Artikel, 15 November, 2007


Pemimpin Masa Depan Minahasa  

 Oleh Rev. JERRY E. SANGER, SH 

 

Pemilihan Bupati Minahasa harus dicermati sebagai sebuah ‘PESTA DEMOKRASI’ bagi rakyat tanah Toar Lumimuut. Pesta ini diharapkan untuk tidak menjadi sebuah demokrasi kebablasan yang justru akan menggeser prinsip-prinsip dasar dari ke MINAHASAAN.

Demokrasi yang diharapkan dan didefinisikan oleh para pemikir ‘ORANG MINAHASA’ adalah DEMOKRASI yang mengedepankan ‘ETIKA’ dalam berdemokrasi.

Nilai nilai spiritual, cultural, dan intelektualitas dari orang minahasa haruslah menghiasi setiap lembaran sejarah berdemokrasi di Minahasa dan sekaligus Karakteristik dari pembangunan masa depan minahasa.

 

Meneropong dari jauh sebagai rasa cinta terhadap tanah asal, menyimak perkembangan politik dalam Pemilihan Bupati dan mengambil peduli dengan ujung pena.

 

Who is the great leader for this great land ?

Kepemimpinan Minahasa kedepan haruslah dibangun dari sebuah kebersamaan antara pemimpin dan yang dipimpin. Komitmen kerakyatan dengan dasar pengabdian tanpa batas dan sebuah konstruksi dengan paradigma yang baru sebagai respons sebuah tuntutan dari masyarakat yang semakin maju. Minahasa masa depan diharapkan  mampu menjadi tempat bernaung, yang  secara kondusif memberikan jaminan bagi pertumbuhan social dan ekonomi, serta pendidikan yang merata.

Akankan Minahasa menjadi rumah masa depan bagi Orang Minahasa ?  Masyarakat minahasa menempati garis terdepan untuk memutuskan sendiri masa depannya. Keputusan politik untuk memutuskan seorang pemimpin minahasa hari ini akan menjadi sejarah yang terukir tegas dan jelas dimasa yang akan datang, apakah itu baik atau tidak. Point of no return, titik sejarah yang tidak akan pernah kembali. 

 

Oh Minahasa tempat lahirku, pilihanku adalah masa depanku. Siapakah pilihanku ?

 

Pemimpin yang takut akan Tuhan

Pemerintah adalah wakil Allah, sehingga yang diinginkan adalah seorang pemimpin yang memiliki kehidupan spiritual yang baik dan berkenan kepada Tuhan. Takut akan Tuhan adalah dasar dari membangun manusia seutuhnya. Seorang pemimpin yang benar-benar takut akan Tuhan akan memiliki kehidupan moral dan tanggung jawab moral yang baik, sehingga ketakutan ataupun kekuatiran akan adanya korupsi atau membangun dinasti aristokrasi tidak akan terjadi.

Pemimpin yang takut akan Tuhan akan dengan sangat sadar memahami bahwa ini sebuah panggilan dan kesempatan yang sangat mulia untuk melayani Tuhan dan melayani orang orang minahasa sendiri. Minahasa membutuhkan pelayanan dari seorang pelayan masyarakat dengan mentalitas ‘datang untuk melayani dan bukan untuk dilayani’..

 

Sebagai daerah yang sangat dikenal dengan kehidupan religiusnya, maka seorang pemimpin yang takut akan Tuhan tentu akan mendapatkan tempat yang baik dihati orang-orang minahasa.

 

Pemimpin yang mengenal dan hidup dalam budaya minahasa    

Karakteristik budaya kemina-esaan memilki ciri khas tersendiri dengan keunikannya.

Mengambil slogan yang dicetuskan oleh mantan Gubernur Sulut Letjen (purn) E. E. Mangindaan. TORANG SAMUA BASUDARA. Pemimpin  dengan semangat persaudaraan diharapkan akan mampu meneruskan nilai-nilai persaudaraan ini bergenarasi.

Menyadari akan fisi persaudaraan ini, maka setiap anak minahasa yang menjadi calon pemimpin masa depan minahasa, akan memposisikan perannya secara bijaksana untuk berkompetisi dengan sehat. Misi  dari pesta demokrasi itu sendiri adalah sebuah stabilitas politik yang mantap dan berwibawa dengan hasil yang maksimal dan diterima secara legowo oleh semua pihak.

Sebuah pesta demokrasi yang  melahirkan pemimpin yang akhirnya bisa di sapa oleh masyarakatnya sebagai Kakak, Adik, Om, Tante  oleh masyarakat sebagai bentuk respectivitas karena wibawa kepemimpinan dalam semangat Persaudaraan. Dan kemudian secara perlahan mampu menghapus budaya baku cungkel.

 

Pemimpin yang  Intelek

Setiap anak Minahasa yang masuk sebagai pahlawan nasional, dikenal bukan karena kehebatan mereka memangku senjata, sebut saja misalnya G S S J Sam Ratulangi,  A. A Maramis, L N Palar, Walanda Maramis dll. Mereka lebih dikenal karena pemikiran-pemikiran yang brilliant.

Tentu pemimpin Masa depan Minahasa haruslah seorang yang memiliki pertanggung jawaban intelektualitas yang baik dan akan menjadi representasi dari seluruh masyarakatnya. Pemimpin yang mampu melihat secara cermat apa yang terbaik untuk tanah Minahasa. Melahirkan ide-ide yang cemerlang, mengembangkan potensi daerah, menumbuhkan muatan kwalitas dalam segala bidang, meminimalkan kesalahan dan berani merespons setiap perubahan kearah yang lebih baik dan bermartabat. Pemimpin pemimpin negara maju adalah mereka yang mampu memberikan argumentasi  secara tepat dan ratsional melalui forum debat candidat dihadapan publik.

 

     

Saya melihat bahwa semua Calon memiliki hak dan kewajiban serta tanggung jawab politik yang sama terhadap masa depan Minahasa.

Orang-orang minahasa bukanlah orang-orang yang mudah untuk di bodohi dengan janji yang muluk. Ajang kampanya akan mejadi sebuah pesta demokrasi dengan nuansa pendidikan politik terhadap masyarakat. Ijinkan masyakat melihat, menilai dan memutuskan sendiri pilihan politiknya.  Tidaklah dalam tempat yang terhormat dan bijaksana jika meletakan setiap institusi gereja sebagai penentu pemenangan. Biarkan gereja menjalankan fungsi pelayanannya untuk melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang takut akan Tuhan.  Sebab dengan meletakan kekuatan institusi atau membawa nama gereja sebagai kekuatan tertentu dalam pemenangan pilbup (pemilihan bupati) maka secara langsung kita telah merendahkan kwalitas diri dari para calon dan masing-masing partai yang telan mengusung mereka.

Berikan ruang terhadap terhadap kematangan politik ditanah minahasa sebagai kebanggaan Minahasa.

 

Siapa yang harus dipilih? memulai sesuatu yang baru akan lebih mudah dari pada memperbaiki sesuatu yang rusak, atau memperbaiki yang rusak jauh lebih baik dan murah dari pada memulai sesuatu baru   orang orang minahasa lebih dari sekedar cerdas untuk melihat itu.

Kemakmuran sejenak dengan nilai nominal tertentu bukanlah sebuah perbandingan yang terhormat jika dibandingkan dengan Martabat dan Integritas orang Minahasa, dan minahasa sebagai rumah masa depan bagi generasi penerus.

 

Pemimpin yang takut akan Tuhan, mengenal budaya minahasa dan memilki intelektualitas yang baik adalah sekedar sebuah cita-cita minahasa atau sebuah realitas yang sementara berproses menjadi semakin matang ?

 

Pemimpin dengan tanggung jawab spiritual, cultural, dan intelektual adalah pemimpin yang tidak hanya dihati masyarakat tetapi PASTI dipilih oleh rakyat.

 

 

 

*Rev. JERRY E. SANGER, SH 

Ketua Kerukunan Keluarga Maesaan Queensland  (KKMQ) Australia

Pendeta Gereja Indonesia Brisbane

Pendeta Gereja Indonesia Gold coast

Sebuah penelaan kontekstual dan pengamatan dari anak anak minahasa diperantauan