|
Luapan DAS Tondano
Rendam Rumah Penduduk
Pemprov Sulut
Salurkan Bantuan Korban
Banjir
Laporan: Budi H
Rarumangkay
MANADO, Sulutlink.
Pemerintah Provinsi (Pemprov)
Sulut melalui Dinas
Kesejahteraan Sosial (Dinkesos)
langsung bergerak dan
mulai menyalurkan
bantuan bagi masyarakat
yang terkena terjangan
banjir yang melanda Kota
Manado, Senin
(05/05) lalu. Diketahui,
tingginya curah hujan
membuat sepanjang DAS
Tondano meluap dan
merendam rumah penduduk.
Mereka terpaksa harus
meninggalkan rumah dan
mengungsi. Setidaknya,
ratusan warga yang
tersebar di kelurahan
Ternate Tanjung,
Dendengan Dalam, Komo
Luar, Sario, Karame,
Kampung Ternate, Ketang
Baru dan Pacuan harus
menderita saat diterjang
banjir lalu.
Menurut Kepala Dinas
Kesejahteraan Sosial
Sulut Ir Recky
Toemandoek, Selasa
(06/05), pihaknya sudah
menyalurkan bantuan bagi
warga yang terkena
banjir di
Manado. Bantuan
tersebut terangnya,
berupa beras, ikan
kaleng dan selimut.
“ Saat
ini air sudah surut.
Sebelumnya air mencapai
1.5 meter. Sebagian
besar masyarakat yang
tinggal di wilayah rawan
banjir masih was-was dan
khawatir akan terjadi
banjir kembali. Sehingga
alternatif pilihan
adalah menempati areal
pengungsian. Tapi
sebagiannya sudah
kembali,”ungkap
Toemandoek.
Kepala Biro Pemerintahan
dan Humas Pemprov Sulut
Drs Roy Tumiwa,
mengingatkan warga,
khususnya yang berada di
kawasan banjir dan rawan
longsor seperti yang
berada di tebing-tebing
untuk ekstra hati-hati.
“Jika melihat gejala
alam sudah tidak
bersahabat seperti yang
terjadi
belakangan ini,
secepatnya mengambil
langkah pengamanan,”
katanya.
Senada dengan itu,
Herman Koessoy ST Kabid
Tata Guna Tanah Bapeda
Sulut mengingatkan akan
sejumlah titik rawan
terjadinya tanah longsor,
seperti; pada jalur
Manado- Amurang,
Noongan – Ratahan Belang.
Sedangkan daerah yang
rawan longsor di
kabupaten dan kota,
antara lain di Sangihe
dan Sitaro meliputi
Manganitu, Tamako dan
Siau Timur. Sedangkan
untuk Kota
Manado terdapat
delapan kecamatan,
masing-masing Wanea,
Winangun, Singkil,
Tuminting, Tikala,
Mapanget, Bunaken dan
Malalayang,”katanya.
Bersamaan dengan itu, 2
titik
longsor yang terjadi di
ruas jalan Trans
Sulawesi, Kabupaten
Minahasa Selatan (Minsel)
dan Pineleng, Minahasa,
pada Senin, nyaris
melumpuhkan jalur
transportasi di Sulut.
Namun menurut Wakil
Kepala Dinas PU Ir Kenap,
pemerintah sudah
bergerak cepat membuka
dua titik longsor
tersebut, guna
menghindari lumpuhnya
jalur transportasi di
daerah itu.
Longsor yang menutupi
beberapa ruas jalan
tersebut, terjadi akibat
tingginya intensitas
hujan sejak beberapa
hari terakhir, sehingga
daya tahan tanah untuk
menyerap air sudah tidak
bisa dibendung lagi.
Meski demikian dalam
peristiwa tanah longsor
terjadi di jalan Trans
Sulawesi ini tidak
menyebabkan jatuhnya
korban jiwa, sebab jarak
longsoran dengan
pemukiman warga Desa
Munte dan Senduk,
Kabupaten Minsel, cukup
jauh.
"Masyarakat tetap perlu
waspada, karena cuaca
saat ini tidak menentu
bakal akan berdampak
pada ancaman musibah
longsor dan banjir
susulan,"imbaunya.
|