Berita Sulut, 6 Mei, 2008


Buntut Rencana Kenaikan Harga BBM

Jatah BBM untuk Pejabat Sulut Dikurangi !

Laporan: Budi H Rarumangkay

 

MANADO, Sulutlink. Ini langkah positif diambil Pemprov Sulut, menyusul turunnya kebijakan Pemerintah Pusat untuk menaikan harga BBM. Bahkan Pemprov Sulut sendiri terus melakukan diantisipasi. Menurut Sekdaprov Sulut Drs Robby Mamuaja, Pemprov Sulut berencana akan mengurangi biaya pengadaan BBM- untuk kalangan pejabat. Efiensi BBM tersebut katanya pada sejumlah wartawan, Senin (05/05), akan dilakukan secara proporsional.

 

“Contohnya, untuk pejabat yang tingat mobilitasnya tinggi karena tuntutan pekerjaan seperti kepala dinas pekerjaan umum, prosentase pengurangannya akan berbeda dengan pejabat yang mobilitasnya kurang seperti pejabat dilingkup sekretariat daerah,”katanya.

 

Kebijakan pengurangan jabah BBM itu terangnya, mulai akan diberlakukan pada bulan Mei 2008 ini. “Sementara dalam pengkajian melalui biro umum,”tambah Mamuaja.

 

Mamuaja menambahkan, selain menjalankan instruksi presiden, soal penghematan energi di seluruh instansi pemerintahan di Indonesia, kebijakan efisiensi ini ditempuh untuk alasan ekonomis. Melalui pengurangan jatah BBM tersebut, pemerintah provinsi menurutnya telah melakukan penghematan anggaran daerah. Menurutnya, langkah yang telah diambil pemerintah daerah ini, bisa menjadi panutan bagi masyarakat agar hemat menggunakan BBM agar negara tidak terlalu dibebani dana subsidi.

 

Himbauan penghematan energi sebenarnya bukan baru kali ini disuarakan oleh pemerintah provinsi Sulut. Hal itu sudah disampaikan sejak tahun lalu saat krisis energi melanda negeri-negara didunia termasuk Indonesia. Waktu itu, penghematan diarahkan pada penggunaan lampu listrik, AC serta barang-barang lain yang menggunakan energi listrik.