Pertumbuhan Ekonomi Sulut Capai 8.3 Persen
Laporan: Budi H Rarumangkay
MANADO, Sulutlink. Ini tentunya
berita menggembirakan bagi
dunia investasi kita. Betapa tidak, pacsa pelaksanaan World Ocean
Conference (WOC) dan Sail Bunaken, Pertumbuhan Ekonomi (PE) Sulut
menembus angka 8.3 persen. Ini sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS)
Sulut yang diungkapkan Asisten II Pemprov Dra Marieta Kuntag pada
sejumlah wartawan, Rabu (26/08).
Dikatakan Kuntag, PE Sulut tersebut tercatat selang semester I hingga
Agustus 2009 ini. Nah, menurutnya untuk menjaga tren positif pertumbuhan
ekonomi Sulut, perlu keseriusan semua sektor penunjang perekonomian.
“Agar peluang masuknya investor untuk menanamkan modal di daerah kita
semakin besar,”terangnya.
Kendati peningkatan ekonomi Sulut itu memang datang dari berbagai sektor,
yang menunjukan pertumbuhan meningkat. Namun lintas sektor di Sulut
perlu menjaga tren positif tersebut, agar PE di sisa waktu tahun ini
bisa terus naik. Sumbangsih swasta terhadap pertumbuhan ekonomi tersebut
memang sangat besar. “Pelaksanaan iven internasional harus kembali
direbut, agar berbagai sektor bisa memicu naiknya PE, yang nantinya
dapat memberi efek terhadap pembangunan daerah,” urai Kuntag.
Sementara Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Kerjasama Regional
(BKPMKR) Sulut, Ir Tonny Korah mengatakan peningkatan perekonomian Sulut
memang perlu dijaga. Untuk itu, setiap pengelola berbagai sektor di
daerah harus mampu menggerakkan ekonomi, jeli membaca peluang, serta
menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat. Alasannya, di departemen
banyak agenda internasional yang bisa direbut Sulut. “WOC dan Sail
Bunaken termasuk iven yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan
ekonomi kita,” katanya.
Dia menambahkan, setiap sektor seperti pariwisata, pertanian, perikanan,
dan agro industri dapat menciptakan ide untuk menggerakkan sektor-sektor
tersebut. Dengan begitu jumlah investor yang melirik Sulut bisa terus
bertambah, sehingga dapat memberi efek positif terhadap PE. Sebagai
contoh pada 2008 lalu investasi di Sulut mencapai Rp7,4 triliun, dan
2009 ini diperkirakan akan naik terus. “Untuk itu lintas sektoral
diharapkan dapat memanfaatkan peluang tersebut,” terang Korah.
Senada dengan itu, Kepala BPS Sulut, Drs Jasa Bangun menyatakan, indeks
pertumbuhan ekonomi di Sulut memang memiliki tren positif. “Secara riil
investasi di Sulut mengalami peningkatan, itu sangat baik untuk daerah
ini. Makanya, harus banyak inovasi untuk menciptakan peluang
ekonomi,”kata Jasa Bangun.