Berita Sulut, 7 Mei, 2008


Luapan DAS Tondano Rendam Rumah Penduduk

Pemprov Sulut Salurkan Bantuan Korban Banjir

Laporan: Budi H Rarumangkay

 

MANADO, Sulutlink. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut melalui Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkesos) langsung bergerak dan mulai menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terkena terjangan banjir yang melanda Kota Manado, Senin (05/05) lalu. Diketahui, tingginya curah hujan membuat sepanjang DAS Tondano meluap dan merendam rumah penduduk. Mereka terpaksa harus meninggalkan rumah dan mengungsi. Setidaknya, ratusan warga yang tersebar di kelurahan Ternate Tanjung, Dendengan Dalam, Komo Luar, Sario, Karame, Kampung Ternate, Ketang Baru dan Pacuan harus menderita saat diterjang banjir lalu.
 

Menurut Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Sulut Ir Recky Toemandoek, Selasa (06/05), pihaknya sudah menyalurkan bantuan bagi warga yang terkena banjir di Manado. Bantuan tersebut terangnya, berupa beras, ikan kaleng dan selimut.
 

Saat ini air sudah surut. Sebelumnya air mencapai 1.5 meter. Sebagian besar masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir masih was-was dan khawatir akan terjadi banjir kembali. Sehingga alternatif pilihan adalah menempati areal pengungsian. Tapi sebagiannya sudah kembali,”ungkap Toemandoek.
 

Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Pemprov Sulut Drs Roy Tumiwa, mengingatkan warga, khususnya yang berada di kawasan banjir dan rawan longsor seperti yang berada di tebing-tebing untuk ekstra hati-hati. “Jika melihat gejala alam sudah tidak bersahabat seperti yang terjadi
belakangan ini, secepatnya mengambil langkah pengamanan,” katanya.

 

Senada dengan itu, Herman Koessoy ST Kabid Tata Guna Tanah Bapeda Sulut mengingatkan akan sejumlah titik rawan terjadinya tanah longsor, seperti; pada jalur Manado- Amurang, Noongan – Ratahan Belang. Sedangkan daerah yang rawan longsor di kabupaten dan kota, antara lain di Sangihe dan Sitaro meliputi Manganitu, Tamako dan Siau Timur. Sedangkan untuk Kota Manado terdapat delapan kecamatan, masing-masing Wanea, Winangun, Singkil, Tuminting, Tikala, Mapanget, Bunaken dan Malalayang,”katanya.
 

Bersamaan dengan itu, 2 titik longsor yang terjadi di ruas jalan Trans Sulawesi, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan Pineleng, Minahasa, pada Senin, nyaris melumpuhkan jalur transportasi di Sulut. Namun menurut Wakil Kepala Dinas PU Ir Kenap, pemerintah sudah bergerak cepat membuka dua titik longsor tersebut, guna menghindari lumpuhnya jalur transportasi di daerah itu.
 

Longsor yang menutupi beberapa ruas jalan tersebut, terjadi akibat tingginya intensitas hujan sejak beberapa hari terakhir, sehingga daya tahan tanah untuk menyerap air sudah tidak bisa dibendung lagi. Meski demikian dalam peristiwa tanah longsor terjadi di jalan Trans Sulawesi ini tidak menyebabkan jatuhnya korban jiwa, sebab jarak longsoran dengan pemukiman warga Desa Munte dan Senduk, Kabupaten Minsel, cukup jauh.

 

"Masyarakat tetap perlu waspada, karena cuaca saat ini tidak menentu bakal akan berdampak pada ancaman musibah longsor dan banjir susulan,"imbaunya.