Oleh
Rev. JERRY
E. SANGER,
SH
Pemilihan
Bupati
Minahasa
harus
dicermati
sebagai
sebuah
‘PESTA
DEMOKRASI’
bagi rakyat
tanah Toar
Lumimuut.
Pesta ini
diharapkan
untuk tidak
menjadi
sebuah
demokrasi
kebablasan
yang justru
akan
menggeser
prinsip-prinsip
dasar dari
ke
MINAHASAAN.
Demokrasi
yang
diharapkan
dan
didefinisikan
oleh para
pemikir
‘ORANG
MINAHASA’
adalah
DEMOKRASI
yang
mengedepankan
‘ETIKA’
dalam
berdemokrasi.
Nilai nilai
spiritual,
cultural,
dan
intelektualitas
dari orang
minahasa
haruslah
menghiasi
setiap
lembaran
sejarah
berdemokrasi
di Minahasa
dan
sekaligus
Karakteristik
dari
pembangunan
masa depan
minahasa.
Meneropong
dari jauh
sebagai rasa
cinta
terhadap
tanah asal,
menyimak
perkembangan
politik
dalam
Pemilihan
Bupati dan
mengambil
peduli
dengan ujung
pena.
Who is the
great leader
for this
great land ?
Kepemimpinan
Minahasa
kedepan
haruslah
dibangun
dari sebuah
kebersamaan
antara
pemimpin dan
yang
dipimpin.
Komitmen
kerakyatan
dengan dasar
pengabdian
tanpa batas
dan sebuah
konstruksi
dengan
paradigma
yang baru
sebagai
respons
sebuah
tuntutan
dari
masyarakat
yang semakin
maju.
Minahasa
masa depan
diharapkan
mampu
menjadi
tempat
bernaung,
yang secara
kondusif
memberikan
jaminan bagi
pertumbuhan
social dan
ekonomi,
serta
pendidikan
yang merata.
Akankan
Minahasa
menjadi
rumah masa
depan bagi
Orang
Minahasa ?
Masyarakat
minahasa
menempati
garis
terdepan
untuk
memutuskan
sendiri masa
depannya.
Keputusan
politik
untuk
memutuskan
seorang
pemimpin
minahasa
hari ini
akan menjadi
sejarah yang
terukir
tegas dan
jelas dimasa
yang akan
datang,
apakah itu
baik atau
tidak. Point
of no
return,
titik
sejarah yang
tidak akan
pernah
kembali.
Oh Minahasa
tempat
lahirku,
pilihanku
adalah masa
depanku.
Siapakah
pilihanku ?
Pemimpin
yang takut
akan Tuhan
Pemerintah
adalah wakil
Allah,
sehingga
yang
diinginkan
adalah
seorang
pemimpin
yang
memiliki
kehidupan
spiritual
yang baik
dan berkenan
kepada Tuhan.
Takut akan
Tuhan adalah
dasar dari
membangun
manusia
seutuhnya.
Seorang
pemimpin
yang
benar-benar
takut akan
Tuhan akan
memiliki
kehidupan
moral dan
tanggung
jawab moral
yang baik,
sehingga
ketakutan
ataupun
kekuatiran
akan adanya
korupsi atau
membangun
dinasti
aristokrasi
tidak akan
terjadi.
Pemimpin
yang takut
akan Tuhan
akan dengan
sangat sadar
memahami
bahwa ini
sebuah
panggilan
dan
kesempatan
yang sangat
mulia untuk
melayani
Tuhan dan
melayani
orang orang
minahasa
sendiri.
Minahasa
membutuhkan
pelayanan
dari seorang
pelayan
masyarakat
dengan
mentalitas
‘datang
untuk
melayani dan
bukan untuk
dilayani’..
Sebagai
daerah yang
sangat
dikenal
dengan
kehidupan
religiusnya,
maka seorang
pemimpin
yang takut
akan Tuhan
tentu akan
mendapatkan
tempat yang
baik dihati
orang-orang
minahasa.
Pemimpin
yang
mengenal dan
hidup dalam
budaya
minahasa
Karakteristik
budaya
kemina-esaan
memilki ciri
khas
tersendiri
dengan
keunikannya.
Mengambil
slogan yang
dicetuskan
oleh mantan
Gubernur
Sulut Letjen
(purn) E. E.
Mangindaan.
‘TORANG
SAMUA
BASUDARA’.
Pemimpin
dengan
semangat
persaudaraan
diharapkan
akan mampu
meneruskan
nilai-nilai
persaudaraan
ini
bergenarasi.
Menyadari
akan fisi
persaudaraan
ini, maka
setiap anak
minahasa
yang menjadi
calon
pemimpin
masa depan
minahasa,
akan
memposisikan
perannya
secara
bijaksana
untuk
berkompetisi
dengan
sehat. Misi
dari pesta
demokrasi
itu sendiri
adalah
sebuah
stabilitas
politik yang
mantap dan
berwibawa
dengan hasil
yang
maksimal dan
diterima
secara
legowo oleh
semua pihak.
Sebuah pesta
demokrasi
yang
melahirkan
pemimpin
yang
akhirnya
bisa di sapa
oleh
masyarakatnya
sebagai
Kakak, Adik,
Om, Tante
oleh
masyarakat
sebagai
bentuk
respectivitas
karena
wibawa
kepemimpinan
dalam
semangat
Persaudaraan.
Dan kemudian
secara
perlahan
mampu
menghapus
budaya baku
cungkel.
Pemimpin
yang
Intelek
Setiap anak
Minahasa
yang masuk
sebagai
pahlawan
nasional,
dikenal
bukan karena
kehebatan
mereka
memangku
senjata,
sebut saja
misalnya G S
S J Sam
Ratulangi,
A. A
Maramis, L N
Palar,
Walanda
Maramis dll.
Mereka lebih
dikenal
karena
pemikiran-pemikiran
yang
brilliant.
Tentu
pemimpin
Masa depan
Minahasa
haruslah
seorang yang
memiliki
pertanggung
jawaban
intelektualitas
yang baik
dan akan
menjadi
representasi
dari seluruh
masyarakatnya.
Pemimpin
yang mampu
melihat
secara
cermat apa
yang terbaik
untuk tanah
Minahasa.
Melahirkan
ide-ide yang
cemerlang,
mengembangkan
potensi
daerah,
menumbuhkan
muatan
kwalitas
dalam segala
bidang,
meminimalkan
kesalahan
dan berani
merespons
setiap
perubahan
kearah yang
lebih baik
dan
bermartabat.
Pemimpin
pemimpin
negara maju
adalah
mereka yang
mampu
memberikan
argumentasi
secara tepat
dan
ratsional
melalui
forum debat
candidat
dihadapan
publik.
Saya melihat
bahwa semua
Calon
memiliki hak
dan
kewajiban
serta
tanggung
jawab
politik yang
sama
terhadap
masa depan
Minahasa.
Orang-orang
minahasa
bukanlah
orang-orang
yang mudah
untuk di
bodohi
dengan janji
yang muluk.
Ajang
kampanya
akan mejadi
sebuah pesta
demokrasi
dengan
nuansa
pendidikan
politik
terhadap
masyarakat.
Ijinkan
masyakat
melihat,
menilai dan
memutuskan
sendiri
pilihan
politiknya.
Tidaklah
dalam tempat
yang
terhormat
dan
bijaksana
jika
meletakan
setiap
institusi
gereja
sebagai
penentu
pemenangan.
Biarkan
gereja
menjalankan
fungsi
pelayanannya
untuk
melahirkan
pemimpin-pemimpin
masa depan
yang takut
akan Tuhan.
Sebab dengan
meletakan
kekuatan
institusi
atau membawa
nama gereja
sebagai
kekuatan
tertentu
dalam
pemenangan
pilbup
(pemilihan
bupati) maka
secara
langsung
kita telah
merendahkan
kwalitas
diri dari
para calon
dan
masing-masing
partai yang
telan
mengusung
mereka.
Berikan
ruang
terhadap
terhadap
kematangan
politik
ditanah
minahasa
sebagai
kebanggaan
Minahasa.
Siapa yang
harus
dipilih?
‘memulai
sesuatu yang
baru akan
lebih mudah
dari pada
memperbaiki
sesuatu yang
rusak, atau
memperbaiki
yang rusak
jauh lebih
baik dan
murah dari
pada memulai
sesuatu baru
‘
orang orang
minahasa
lebih dari
sekedar
cerdas untuk
melihat itu.
Kemakmuran
sejenak
dengan nilai
nominal
tertentu
bukanlah
sebuah
perbandingan
yang
terhormat
jika
dibandingkan
dengan
Martabat dan
Integritas
orang
Minahasa,
dan minahasa
sebagai
rumah masa
depan bagi
generasi
penerus.
Pemimpin
yang takut
akan Tuhan,
mengenal
budaya
minahasa dan
memilki
intelektualitas
yang baik
adalah
sekedar
sebuah
cita-cita
minahasa
atau sebuah
realitas
yang
sementara
berproses
menjadi
semakin
matang ?
Pemimpin
dengan
tanggung
jawab
spiritual,
cultural,
dan
intelektual
adalah
pemimpin
yang tidak
hanya dihati
masyarakat
tetapi PASTI
dipilih oleh
rakyat.
*Rev. JERRY
E. SANGER,
SH
Ketua
Kerukunan
Keluarga
Maesaan
Queensland
(KKMQ)
–
Australia
Pendeta
Gereja
Indonesia
Brisbane
Pendeta
Gereja
Indonesia
Gold coast
‘Sebuah
penelaan
kontekstual
dan
pengamatan
dari anak
anak
minahasa
diperantauan’