Buntut Rencana Kenaikan
Harga BBM
Jatah BBM untuk
Pejabat Sulut Dikurangi !
Laporan: Budi H
Rarumangkay
MANADO, Sulutlink.
Ini langkah positif diambil Pemprov Sulut,
menyusul turunnya kebijakan Pemerintah Pusat untuk
menaikan harga BBM. Bahkan Pemprov Sulut sendiri
terus melakukan diantisipasi. Menurut Sekdaprov
Sulut Drs Robby Mamuaja, Pemprov Sulut berencana
akan mengurangi biaya pengadaan BBM- untuk kalangan
pejabat. Efiensi BBM tersebut katanya pada sejumlah
wartawan, Senin (05/05), akan dilakukan secara
proporsional.
“Contohnya, untuk
pejabat yang tingat mobilitasnya tinggi karena
tuntutan pekerjaan seperti kepala dinas pekerjaan
umum, prosentase pengurangannya akan berbeda dengan
pejabat yang mobilitasnya kurang seperti pejabat
dilingkup sekretariat daerah,”katanya.
Kebijakan pengurangan
jabah BBM itu terangnya, mulai akan diberlakukan
pada bulan Mei 2008 ini. “Sementara dalam pengkajian
melalui biro umum,”tambah Mamuaja.
Mamuaja menambahkan,
selain menjalankan instruksi presiden, soal
penghematan energi di seluruh instansi pemerintahan
di Indonesia, kebijakan efisiensi ini ditempuh untuk
alasan ekonomis. Melalui pengurangan jatah BBM
tersebut, pemerintah provinsi menurutnya telah
melakukan penghematan anggaran daerah. Menurutnya,
langkah yang telah diambil pemerintah daerah ini,
bisa menjadi panutan bagi masyarakat agar hemat
menggunakan BBM agar negara tidak terlalu dibebani
dana subsidi.
Himbauan penghematan
energi sebenarnya bukan baru kali ini disuarakan
oleh pemerintah provinsi Sulut. Hal itu sudah
disampaikan sejak tahun lalu saat krisis energi
melanda negeri-negara didunia termasuk Indonesia.
Waktu itu, penghematan diarahkan pada penggunaan
lampu listrik, AC serta barang-barang lain yang
menggunakan energi listrik.