|
|
Berita Sulut, 19 Maret, 2008
Sulut
Jual Potensi ke AMEROP
Laporan:
Budi H Rarumangkay
MANADO,
Sulutlink. Setidaknya, berbagai potensi
dan peluang investasi di Sulut, telah
dipaparkan Ketua Harian KAPET Dr Noldy
Tuerah dalam pertemuan bersama para Duta
Besar (Dubes) Amerika Utara dan Tengah dan
Eropa (AMEROP) di Hotel Sedona Kalasey ,
Senin (17/03). Dalam materinya, Tuerah
menjelaskan seluruh sumber potensi yang
terpendam, sehingga mampu menjadi peluang
investasi yang sangat menguntungkan, seperti
sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan
pariwisata.
“Untuk
revitalisasi pertanian dan perkebunan, saat
ini kita mengunggulkan komoditas jagung, VCO,
biodiesel. Sedangkan untuk perikanan adalah
rumput laut, serta industri perikanan dan
kelautan,” ungkapnya pada peserta pertemuan
diantaranya; Mr Jonathan Alan yang adalah
International Trade and
Investment
dan juga Kedubes Amerika Serikat, Head of
Commercial Section Kedubes Canada Mr Ross
Miller, HE Mihaly Illes Duta Besar Republik
Hungaria, First Secretary Kedubes Belanda Mr
Weibe J Anema, Direktur Indonesian
Netherlands Association Mr Elmar Bouma,
Trade Representative Kedubes Rusia Mr Victor
Konnov, Duta Besar Peru HE Juan Alvarez
Vita, Deputy Head of Mission Kedubes Peru,
Dura Besar Austria HE Dr Klaus Woelfer dan
Duta Besar Republik Yunani HE Charalambos
Christopoulos.
Dalam
kesempatan itu, Tuerah menjelaskan,indikator
makro perekonomian yang terdiri dari jumlah
penduduk sebesar 2,1 juta, rata-rata
pertumbuhan penduduk per tahun 1.21 persen,
PDRB per kapita 10,7 juta, pertumbuhan
ekonomi sebesar 6,42, tingkat inflasi
sebesar 10.13 persen, tingkat pengangguran
12.35 persen, index pembangunan manusia 74.4
ditambah dengan total ekspor sebesar 530
juta US dollar dan impor sebesar 63,3 juta
US dollar.
Selain itu,
untuk menarik minat para dubes dan kedubes
tersebut, Tuerah juga memaparkan
infrastruktur yang tersedia di daerah ini,
mulai dari kapasistas bandara Sam Ratulangi
Manado, pelabuhan internasional Bitung,
kapasitas pembangkit listrik geothermal di
Lehendong, Ambang and Tompaso.
Sementara
itu, Asisten II Pemprov Sulut Dra Marietha
Kuntag mengungkapkan, rata-rata para dubes
dan kedubes merasa sangat tertarik dengan
potensi yang dimiliki daerah ini. Dan
melalui pertemuan tersebut diharapkan akan
terjalin follow-up, yang tentunya akan
menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
“Potensi
yang dimiliki daerah kita telah kita
promosikan dan kita tawarkan. Dan nampaknya,
sudah terlihat akan ketertarikan. Ini adalah
peluang yang harus kita tangkap. Demikian,
juga dengan promosi WOC juga sudah kita
lakukan dalam kesempatan ini,” ujar Kuntag
seraya menambahkan bahwa rombongan yang
sebagian besar juga diikuti sekitar 19 orang
staf Deplu itu akan dibawa ke Bitung untuk
melihat industri perikanan.
Bahkan
tambah Kuntag mengutip pernyataan Dirjen
Hukum dan Perjanjian Internasional Eddy
Pratomo, yang memberikan penjelasan tentang
hubungan dan kerjasama luar negeri,
menyatakan pujian bahwa Sulut merupakan
daerah yang sangat pro aktif dalam menjalin
kerjasama dengan pihak luar negeri. Sehingga
tak heran jika upaya diplomasi dapat
berjalan baik. “Upaya diplomasi yang
dilakukan daerah ini, sungguh luar biasa,
meski terkait hal ini tak mengabaikan
koordinasi dengan pemerintah pusat. Ini
menjadi bukti bahwa Sulut berusaha untuk
terus maju dan bangkit,”kutipnya.
Sedangkan
Direktur Jenderal Amerop Deplu Eddy S
Hariyadhi, menilai kegiatan pertemuan ini
merupakan upaya untuk mendorong peningkatan
hubungan bilateral Indonesia dengan negara
di kawasan Amerop. “Saya harapkan agar
kegiatan ini dapat ditindaklanjuti oleh para
pemangku kepentingan untuk bermitra dengan
negara Amerop dalam waktu dekat ini,”
harapnya.
|