Berita Sulut, 7 Mei, 2008


Eksport Sulut Optimis Tumbuh 18 Persen

Laporan: Budi H Rarumangkay
 

MANADO, Sulutlink. Ancaman krisis pangan ternyata tidak mempengaruhi Nyiur Melambai. Sebab, stok masih cukup. Pun ekport dari Provinsi Sulut, optimis tumbuh 18 persen pada tahun 2008 ini karena sebagian besar komoditi yang diekspor merupakan produk pangan yang saat ini justru sedang mengalami kenaikan di pasar internasional. "Hampir 70 persen komoditi ekspor Sulut merupakan bahan baku pangan, maka dengan gejolak harga makin tinggi di pasar luar negeri justru memberi dampak positif nilai ekspor meningkat," kata Hanny Wayong, Kepala Sub Dinas Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Sulut pada wartawan, Selasa (06/05).
 

Peningkatan tersebut terutama diprediksi masih tetap akan didorong produk yang selama ini mendominasi yakni produk turunan kelapa (integrated coconut) dan komoditi perikanan. "Produk turunan kelapa, seperti minyak kelapa kasar, minyak goreng, tepung kelapa, serta komoditi ikan tuna, ikan layang, ikan kayu, merupakan produk andalan yang diperkirakan masih akan terus mendominasi capaian ekspor Sulut tahun ini," tambah Wayong.
 

Sementara mengenai dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM), tambah Johny Rumagit Kepala Seksi Ekspor Impor Disperindag Sulut, meskipun cukup berpengaruh pada saat proses produksi, tetapi akan tertutupi dengan harga jual komoditi yang mengalami kenaikan. "BBM sangat strategis, namun hingga kini belum ada industri terutama yang bergerak pada bidang ekspor, dilaporkan kolaps (bangkrut), makanya Pemrov Sulut masih tetap optimis ekspor terutama nilai, akan meningkat cukup signifikan,"timpalnya.
 

Diketahui, realisasi ekspor Sulut periode Januari hingga Maret 2008 (triwulan I) meningkat 112 persen menjadi 288,22 juta dolar AS, dibandingkan posisi yang sama tahun lalu, 135,93 juta dolar AS. Peningkatan tersebut disebabkan harga komoditi ekspor terus meningkat di pasar internasional, juga didorong peningkatan volume ekspor menjadi 347,60 juta kilogram (kg) dibanding tahun lalu hanya 245,37 juta kg atau naik 41 persen," urai Rumagit.

 

Dominasi komoditi ekspor bulan tersebut masih tetap sama dengan periode sebelumnya, yakni sebagian besar terdiri produk turunan kelapa dan produk perikanan. Pembeli komoditi Sulut terdiri atas 30 negara, dimana China tercatat sebagai pembeli terbesar, 38,19 juta dolar AS (volume 35,03 juta kg), diikuti Korea 18,22 juta dolar AS (37,03 kg), Amerika Serikat 16,31 juta dolar AS (14,13 juta kg)," kata Gemmy Kawatu SE Kepala Disperindag Sulut.