
Leste.Brazil, Rusia, Prancis, Korea Selatan, Jepang, Turki, Cili,
Bangladesh, Kanada, Belanda, Arab Saudi, Iran, Italia, Peru, Suriah
serta Papua Nugini, termasuk tuan rumah Indonesia.
Salah seorang angkatan laut perempuan Capt Katrin Hill dari New Zealand
yang ditemui sulutlink mengatakan takjub dan salut soal prosesi
upacara bendera di Indonesia. Dia mengatakan, pelaksanaannya sangat apik
dan begitu hikmat. “Saya baru pertama kali ini datang ke Indonesia dan
langsung ikut upacara bendera. Fantastis ..!”katanya sembari tersenyum
mengacungkan jempolnya.

Sementara dalam sambutannya gubernur mengingatkan bahwa detik-detik
Proklamasi kemerdekaan RI harus dimaknai rasa nasionalisme dan
perjuangan seperti yang dilakukan pejuang kemerdekaan yang sudah
mendahuluinya.
Gubernur juga mengucapkan rasa terimakasihnya pada seluruh warga Sulut
yang telah ikut mensukseskan pelaksanaan Sail Bunaken. “Terimakasih juga
khusus saya sampaikan pada seluruh warga Sulut yang selama ini telah
mendukung saya sehingga pada tanggal 15 Agustus 2009 lalu, di anugerahi
Bintang Maha Putra dari Presiden SBY di Istana Negara,”katanya.

Kemudian, pada sorenya upacara penurunan Bendera Merah Putih yang akan
dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur, dengan bertindak sebagai
Inspektur Upacara masih dilakukan Gubernur Sarundajang, karena Wagub
Freddy Sualang mengikuti peringatan HUT Kemerdekaan RI di Jakarta