|
Eksport
Sulut Optimis Tumbuh 18
Persen
Laporan: Budi H
Rarumangkay
MANADO, Sulutlink.
Ancaman krisis
pangan ternyata tidak
mempengaruhi Nyiur
Melambai. Sebab, stok
masih cukup. Pun ekport
dari Provinsi Sulut,
optimis tumbuh 18 persen
pada tahun 2008 ini
karena sebagian besar
komoditi yang diekspor
merupakan produk pangan
yang saat ini justru
sedang mengalami
kenaikan di pasar
internasional. "Hampir
70 persen komoditi
ekspor Sulut merupakan
bahan baku pangan, maka
dengan gejolak harga
makin tinggi di pasar
luar negeri justru
memberi dampak positif
nilai ekspor meningkat,"
kata Hanny Wayong,
Kepala Sub Dinas
Perdagangan Luar Negeri,
Disperindag Sulut pada
wartawan, Selasa
(06/05).
Peningkatan tersebut
terutama diprediksi
masih tetap akan
didorong produk yang
selama ini mendominasi
yakni produk turunan
kelapa (integrated
coconut) dan komoditi
perikanan. "Produk
turunan kelapa, seperti
minyak kelapa kasar,
minyak goreng, tepung
kelapa, serta komoditi
ikan tuna, ikan layang,
ikan kayu, merupakan
produk andalan yang
diperkirakan masih akan
terus mendominasi
capaian ekspor Sulut
tahun ini," tambah
Wayong.
Sementara mengenai
dampak kenaikan bahan
bakar minyak (BBM),
tambah Johny Rumagit
Kepala Seksi Ekspor
Impor Disperindag Sulut,
meskipun cukup
berpengaruh pada saat
proses produksi, tetapi
akan tertutupi dengan
harga jual komoditi yang
mengalami kenaikan. "BBM
sangat strategis, namun
hingga kini belum ada
industri terutama yang
bergerak pada bidang
ekspor, dilaporkan
kolaps (bangkrut),
makanya Pemrov Sulut
masih tetap optimis
ekspor terutama nilai,
akan meningkat cukup
signifikan,"timpalnya.
Diketahui, realisasi
ekspor Sulut periode
Januari hingga Maret
2008 (triwulan I)
meningkat 112 persen
menjadi 288,22 juta
dolar AS, dibandingkan
posisi yang sama tahun
lalu, 135,93 juta dolar
AS. Peningkatan tersebut
disebabkan harga
komoditi ekspor terus
meningkat di pasar
internasional, juga
didorong peningkatan
volume ekspor menjadi
347,60 juta kilogram
(kg) dibanding tahun
lalu hanya 245,37 juta
kg atau naik 41 persen,"
urai Rumagit.
Dominasi komoditi ekspor
bulan tersebut masih
tetap sama dengan
periode sebelumnya,
yakni sebagian besar
terdiri produk turunan
kelapa dan produk
perikanan. Pembeli
komoditi Sulut terdiri
atas 30 negara, dimana
China tercatat
sebagai pembeli terbesar,
38,19 juta dolar AS
(volume 35,03 juta kg),
diikuti Korea 18,22 juta
dolar AS (37,03 kg),
Amerika Serikat 16,31
juta dolar AS (14,13
juta kg)," kata Gemmy
Kawatu SE Kepala
Disperindag Sulut.
|