August 27, 2009

Search for:

 

Pertumbuhan Ekonomi Sulut Capai 8.3 Persen

Laporan: Budi H Rarumangkay

 

MANADO, Sulutlink. Ini tentunya berita menggembirakan bagi dunia investasi kita. Betapa tidak, pacsa pelaksanaan World Ocean Conference (WOC) dan Sail Bunaken, Pertumbuhan Ekonomi (PE) Sulut menembus angka 8.3 persen. Ini sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut yang diungkapkan Asisten II Pemprov Dra Marieta Kuntag pada sejumlah wartawan, Rabu (26/08).

 

Dikatakan Kuntag, PE Sulut tersebut tercatat selang semester I hingga Agustus 2009 ini. Nah, menurutnya untuk menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi Sulut, perlu keseriusan semua sektor penunjang perekonomian. “Agar peluang masuknya investor untuk menanamkan modal di daerah kita semakin besar,”terangnya.

 

Kendati peningkatan ekonomi Sulut itu memang datang dari berbagai sektor, yang menunjukan pertumbuhan meningkat. Namun lintas sektor di Sulut perlu menjaga tren positif tersebut, agar PE di sisa waktu tahun ini bisa terus naik. Sumbangsih swasta terhadap pertumbuhan ekonomi tersebut memang sangat besar. “Pelaksanaan iven internasional harus kembali direbut, agar berbagai sektor bisa memicu naiknya PE, yang nantinya dapat memberi efek terhadap pembangunan daerah,” urai Kuntag.

 

Sementara Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Kerjasama Regional (BKPMKR) Sulut, Ir Tonny Korah mengatakan peningkatan perekonomian Sulut memang perlu dijaga. Untuk itu, setiap pengelola berbagai sektor di daerah harus mampu menggerakkan ekonomi, jeli membaca peluang, serta menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat. Alasannya, di departemen banyak agenda internasional yang bisa direbut Sulut. “WOC dan Sail Bunaken termasuk iven yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi kita,” katanya.


Dia menambahkan, setiap sektor seperti pariwisata, pertanian, perikanan, dan agro industri dapat menciptakan ide untuk menggerakkan sektor-sektor tersebut. Dengan begitu jumlah investor yang melirik Sulut bisa terus bertambah, sehingga dapat memberi efek positif terhadap PE. Sebagai contoh pada 2008 lalu investasi di Sulut mencapai Rp7,4 triliun, dan 2009 ini diperkirakan akan naik terus. “Untuk itu lintas sektoral diharapkan dapat memanfaatkan peluang tersebut,” terang Korah.


Senada dengan itu, Kepala BPS Sulut, Drs Jasa Bangun menyatakan, indeks pertumbuhan ekonomi di Sulut memang memiliki tren positif. “Secara riil investasi di Sulut mengalami peningkatan, itu sangat baik untuk daerah ini. Makanya, harus banyak inovasi untuk menciptakan peluang ekonomi,”kata Jasa Bangun.

 

Copyright Sulutlink.com 2000-2009