Nico Gara Pimpin Kontingen Sulut
300 Peserta Bakal Hadiri Simposium ANBTI di Manado
Laporan: Jeane Rondonuwu
Usai melaksanakan konsolidasi regional
Bhinneka Tunggal Ika di tiga wilayah yakni Sundah Kecil
dan Papua, regional Kalimatan dan regional Sulwesi dan Maluku,
serta menggelar dua kali pertemuan pra Simposium, Aliansi
Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI) Jakarta kini melirik Manado,
Sulawesi Utara sebagai tuan rumah penyelenggaraan Simposium
Indonesia
Timur dan Tengah yang
rencananya akan di hadiri oleh 300 peserta dari 17 Provinsi di
Indonesia.
Hajatan puncak ANBTI ini akan digelar pada 27 Oktober - 01
November 2009 dengan tema ‘‘Mempertahankan Pancasila Memperteguh
Kebhinekaan’. Kamis (27/08) kemarin di Gedung Ruth, Jl
Sam Ratulangi, Panitia Bersama Simposium yang diketuai
oleh Ir Greety Sumayku dan Sekretaris Dra Hetty Geru, telah
melakukan pertemuan konsolidasi peserta dari Sulut. ‘’ Kami
sudah berhasil menjaring 20 peserta yang akan mewakili kontingen
Sulwesi
Utara,’’kata Greety Sumayku.
Dalam pertemuan itu, para peserta telah sepakat menunjuk Pdt DR
Nico Gara sebagai ketua Kontingen. Selain Gara, Dr Richard Siwu,
Pdt Manampiring, Kamajaya Al Katuuk, Ir Suyono,
Taufik
Pasiak, Lily Djenaan, Denny Sege, Agustien Kapahang-Kaunang, Pdt
Lisye Sumampouw, Novita Umbo, Vanda Rorimpandey dan beberapa
tokoh lainnya telah bersedia menjadi peserta. Dikatakan Greety,
beragam acara akan memboboti Simposium ini, seperti Malam
kebudayaan, Symposium, Pawai, panggung budaya dan deklarasi
Manado
Menurut Sekretariat Nasional Organizing Committee (OC) ANBT Nia
Sjarifudin, kegiatan ini dilaksanakan didasarkan atas realitas
penyeragaman budaya yang terjadi pada bangsa Indonesia saat ini
, di mana Konsensus Nasional yakni Pancasila 1 Juni 1945,
Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhineka Tunggal Ika telah dihianati.
‘’ Mengantisipasi kondisi ini, perlu dilakukan upaya-upaya
strategis bagi masyarakat Indonesia Timur dan Tengah dalam
mengkritisi pelaksanaan konsesus nasional tersebut dan
selanjutnya menentukan posisi tawar secara nasional terhadap
semua pelaksana mandat konstitusi,’’ kata Nia
Lanjut Nia, sebagai upaya reposisi masyarakat Indonesia Timur
dan Tengah, maka kami Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI)
Jakarta
bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat/CSO di Sulawesi
Utara dan didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi
Utara akan menggalang aspirasi untuk Indonesia ke depan